Breaking News

5 Aplikasi Yang Harus Anda Hapus Dari Ponsel Android Anda

Saat ini smartphone tidak bisa lepas dari aktivitas kita sehari-hari baik itu mendengarkan musik, menonton film atau chatting dalam aplikasi chatting.

Tentu saja, semua ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan banyak aplikasi pendukung yang dapat Anda instal di ponsel Android Anda selama bertahun-tahun.

Namun di antara sekian banyak aplikasi yang terpasang di perangkat Android Anda, apakah Anda menggunakan semuanya dalam kehidupan sehari-hari?

Jelas kebanyakan orang tidak membukanya sampai mereka menyadari bahwa ponsel yang mereka gunakan memiliki aplikasi asli di dalamnya.

Nah, alih-alih mengisi kapasitas memori dan berpotensi menunda ponsel Android Anda. Berikut adalah jenis aplikasi Android yang perlu Anda hapus dari ponsel Anda.

Simak daftar lengkapnya di bawah ini, dikutip dari MakeUseOf

1. Aplikasi Bawaan

Salah satu hal yang paling dibenci oleh pengguna Android adalah bloatware. Beberapa aplikasi bawaan dapat berguna, tetapi banyak yang mengeluh bahwa Anda harus menghapus aplikasi yang tidak digunakan.

Setiap OEM ponsel Android memiliki jumlah bloatware yang berbeda. Beberapa memiliki aplikasi asli minimal sementara yang lain penuh dengan bloatware.

Selain itu, beberapa aplikasi bawaan ini mungkin tidak dapat dicopot pemasangannya dari perangkat Anda. Jadi jika Anda tidak ingin berjalan di latar belakang, Anda harus menonaktifkan aplikasi secara manual.

2. Aplikasi Utilitas Lama

OS Android telah berkembang sangat pesat sejak diluncurkan pada tahun 2008. Pada saat itu, pengguna harus menginstal aplikasi tambahan untuk menggunakan lampu kilat LED sebagai senter untuk pemindai QR.

Namun kini, dengan adanya pembaruan sistem operasi Android hingga pembaruan yang dikeluarkan oleh masing-masing vendor, semua itu tidak lagi diperlukan.

Jadi Anda tidak perlu lagi mengunduh aplikasi utilitas seperti kalkulator untuk senter di ponsel Anda.

3. Aplikasi Peningkat Kinerja

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar pengguna Android tidak memiliki dampak besar pada perangkat mereka ketika mereka menggunakan aplikasi peningkatan kinerja yang muncul di Google Play Store.

Misalnya, jika aplikasi pembersih RAM tidak bekerja secara maksimal, banyak proses yang terhenti akan otomatis restart karena yang penting ponsel berfungsi normal.

Juga, setiap kali Anda membuka aplikasi yang dimatikan, proses memuat lebih lama daripada yang dilakukannya dan tidak melakukan apa-apa.

Contoh lain adalah aplikasi penghemat baterai yang saat ini tidak relevan dan berguna, tetapi sebagian besar ponsel Android memiliki mode penghemat baterai bawaan.

Selain itu, mod ini bekerja jauh lebih baik daripada solusi pihak ketiga.

Sekarang sangat umum untuk memiliki lebih dari satu aplikasi pada telepon fungsional. Ini termasuk browser, notepad, backup, aplikasi chat, dan banyak lagi.

Dalam beberapa hal, dua aplikasi yang sama menawarkan fitur yang sangat berbeda, jadi mungkin masuk akal untuk mempertahankan keduanya.

Namun, jika salah satu aplikasi jelas lebih baik, Anda harus mempertimbangkan untuk mencopot pemasangannya dari perangkat Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki perangkat Galaxy, Anda memiliki opsi untuk menggunakan Samsung Internet dan Google Chrome sebagai browser seluler Anda.

5. Game dan aplikasi yang tidak digunakan lagi

CoDM, PUBG Mobile, Arena of Valor, Mobile Legends, Free Fire, Genshing Impact atau Apex Legends Mobile adalah serangkaian game yang akan membantu Anda mengisi waktu luang dan bermain dengan teman-teman Anda secara online.

Namun, kami menyarankan Anda menghapus deretan judul game yang diputar ulang di perangkat Anda. Toh, dengan ini ruang penyimpanan ponsel jauh lebih lega untuk aplikasi atau game lain.

Ini juga berlaku untuk aplikasi yang sudah lama tidak Anda gunakan, baik itu aplikasi kencan, kesehatan, atau media sosial lama dan tidak akan pernah terbuka lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.