Amalan Agar Otak Cerdas dan Kuat Hafalan Sesuai Sunnah

Tebar kebaikan yuk dengan share tulisan ini!

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai amalan, dzikir, dan doa agar otak cerdas dan kuat hafalan. Seperti yang kita ketahui bersama, manusia memiliki tabiat buruk yaitu sering lupa.

Bahkan, ada sebagian penyair menjadikan tabiat buruk manusia ini sebagai salah satu sajak syairnya. Dia berkata:

وما سُمي الإنسان إلا لنسيه    ولا القلب إلا أنه يتقلب

Dan tidaklah disebut insan (manusia) kecuali karena nisyannya (sifat pelupa). Dan juga tidaklah disebut qalb (hati) kecuali karena dia suka yataqollab (berbolak balik).

Baca Juga: Amalan agar Rezeki Berkah dan Melimpah

Amalan Agar Otak Cerdas dan Kuat Hafalan

Menjadi manusia yang memiliki kecerdasan otak dan hafalan kuat adalah keinginan setiap orang. Tidak tua, tidak muda, tidak laki-laki, tidak perempuan, semua sama saja.

Apalagi sebagai seorang anak pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, pasti dia ingin agar otaknya cerdas sehingga dia pintar dalam semua pelajaran.

Hanya saja, banyak orang yang keliru dalam melakukan cara untuk mencapai hal ini. Mereka justru melakukan sesuatu yang tidak benar.

Kecerdasan otak dan dan kekuatan hafalan adalah diberi oleh Allah taala. Sehingga, ketika kita menginginkannya, seharusnya kita mendekatkan diri dan taqwa kepada Allah, bukan justru malah menjauh darinya.

Para ulama kita zaman dahulu terkenal sebagai orang-orang yang memiliki kecerdasan otak dan hafalan yang kuat. Sebagaimana kita dapat lihat buktinya, banyak hadits yang diriwayatkan yang memerlukan kekuatan hafalan.

Diantara tips agar diberi kecerdasan oleh Allah adalah sebagai berikut:

Pertama: Tinggalkan Maksiat.

Maksiat adalah perbuatan yang melanggar perintah Allah atau perbuatan dosa. Ketika Allah taala memerintah sesuatu, dia justru tidak amalkan. Tetapi, ketika Allah melarang dari sesuatu, justru dia amalkan.

Selain bahwasanya dia mengakibatkan dosa dan mengundang murka, salah satu bahaya dari perbuatan maksiat adalah memunculkan sifat mudah lupa.

Hal ini karena ilmu adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah kegelapan. Dan gelapnya maksiat tidak akan pernah berkumpul dengan terangnya cahaya ilmu. Imam Syafi’i rahimahullah berkata:

شكوت إلى وكيع سوء حفظي * * فأرشدني إلى ترك المعاصي

وأخبرني بأن العلم نور * * ونور الله لا يهدى لعاصي

Aku mengadu kepada Waki’ (guru beliau) tentang buruknya hafalanku. Maka beliau menasehatiku agar meninggalkan maksiat. Beliau memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah itu tidak diberikan kepada pelaku maksiat. [I’anatut Thalibin 2/190]

Diriwayatkan al-Khatib di kitab Al-Jami’ (2/387) dari Yahya bin Yahya berkata,

سأل رجل مالك بن أنس : يا أبا عبد الله ! هل يصلح لهذا الحفظ شيء قال : إن كان يصلح له شيء فترك المعاصي

Seseorang bertanya kepada Malik bin Anas, “Wahai Abu Abdillah! Apakah ada sesuatu yang dapat memperbaiki hafalan ini? Beliau menjawab, “Kalau ada yang memperbaikinya itu adalah meninggalkan kemaksiatan.

Berhati-hatilah dari maksiat. Meskipun ia kita anggap kecil atau remeh, tetapi pengaruhnya sangatlah besar terhadap masuk tidaknya ilmu ke dalam hati kita.

Baca Juga: 3 Amalan yang Dibawa Mati

Kedua: Perbanyak Dzikir.

