Asmaul Husna dan Maknanya Lengkap

Mengerti asmaul husna dan maknanya adalah kewajiban seorang muslim dalam rangka mengenal Pemeliharanya.

Berikut ini nama-nama Allah taala dalam bahasa latin yang kami sertakan makna secara singkat. Semoga bermanfaat.

Asmaul Husna dan Maknanya

Berikut ini ulasan mengenai asmaul husna dan maknanya sebagai media belajar kita. Semoga bermanfaat.

Allah

1. Ar Rahman (Maha Pemurah). Dia memberikan kemurahan di dunia ini kepada siapa saja dari makhluk-Nya (baik ia kafir maupun beriman).

2. Ar Rohim (Maha Penyayang). Dia hanya sayang kepada orang beriman nanti di akhirat. Orang kafir di akhirat tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang Allah sama sekali, meskipun mereka itu menangis dan merengek-rengek hingga yang keluar dari air mata mereka adalah darah.

3. Al Malik (Maha Raja). Dia merajai segala sesuatu. Dia satu-satunya raja yang menguasai seluruh alam semesta. Entah itu alam tampak atau alam ghaib, semuanya berada dalam wilayah kerajaan Allah taala.

4. Al Quddus (Maha Suci). Allah tidak memiliki sifat yang tercela dan hina. Dia Maha Sempurna dalam segala sesuatu.

5. As Salam (Maha Menyelamatkan). Dia memberi keselamatan dari bahaya apapun kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

6. Al Mu’min (Maha Memberi Keamanan). Makna asmaul husna al mu’min adalah Dia tidak akan berbuat curang sama sekali, sehingga seluruh makhluk akan merasa aman dengan keputusan-Nya.

Namun, Dia tetap memberi hukuman bagi orang yang salah atau melanggar aturan-Nya dan memberi pahala bagi orang yang taat atau patuh kepada-Nya.

7. Al Muhaimin (Maha Menjaga Keutuhan). Segala sesuatu akan rusak dimakan usia. Meskipun begitu, setiap manusia harus menjaga keutuhan / kelestarian barang-barang yang ada, sebagai amanah dari Allah taala.

Allah melarang umat Islam dari berpecah belah. Allah menginginkan kesatuan, keutuhan, dan persatuan dari ummat Islam.

8. Al Aziz (Maha Gagah). Allah tidak akan bisa dikalahkan oleh siapapun.

9. Al Jabbar (Maha Menunjukkan Kekuasaan-Nya). Di suatu saat, bisa saja Allah menunjukkan kesaktian-Nya, sebagai bukti bahwa Dia Maha Mampu / kuasa untuk melakukan apa saja yang Dia kehendaki.

10. Al Mutakabbir (Maha Menunjukkan Kebesaran-Nya). Maha Menunjukkan Kebesaran-Nya atau menyombongkan diri.

Hanya Allah yang berhak untuk menyombongkan diri. Selain Allah tidak boleh sombong karena sesungguhnya mereka sangat kecil, dan tidak memiliki apapun untuk disombongkan.

11. Al Khaliq (Maha Menciptakan). Allah yang menciptakan pertama kali segala sesuatu yang ada di alam raya ini. Dengan demikian, hanya Dia yang berhak memiliki dan menguasai segala sesuatu yang ada.

Kemudian, hanya Dia yang berhak untuk menetapkan aturan atas segala sesuatu.

12. Al Bari (Maha Membuat). Setelah Allah menciptakan sesuatu untuk kali pertama, Dia pula yang membuat dan memperbanyak sesuatu itu selanjutnya.

13. Al Mushawwir (Maha Membentuk). Allah yang membuat macam-macam bentuk makhluk yang senantiasa ada perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya.

14. Al Ghaffar (Maha Pengampun). Allah selalu membuka pintu ampunan bagi makhluk yang mau meminta ampun kepada-Nya.

Sebesar dan sebanyak apapun dosa yang telah dilakukan seseorang, ketika dia mau bertaubat yang benar, pasti akan diampun oleh Allah.

15. Al Qahhar (Maha Memaksakan Kehendak). Allah pasti melaksanakan apa saja yang dikehendakinya. Tidak ada satu pihakpun yang bisa menghalangi Dia untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Akan tetapi, meskipun Allah memaksakan kehendak, tetapi semua kehendak Allah dapat dipastikan baiknya.

16. Al Wahhab (Maha Memberi). Allah selalu memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh makhluk dalam hidup ini meskipun tidak pernah diminta oleh mereka.

