Adab Bertetangga dalam Islam

Mempelajari adab bertetangga dengan benar adalah kewajiban seorang muslim agar bisa berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya dengan baik.

Begitu pentingnya masalah ini, hingga malaikat Jibril alaihis salam selalu berwasiat kepada Nabi untuk memperhatikan masalah tetangga. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Tidak henti-hentinya Jibril berwasiat kepadaku pada masalah tetangga, hingga aku menyangka bahwasanya dia akan menjadi ahli warisnya.” [Muttafaqun alaih]

Berikut ini adab-adab bertetangga yang harus kita perhatikan ketika hidup dengan tetangga:

1. Mendahului Mengucap Salam

Salam adalah ucapan doa. Amalan ini sangat dianjurkan dalam Islam untuk diucapkan oleh dua orang muslim yang bertemu.

Memulai untuk mengucapkan salam adalah perbuatan yang sangat baik, terlebih kepada tetangga.

2. Tidak Menggunjing Tetangga

Salah satu penyakit lisan yang masih sangat sering terjadi di tengah-tengah masyarakat kita adalah ghibah. Dalam bahasa Indonesia, ia disebut dengan menggunjing atau gosip.

Perbuatan ini adalah perbuatan yang haram dalam Islam. Seorang muslim dilarang dari melakukannya. Bahkan, Allah taala memberikan teguran yang sangat keras bagi orang-orang yang melakukannya.

3. Menjenguk Ketika Sakit

Sakit adalah sesuatu yang pasti menimpa manusia. Ketika tetangga kita ada yang sakit, Islam menganjurkan bagi kita untuk menjenguknya.

4. Bergembira atas Kebahagiannya dan Bersedih atas Kesusahannya

Salah satu tanda kesempurnaan iman adalah senang ketika melihat orang lain senang dan sedih ketika melihat orang lain sedih. Misalnya ketika tetangga kita bergembira ketika memiliki rumah baru, maka kewajiban kita adalah turut bersukacita. Sebaliknya, ketika kita mereka mendapatkan musibah, maka kita turut berduka karena musibah yang menimpa mereka.

5. Tolong Menolong dalam Kebaikan

Manusia adalah makhluk sosial. Mereka membutuhkan orang lain untuk memberikan bantuan kepada mereka dalam mengarungi kehidupan.

Islam sangat menekankan kepada pemeluknya agar bersikap gotong royong dengan tetangga. Hanya saja, hal ini adalah khusus dalam masalah kebaikan. Sebagai contoh ketika ada kegiatan kerja bakti, maka sebagai seorang muslim kita harus ikut andil dalam rangka tolong menolong dalam kebaikan.

6. Menegur Ketika Berbuat Salah

Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Begitu pula kita dan juga tetangga kita. Maka, salah satu dari adab bertetangga yang baik adalah saling mengingatkan.

Dalam Islam ada istilah nahi mungkar, yaitu saling menegur ketika kita melihat orang lain berbuat sesuatu yang dilarang oleh agama Islam.

7. Hindari Berbuat Dosa, Terlebih kepada Tetangga

Termasuk akhlak bertetangga yang benar adalah tidak memberikan gangguan yang kecil, apalagi gangguan yang besar.

Menimpakan sebuah keburukan kepada seorang tetangga termasuk dari dosa besar. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لِأَنْ يَزْنِيَ الرَّجُلُ بِعَشْرِ نِسْوَةٍ، أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ

“Berzinanya seorang lelaki dengan 10 perempuan lebih kecil atasnya daripada berzina dengan istri tetangganya.” [Hr. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod]

Beliau juga bersabda:

لِأَنْ يَسْرِقَ مِنْ عَشَرَةِ أَهْلِ أَبْيَاتٍ، أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَسْرِقَ مِنْ بَيْتِ جَارِهِ

“Seseorang mencuri dari 10 penghuni rumah itu lebih kecil atasnya daripada mencuri dari rumah tetangganya.” [Hr. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod]

8. Menjauhkan Gangguan dari Tetangga

Gangguan yang dimaksud di sini sama saja dalam masalah ucapan ataupun perbuatan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia tidak mengganggu tetangganya.” [Muttafaqun alaih]

Pernah ada seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang keadaan seorang wanita yang ahli ibadah. Dia rajin shalat, rajin, puasa, sedekah, dan sebagainya, tetapi dia juga suka mengganggu tetangga dengan lisannya. Maka Rasulullah menjawab:

لَا خير فيها هى من أهل النار

“Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk ahli neraka.” [Hr. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod]

9. Sabar atas Gangguan Tetangga

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ada 3 orang yang dicintai oleh Allah, salah satunya adalah:

وَالرَّجُلُ يَكُونُ لَهُ الْجَارُ يُؤْذِيهِ جِوَارُهُ، فَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُ حَتَّى يُفَرِّقَ بَيْنَهُمَا مَوْتٌ

“Seseorang yang dia memiliki tetangga yang buruk yang bertetangga dengannya sangat mengganggunya, lalu dia bersabar atas gangguannya hingga kematian memisahkan di antara keduanya.” [Hr. Ahmad]

10. Memelihara Hak Tetangga, Terlebih Tetangga yang Paling Dekat

Di antara hak-hak tetangga yang harus kita perhatikan adalah memalingkan pandangan kita dari keluarga mereka yang wanita, memberikan bantuan ketika mereka membutuhkan, dan merahasiakan aib mereka.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia memuliakan tetangganya.” [Muttafaqun alaih]

Tetangga yang dekat memiliki hak yang lebih besar daripada tetangga jauh. Pernah Aisyah radliyallahu anha bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki 2 tetangga, manakah di antara keduanya yang aku beri hadiah?

Beliau menjawab:

إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكِ بَابًا

“Kepada yang paling dekat darimu akan pintunya.” [Hr. Al-Bukhari]

11. Tidak Membiarkan Tetangga Kelaparan

Adab kepada tetangga yang satu ini sangat penting untuk kita perhatikan.

Seorang muslim bukanlah makhluk yang bersifat individualis, pokoknya hanya mengurusi diri sendiri. Akan tetapi, seorang muslim adalah orang yang juga memperhatikan kebutuhan tetangga-tetangganya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ

“Tidaklah disebut beriman orang yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan.” [Hr. A l-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod]

Kita tidak pernah tahu kapan saatnya membutuhkan pertolongan orang lain. Oleh karena itu, jagalah hubungan dengan tetangga sehingga bila sewaktu-waktu kita membutuhkan pertolongan, tetangga sebagai orang yang paling dekat dengan kita mau melonggarkan hatinya untuk memberikan pertolongan.

Demikianlah adab bertetangga yang baik dan benar menurut ajaran Islam dan dalilnya, wallahu a’lam. Semoga Allah taala menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang berbuat baik kepada tetangganya, amin. Semoga bermanfaat.