Adab Makan dan Minum

Dalam Islam, seseorang yang melakukan aktifitas mengisi perut dihasung untuk menjaga adab makan dan minum sesuai sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Diharapkan dengan melakukannya, selain mendapatkan kenikmatan dalam makan, ia juga mendapat nilai-nilai pahala dari Allah taala.

Topik inilah yang akan kita bahas kali ini dan supaya lebih mudah dipaham, saya tuliskan menjadi 3 bagian, yaitu adab khusus makan, khusus minum, dan untuk makan serta minum.

Adab Makan

ayat tentang etika makan dan minum

larangan berlebihan dalam makan dan minum

Banyak orang lupa dengan tujuan mengapa mereka makan. 

Tujuan utama kita makan adalah untuk mendapatkan keberkahan dari apa yang kita makan. Inilah niat yang paling pokok. Keberkahan yang dimaksud adalah agar makanan yang masuk ke dalam perut kita mampu membuat kita kuat dalam beribadah kepada Allah dan melakukan banyak kebaikan.

Banyak orang mampu untuk memakan makanan yang enak dan dia juga makan banyak, tetapi justru dirinya tidak mampu untuk beribadah kepada Allah. Hal ini menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam setiap makanan yang dia makan.

Untuk mendapatkan keberkahan ini, seseorang dihasung untuk menjaga adab-adab berikut ini.

Mencuci Tangan

Memang dalam hal ini tidak ada hadits yang menerangkannya secara jelas. Namun, para salafus shalih (generasi dahulu yang shalih) melakukan hal ini. Mencuci tangan sebelum makan berguna untuk menghindari adanya kotoran yang bisa menyebabkan masalah dalam kesehatan.

Memakan Makanan Terdekat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Makanlah dari apa-apa yang ada di dekatmu.” [Muttafaqun alaih]

Pengertian hadits di atas dibawa pada kondisi ketika kita hanya menghadapi satu makanan saja.

Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abdil Barr: Apabila padanya ada 2 macam atau beberapa macam, maka tidak mengapa tangannya berkeliling untuk memilih dari apa yang diletakkan dalam hidangan dan piring dari varian makanan.

Beliau melanjutkan: Tiada lain perintah Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk makan dari yang terdekat adalah karena makanan yang ada adalah satu jenis, wallahu a’lam. [At-Tamhid 1/276-277]

Menggunakan Tiga Jari

Kaab bin Malik radliyallahu anhu bercerita: Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam makan dengan tiga jari dan menjilat tangan beliau sebelum membersihkannya. [Hr. Muslim]

Adapun yang dimaksud dengan 3 jari adalah ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.

Namun, kondisi ini bisa kita sesuaikan dengan obyek yang kita makan.

Memungut Makanan yang Jatuh

Rata-rata kita menganggap jijik kepada makanan yang jatuh. Padahal, Nabi sendiri tidak mengajarkan sikap tersebut.

Justru sebaliknya, beliau memerintahkan agar kita mengambilnya. Beliau bersabda: “Apabila suapan salah seorang dari kalian jatuh, hendaknya dia menyingkirkan kotoran yang ada padanya dan memakannya. Dan janganlah dia membiarkannya untuk setan.” [Hr. Muslim]

Disukai untuk Berjamaah

Pernah bahwasanya para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengadu kepada beliau. Mereka berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan tapi tidak merasa kenyang. Beliau bertanya: Barangkali kalian bersendiri? Mereka menjawab: Ya.

Beliau bersabda: Berjamaahlah atas makanan kalian dan sebutlah nama Allah atasnya niscaya diberkahi untuk kalian padanya. [Hr. Abu Dawud]

Tidak Mencela Makanan

“Tidaklah pernah Nabi shallallahu alaihi wa sallam mencela makanan samasekali. Jika beliau menginginkannya, pasti beliau memakannya. Jika tidak, beliau meninggalkannya.” [Muttafaqun alaih]

Makan dari Pinggir Piring

“Keberkahan itu turun di tengah makanan. Maka makanlah kalian dari pinggir-pinggirnya dan janganlah kalian makan dari tengahnya.” [Hr. At-Tirmidzi]

Berdoa Setelah Makan

“Barang siapa dia memakan suatu makanan, kemudian berdoa: Alhamdulillahilladzi ath’amaniy hadza wa rozaqoniihi min ghoiri haulim minni wala quwwatin (segala puji bagi Allah, Dzat yang telah memberiku makan dengan makanan ini dan memberikannya sebagai rizki untukku dengan tanpa ada daya dan kekuatan dariku), pasti diampuni baginya apa yang telah lewat dari dosanya.” [Hr. At-Tirmidzi]