17. Ar Razzaq (Maha Memberi Rezeki). Rezeki seluruh makhluk diatur langsung oleh Allah.

18. Al Fattah (Maha Membukakan Kebaikan / Memberi Kemenangan). Seseorang yang merasa mendapat kemudahan dalam mencapai hal-hal yang baik, harus menyadari bahwa Allah lah yang memberinya kemudahan untuk melakukan hal itu. Inilah cara kita mengimani asmaul husna al fattah.

Orang yang ingin mendapatkan kemenangan harus minta tolong kepada Allah.

19. Al Alim (Maha Mengetahui). Allah yang menciptakan segala sesuatu. Dia sangat mengetahui keadaan makhluk-makhluk-Nya. Bahkan sampai dengan hal-hal yang paling rahasia sekalipun, Allah tetap mengetahuinya.

20. Al Qabidl (Maha Menggenggam / Menarik / Mencabut). Allah yang memberikan nyawa kepada makhluk hidup, lalu Dia pula yang menarik / mencabut ruh tersebut sehingga makhluk itu mati.

21. Al Basith (Maha Menghamparkan). Allah yang menghamparkan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

22. Al Khafidl (Maha Menjatuhkan). Jika ada orang yang diturunkan / dipecat dari jabatannya atau orang yang jatuh miskin, maka semua itu terjadi atas kehendak Allah taala.

23. Ar Rafi (Maha Meninggikan). Ketika ada orang yang naik jabatan atau naik ketenaran karena prestasinya, maka semua itu terjadi atas kehendak Allah taala.

24. Al Muiz (Maha Menjadikan Mulia). Seseorang yang mendapat kemuliaan / kehormatan, hakikatnya dia diberi oleh Allah taala. Bukan semata-mata karena jerih payah orang itu sendiri, meskipun sejatinya dia juga berusaha untuk mendapatkannya.

Kemuliaan hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang bertaqwa. Artinya, orang-orang yang mulia di hadapan Allah hanyalah orang-orang yang bertaqwa.

25. Al Mudzil (Maha Menjadikan Hina). Allah memandang rendah / hina kepada orang-orang kafir dan tidak mau bertaqwa kepada Allah.

Bahkan, dalam surat Al-Bayyinah mereka disebut sebagai syarrul bariyyah (sejelek-jelek makhluk)

26. As Sami (Maha Mendengar). Allah mendengar perkataan seluruh makhluk yang ada di alam semesta. Meskipun dengan suara yang keras, pelan, maupun suara yang masih di dalam hati.

27. Al Bashir (Maha Melihat). Allah melihat keadaan seluruh makhluk. Meskipun ia berada di tempat yang tertutup, suasana gelap gulita, dan dalam keadaan tertutup.

28. Al Hakam (Maha Menetapkan Hukum). Allah penguasa seluruh alam. Dialah yang berhak untuk membuat hukum.

Siapa saja yang tidak mau menerima hukum-Nya, bahkan membuat hukum sendiri, maka sama halnya dia ingin menyaingi Allah taala. Tentu saja, hal ini akan memunculkan murka-Nya.

29. Al Adl (Maha Adil). Allah memiliki sifat adil dalam segala sesuatu. Setiap hukum yang Dia tetapkan adalah hukum yang benar.

30. Al Lathif (Maha Lembut). Allah bersifat lembut / halus dalam kepribadian-Nya. Dia tidak memiliki sifat kasar / gegabah / serampangan.

31. Al Khabir (Maha Banyak Berita / Maha Waspada). Allah sangat teliti dan waspada terhadap segala sesuatu. Jika Dia ingin menyampaikan kabar / berita tentang sesuatu, Dia sanggup memberitakan semua yang berkaitan dengannya sampai sedetil-detilnya.

32. Al Halim (Maha Aris). Dia tidak tergesa-gesa untuk menghukum orang yang salah.

Allah sangat kasih sayang kepada makhluk-Nya. Selalu memberikan kesempatan kepada mereka yang bersalah untuk melakukan taubat. Akan tetapi, jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan, Allah tidak segan untuk membinasakan mereka.

33. Al Adhim (Maha Agung). Dia memiliki keagungan yang tidak ada bandingan.

34. Al Ghafur (Maha Pengampun).

35. Asy Syakur (Maha Berterima Kasih). Allah sangat berterima kasih kepada hamba yang mau hidup sesuai dengan aturan-Nya. Meskipun amal kebaikan seorang hamba itu kecil di mata manusia, tetapi Dia tidak segan untuk melipatgandakan pahalanya.