Dzikir adalah mengucap kalimat subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar, dan sebagainya.

Allah taala memerintah Nabi shallallahu alaihi wa sallam agar berdzikir kepada-Nya ketika lupa. Perintah ini juga berlaku bagi umat beliau. Allah taala berkalam:

وَاذْكُر رَبَّكَ إذَا نَسِيتَ

“Dan berdzikirlah kepada Pemeliharamu bila engkau lupa.” [Qs. Al-Kahfi (18) ayat 24]

Dalam ayat ini Allah taala mengajari kita agar berdzikir ketika lupa. Karena sesungguhnya sifat lupa adalah dari setan, sebagaimana dalam ayat disebutkan:

وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ

“Dan tidaklah membuatku lupa dari mengingatnya kecuali setan.” [Qs. Al Kahfi (18) ayat 63]

Dzikir kepada Allah adalah mengusir setan. Ketika setan telah pergi, maka sifat lupa juga pergi. [Tafsir Ibnu Katsir 5/150]

Ketiga: Hindari Makan Terlalu Banyak.

Makan dan minum terdapat adabnya dalam Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajari kita untuk makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Terlalu banyak makan sehingga kekenyangan menjadikan seseorang suka tidur, tubuhnya lemas, dan malas. Disamping kejelekan itu semua juga berpengaruh pada penyakit badan. Sebagaimana dikatakan syair:

فإن الداء أكثر ما تراه   يكون من الطعام أو الشراب

Sesungguhnya banyaknya penyakit yang anda lihat, karena dari makanan dan minuman.

Keempat: Perhatikan Makanan.

Untuk memiliki otak yang cerdas dan hafalan yang bagus, kita perlu memperhatikan makanan yang masuk ke dalam perut kita.

Termasuk makanan yang baik untuk kecerdasan adalah madu, kismis, dan susu. Imam Zuhri rahimahullah mengatakan, “Hendaknya anda mengkonsumsi madu, karena dapat menguatan hafalan. Beliau juga berkata, “Siapa yang ingin menghafal hadits, hendaknya dia mengkonsumsi kismis. (Dari kitab Al-Jami’ karangan Al-Khotib: 2/394).

Kelima: Lakukan Bekam di kepala.

Bekam atau hijamah merupakan salah satu pengobatan nabi shallallahu alaihi wa sallam. Prosesnya adalah dengan mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh menggunakan kop bekam.

Berbekam di kepala telah dikenal dan terbukti menguatkan hafalan. Untuk penjelasan tambahan anda dapat baca pada kitab ‘Tibbun Nabawi’ karangan Ibnul Qoyyim rahimahullah.

Baca Juga: Amalan yang Harus Disegerakan dalam Islam

Doa Agar Hafalan Kuat

Pada asalnya, tidak ada doa khusus yang datang dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang meminta agar diberi otak cerdas dan hafalan yang kuat.

Akan tetapi, berdoa meminta hal tersebut kepada Allah tidaklah dilarang. Doa adalah perbuatan yang baik. Bahkan ia merupakan ibadah.

Oleh karenanya, kita boleh berdoa untuk meminta diberikan hafalan yang kuat, entah bagaimana bahasanya. Kita juga boleh membaca doa-doa yang telah tersebar di antara kita.

Sebagai contoh, kita boleh berdoa hanya dengan lafal “Ya Allah, karuniakanlah kepadaku akan otak yang cerdas dan hafalan yang kuat.” Tentu saja, kita membacanya dengan tetap menjaga adab-adab dalam berdoa.

Hanya saja, hal yang tidak diperbolehkan dalam berdoa adalah mengkhususkan waktu. Dan seseorang tidak boleh meyakini setiap doa yang tidak ada dalilnya, bahwa doa itu diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Demikianlah penjelasan mengenai dzikir, doa, dan amalan agar otak cerdas dan kuat hafalan sesuai sunnah, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat. Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Tebar kebaikan yuk dengan share tulisan ini!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.