Arti Tafakur, Tulisan Arab, dan Contohnya Dalam Islam

Arti Tafakur – Oleh masyarakat kita, ia juga dikenal dengan merenung. Ia merupakan aktifitas berupa memikirkan bukti kekuasaan Allah yang ada di sekitar kita.

Seperti yang kita lihat, alam semesta yang kita tinggali ini sangatlah indah. Ada langit yang membentang luas dan bumi yang menghampar sehingga dapat kita gunakan untuk berjalan. Ada matahari, bulan, dan berbagai benda langit lainnya.

Semua itu tidaklah diciptakan secara sia-sia, semua ada tujuannya. Itulah mengapa bertafakur menjadi sangat penting untuk kita lakukan, yaitu agar kita dapat lebih mengenal sesembahan kita.

Pengertian / Arti Tafakur, Tulisan Arab, dan Penjelasannya

kaligrafi tafakur tulisan bahasa arab

Tafakur adalah berasal dari kata dalam bahasa Arab التفكر .

Ia merupakan isim masdar dengan kata kerja تفكر – يتفكر yang artinya adalah memikirkan sesuatu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), ia didefinisikan sebagai perenungan atau pengheningan cipta.

Baca Juga: Arti Muhasabah

Dalam bertafakur, kita hanya diperbolehkan untuk memikirkan makhluk dan dilarang dari berpikir mengenai dzat khaliq (Pencipta). Hal ini dikarenakan akal manusia adalah akal yang terbatas, sehingga tidak pantas untuk memahami sesuatu yang bukan kapasitasnya.

Tujuan dari tafakur adalah agar kita mendapatkan ketentraman dalam hati sehingga bertambah hikmah dan keyakinan akan Allah taala. Dengan ini, kita bisa menjadi lebih bersemangat untuk menjalankan aturan dan menjauhi larangan-Nya.

Contoh dan Cara Tafakur Alam Dalam Islam

Ilustrasi seorang lelaki sedang tafakur alam

Kita mungkin sering mendapat pertanyaan dengan model seperti ini, apa bukti bahwa Allah itu ada sedangkan Dia tidak terlihat?

Jawaban untuk pertanyaan ini sangatlah mudah jika kita mau bertafakur.

Gambarannya seperti ini:

Apakah Anda percaya jika saya katakan bahwa tulisan yang saat ini sedang anda baca adalah ada dengan sendirinya? Dengan kata lain, tidak ada seorang pun yang membuatnya.

Saya yakin, Anda tidak akan percaya karena itu adalah sesuatu yang mustahil. Selain itu, karena Anda juga telah tahu bahwa tulisan ini dibuat oleh tangan saya.

Demikianlah juga dengan alam semesta. Apakah bumi, langit, dan semua benda yang ada ini tidak ada yang menciptanya?

Itu tidak masuk akal. Tulisan saya yang remeh seperti ini memiliki pembuat, apalagi langit, bumi, dan alam semesta yang begitu besar.

Penciptanya bukan manusia yang lemah. Akan tetapi, penciptanya adalah Allah, Dzat yang Mahamampu untuk melakukan segala sesuatu.

Keutamaan Merenung / Bertafakur

bertafakur dan merenung pada keindahan alam

Merenung adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, Allah taala menjelaskan bahwa salah satu sifat orang beriman adalah orang yang selalu bertafakur. Allah berkalam:

“Sesungguhnya pada penciptaan lelangit dan bumi, serta pergantian malam dan siang sungguh ada bukti-bukti bagi orang-orang yang memiliki akal sehat (_) Yaitu orang-orang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan di atas lambung-lambung mereka serta mereka bertafakur pada penciptaan lelangit dan bumi.” [Qs. Ali Imran ayat 190-191]

Setelah selesai dari menjelaskan ayat ini, Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab tafsirnya mengatakan:

على الإنسان النظر والتفكر والاستدلال بعجائب صنع السموات والأرض، فهي ترشده إلى الإيمان الصحيح، إذ لا تصدر إلا عن حي قيوم قدير غني عن العالمين لأن الإيمان يجب أن يستند إلى دليل يقيني يدل على تحققه ووجوده، لا إلى التقليد أو محض الوراثة.

Seorang manusia wajib memperhatikan, merenungi, dan mencari petunjuk dengan keajaiban-keajaiban penciptaan lelangit dan bumi. Hal itu akan membawanya kepada keimanan yang shahih, karena semuanya tidak akan ada kecuali dari Dzat yang Maha Hidup dan Maha Mandiri. Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Cukup dari sekalian alam.

Keimanan harus disandarkan pada dasar yang kuat yang menunjukkan kebenaran dan keberadaan-Nya, tidak kepada taklid atau murni mengikuti. [At-Tafsirul Munir 4/209]

Demikianlah pengertian, makna, dan arti tafakur dalam Islam yang dapat kami jelaskan, wallahu a’lam.