Adab Safar

Bepergian dengan menempuh jarak perjalanan jauh sudah pasti akan kita alami sehingga kita perlu mengetahui tentang adab safar yang perlu kita jaga.

Hal ini bertujuan agar setiap apa yang kita lakukan selalu sesuai sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Selain itu, agar safar yang kita lakukan tidak hanya mendapatkan perjalanan saja, tetapi juga mendapatkan berkah dan pahala dari Allah taala.

Terdapat beberapa adab safar yang harus dilazimi oleh seorang musafir dalam perjalanan safarnya sebagai berikut:

1. Safar dengan Niat Ikhlas

Niat adalah penentu apakah amalan yang kita lakukan diterima oleh Allah atau tidak. Apabila kita hendak bersafar, niatkanlah semua karena Allah agar perjalanan yang kita lakukan berbalas pahala.

2. Berpamitan kepada Orang Dekat Sebelum Safar

Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau senantiasa berpamitan kepada orang-orang dekat seperti keluarga dan sahabat sebelum berangkat untuk safar.

Selain itu, beliau juga mendoakan dan meminta doa kepada mereka. Adapun doanya kita bahas di bawah.

3. Membaca Doa Safar

Doa yang dimaksud di sini adalah umum, entah doa naik kendaraan, doa ketika memasuki suatu tempat yang asing, atau doa-doa yang lainnya.

4. Safar Bersama Rombongan

Seseorang yang akan menempuh perjalanan jauh dianjurkan untuk mencari teman ketika akan menempuh perjalanan jauh.

Dalam sebuah hadits yang diceritakan oleh Abdullah bin Umar radliyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي الوَحْدَةِ مَا أَعْلَمُ، مَا سَارَ رَاكِبٌ بِلَيْلٍ وَحْدَهُ

“Kalaulah manusia tahu (bahaya) apa yang ada pada kesendirian sebagaimana yang aku ketahui, tidaklah seorang pengendara berjalan di waktu malam dalam keadaan sendiri.” [Hr. Al Bukhari]

Akan lebih baik lagi apabila rombongan berjumlah 3 orang atau lebih. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ، وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ، وَالثَّلَاثَةُ رَكْبٌ

“Satu orang pengendara adalah setan. Dua orang pengendara adalah dua setan. Adapun 3 orang, maka itulah pengendara (yang benar).” [Hr. Abu Dawud]

Ketika telah memiliki rombongan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk menjadikan salah satu dari mereka sebagai pemimpin. Beliau bersabda:

إِذَا خَرَجَ ثَلَاثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ

“Apabila 3 orang keluar dalam sebuah safar, maka hendaklah mereka menjadikan salah satu dari mereka sebagai pemimpin.” [Hr. Abu Dawud]

5. Seorang Wanita Safar Harus Bersama Mahram

Banyak saudara kita yang masih meremehkan hal ini. Padahal, telah terdapat dalil yang sangat jelas menunjukkan kepada larangan perbuatan ini.

Abdullah bin Abbas radliyallahu anhu menuturkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُسَافِرِ المَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahram.” [Muttafaqun alaih]

6. Jalan Menanjak dan Menurun dalam Safar

Ketika jalan menanjak, maka sesuai sunnah kita dianjurkan untuk membaca takbir. Adapun ketika turun, kita disunnahkan untuk membaca tasbih.

Sahabat Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu berkata:

كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

“Dahulu bila kami naik, kami bertakbir. Dan apabila kami turun, kami bertasbih.” [Hr. Al Bukhari]

7. Bersegera Pulang Setelah Safar

Pulang setelah keperluan selesai termasuk dari amalan yang harus disegerakan dalam safar. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ نَوْمَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ، فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ وَجْهِهِ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Safar termasuk dari satu potongan azab. Seseorang dari kalian menahan diri dari tidur, makan, dan minumnya. Maka bila seseorang dari kalian telah menyelesaikan keperluannya, hendaklah dia segera kepada keluarganya.” [Muttafaqun alaih]

8. Pulang Safar Singgah ke Masjid

Kaab bin Malik radliyallahu anhu berkata:

إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَصَلَّى فِيهِ

“Apabila beliau datang dari bepergian, beliau singgah ke masjid lalu shalat padanya.” [Muttafaqun alaih]

Demikianlah adab safar yang dapat kami sampaikan, wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.