Agama Nabi Ibrahim itu Apa?

Agama Nabi Ibrahim – Beliau adalah salah satu dari 25 Nabi dan Rasul dalam agama Samawi. Bila anda cari, anda pasti mendapati Nama Ibrahim atau Abraham dalam semua kitab suci. Sama saja itu adalah kitab agama Yahudi, Islam maupun Nasrani.

Siapakah Nabi Ibrahim?

Nabi Ibrahim as (alaihis salam) adalah anak seorang pemahat patung bernama Azar dari Babil, Irak. Di saat beliau dewasa, Allah mengangkat beliau sebagai utusan. Tugas beliau adalah menyeru kaumnya agar meninggalkan peribadatan kepada berhala menuju peribadatan kepada Allah taala. Allah taala juga telah menurunkan kitab suci berupa suhuf agar menjadi pedoman hidup saat itu.

Hanya saja, dakwah beliau tidak disambut oleh kaumnya dengan baik. Meski beliau berdakwah dengan penuh kelembutan, namun kaumnya tetap membangkang. Bahkan, ayah beliau sendiri tidak termasuk orang yang memiliki iman, justru termasuk orang-orang yang mendustakan.

Agama Nabi Ibrahim

Meski sebenarnya masih memiliki garis keturunan yang sama, saat ini muncul tiga agama yang memiliki kepercayaaan hingga konsep ketuhanan yang berbeda. Islam, Yahudi, dan Nasrani. Masing-masing mendakwakan bahwa Nabi Ibrahim termasuk dari golongannya.

Sebagai seorang muslim, maka kita tidak akan berpendapat kecuali apa yang sesuai dengan Al-Quran. Mengenai keyakinan agama nabi Ibrahim, Allah taala telah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya dalam ayat-ayat berikut:

Beliau Tidak Musyrik

Dan mereka (ahli kitab) berkata: Jadilah kamu sebagai Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk. Katakanlah: (Tidak) Tetapi kami mengikuti millah Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang-orang musyrik. [Qs. Al-Baqarah (2) : 135]

Katakanlah (wahai Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Pemeliharaku kepada jalan yang lurus. (yaitu) agama yang benar, millah Ibrahim yang lurus. Dan tidaklah Ibrahim itu termasuk orang-orang musyrik”. [Qs. Al-An’am : 161]

Beliau Tidak Yahudi dan Tidak Pula Nasrani

Tidaklah Ibrahim itu seorang Yahudi dan tidak pula seorang Nasrani. Akan tetapi, dia adalah seorang yang lurus lagi muslim (berserah diri kepada Allah). Dan tidaklah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. [Qs. Ali ‘Imran (3) : 67]

Beliau Tidak Menyembah Makhluk

Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Sembahlah Allah oleh kalian dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui. [Qs. Al-‘Ankabut : 16]

Kesimpulan

Setelah Allah taala menunjukkan dengan jelas bahwa agama nabi Ibrahim adalah Islam, maka Allah kemudian mengingatkan ahli kitab yang masih berbantah-bantahan dalam hal ini. Allah taala berkalam:

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir? (QS. Ali ‘Imran [3]: 65)

Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?”.. (QS. Al-Baqarah : 140)

Demikianlah artikel tentang agama nabi Ibrahim. Semoga menambah wawasan bagi kita semua, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.