Adab Minum

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan khusus saat minum:

Mengambil Nafas 3 Kali di Luar Gelas

Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika minum mengambil nafas tiga kali. Beliau bersabda: Sesungguhnya dia itu lebih menyegarkan, memuaskan, dan mengenyangkan. [Muttafaqun alaih]

Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian minum, maka janganlah dia mengambil nafas di dalam wadah.” [Muttafaqun alaih]

Doa ketika Minum Susu

“Apabila salah seorang dari kalian diberi minum susu, hendaknya dia berdoa: Allahumma baarik lana fiihi wazidna minhu (Ya Allah, berkahilah bagi kami padanya dan tambahilah kami darinya). [Hr. Abu Dawud]

Apabila Lalat Masuk ke dalam Minuman

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apabila seekor lalat jatuh pada wadah salah seorang dari kalian, hendaknya dia membenamkannya semua, kemudian membuangnya. Karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya adalah obat, dan pada sayap yang lain adalah penyakit. [Hr. Al-Bukhari]

Adab Makan dan Minum

Secara umum, kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini ketika makan dan minum:

Memastikan Kehalalan  

Hal yang paling mendasar ketika makan dan minum adalah memastikan kehalalan sesuatu yang akan kita santap.

Allah taala berkalam: “Dan makanlah kalian dari apa-apa yang Allah telah rizkikan kepada kalian yang halal lagi yang baik. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, Dzat yang yang kalian beriman kepada-Nya.” [Qs. Al-Maidah (5) : 88]

Salah satu hikmah memakan yang halal adalah agar kita tidak masuk ke dalam neraka. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya tidaklah berkembang suatu daging yang tumbuh dari barang haram kecuali neraka lebih pantas dengannya.” [Hr. At-Tirmidzi]

Menghindari Alat Makan Emas dan Perak

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang minum dari wadah-wadah perak tiada lain dia itu sedang memasukkan api neraka jahannam ke dalam perutnya.” [Muttafaqun alaih]

Menyebut Nama Allah

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Wahai anak, sebutlah nama Allah.” [Muttafaqun alaih]

Menyebut nama Allah adalah dengan mengucapkan bismillah.

Selain tentang adab makan, dari hadits ini kita juga bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya mengajari seorang anak muslim akan adab dan akhlak.

Hikmah dari adab ini adalah sesuai penjelasan Nabi shallallahu alaihi wa sallam: “Sesungguhnya setan berusaha memakan makanan yang tidak disebut nama Allah atasnya.” [Hr. Muslim]

Lalu bagaimana jika seseorang lupa membaca tasmiyah atau basmalah (ucapan bismillah), padahal dia terlanjur makan?

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika dia lupa (mengucapkan) di awalnya, hendaknya dia membaca: Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi (dengan menyebut nama Allah di awwal dan di akhirnya). [Hr. At-Tirmidzi]

Memakai Tangan Kanan

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat suka mendahulukan yang kanan dalam masalah kebaikan, termasuk dalam masalah makan.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Makanlah dengan tangan kananmu.” [Muttafaqun alaih]

Pernah ada seseorang yang makan dengan tangan kiri di hadapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Ketika diingatkan, dia justru sombong dan mengatakan: Aku tidak mampu. Akhirnya, oleh Rasulullah justru diiyakan sehingga dia benar-benar tidak mampu mengangkat tangan ke mulutnya. [Hr. Muslim]

Tidak Israf (berlebihan) Ketika Makan

Allah taala berkalam: “Makan serta minumlah kalian, dan janganlah kalian berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [Qs. Al-A’raf (7) : 31]

Mengenai sifat orang beriman, Rasulullah bersabda: “Orang yang beriman itu makan pada satu lambung, sedangkan orang kafir makan pada 7 lambung.” [Muttafaqun alaih]

Lalu, berapakah ukuran agar kita tidak termasuk orang yang berlebihan?

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah anak adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perut. Cukup bagi seorang anak adam suapan-suapan yang menegakkan tulang punggungnya. Apabila seorang anak adam dikalahkan oleh nafsunya, maka 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 untuk nafas.” [Hr. Ibnu Majah]

Duduk

Anas bin Malik radliyallahu anhu menceritakan bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang keras dari minum dalam keadaan berdiri. [Hr. Muslim]

Mendengar hadits di atas, Qatadah bertanya: Bagaimana kalau makan? Maka Anas menjawab: Itu lebih buruk atau lebih parah. [Hr. Muslim]

Tidak Bersandar

“Tidaklah aku makan dalam keadaan bersandar.” [Hr. Al-Bukhari]

Demikianlah adab makan dan minum dalam Islam sesuai sunnah, wallahu a’lam.