36. Al Aliy (Maha Tinggi).

37. Al Kabir (Maha Besar)

38. Al Hafidz (Maha Menjaga). Dia yang menciptakan segala sesuatu, Dia sendiri juga yang menjaga dan memelihara ciptaan-Nya. Dia juga yang menjaga amalan hamba-Nya untuk kemudian dibalas sesuai dengan amalnya.

39. Al Muqit (Maha Memberi Kecukupan / Maha Menetapkan Waktu). Allah yang memberi kecukupan kepada manusia baik kebutuhan jasmani maupun rohani. Allah juga Dzat yang menetapkan waktu seperti hari, bulan, dan tahun.

40. Al Hasib (Maha Menghitung). Allah membuat perhitungan terhadap amal manusia.

41. Al Jalil (Maha Luhur). Sifat keluhuran Allah tidak akan disamai oleh apapun dan siapapun.

42. Al Karim (Maha Mulia)

43. Ar Raqib (Maha Mengawasi). Allah selalu mengawasi gerak gerik manusia. Orang beriman pasti merasa bahwa dia selalu diawasi oleh Allah, sehingga mereka memiliki rasa malu kepada Allah.

44. Al Mujib (Maha Mengijabah Doa). Siapa saja yang mau berdoa kepada Allah dari kalangan umat Islam, pasti doanya dikabulkan oleh Allah. Jika belum diberikan di dunia, akan diberikan di akhirat.

45. Al Wasi (Maha Luas Kepunyaan-Nya). Maksud asmaul husna al wasi adalah semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah. Bahkan apa yang dimiliki oleh manusia sejatinya juga milik Allah.

46. Al Hakim (Maha Bijaksana). Semua keputusan yang diputuskan oleh Allah adalah keputusan yang sangat bijaksana.

47. Al Wadud (Maha Mencintai). Maknanya dari asmaul husna Al Wadud ini adalah Allah sangat cinta kepada hamba-hamba-Nya, sehingga orang kafir pun tidak langsung diadzab oleh-Nya. Karena barangkali mereka mau bertaubat.

Karena kecintaan Allah jugalah Dia turunkan petunjuk untuk meraih surga dan kebahagiaan abadi.

48. Al Majid (Maha Mulia).

49. Al Ba’its (Maha Membangkitkan). Allah akan membangkitkan / menghidupkan orang yang telah mati.

50. Asy Syahid (Maha Menyaksikan). Allah selalu menyaksikan perbuatan hamba-hamba-Nya di mana saja dan kapan saja.

51. Al Haq (Maha Benar). ALlah selalu benar di dalam perbuatan dan perkataan-Nya. Allah tidak pernah keliru sama sekali.

52. Al Wakil (Maha Mengurusi). Orang beriman pasti menyerahkan segala urusannya kepada Allah taala. Dan setiap urusan yang diserahkan kepada-Nya, pasti Dia bereskan. Perbuatan menyerahkan urusan kepada Allah ini disebut dengan tawakkal.

53. Al Qawiy (Maha Kuat). Kekuatan Allah tidak akan ditandingi oleh siapapun dan apapun.

54. Al Matin (Maha Kokoh). Pendirian Allah sangat kokoh dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun dan siapapun.

55. Al Wali (Maha Melindungi).

56. Al Hamid (Maha Terpuji). Semua tindakan yang Dia lakukan adalah baik dan terpuji.

57. Al Muhshi (Maha Merawat). Allah merawat semua amalan manusia, tidak ada yang terselip sedikitpun dari-Nya.

58. Al Mubdi (Maha Memulai). Allah yang memulai segala sesuatu.

59. Al Mu’id (Maha Mengulangi). Allah mengadakan sesuatu untuk kali kedua setelah kehancurannya.

60. Al Muhyi (Maha Menghidupkan). Allah adalah Dzat yang memberi kehidupan kepada semua makhluk hidup. Dia juga menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh mereka.

61. Al Mumit (Maha Mematikan). Allah adalah Dzat yang berhak mematikan apa yang telah Dia hidupkan. Seorang makhluk tidak berhak untuk membunuh orang lain atau diri sendiri.

62. Al Hayy (Maha Hidup). Allah tidak akan mati. Dia hidup kekal abadi.

63. Al Qoyyum (Maha Berdiri Sendiri)

64. Al Wajid (Maha Mendapatkan). Maksud asmaul husna al wajid adalah Allah selalu bisa mendapat segala sesuatu yang Dia inginkan. Tidak ada sesuatu yang hilang dari pandangan-Nya. Istilah hilang hanyalah berlaku untuk manusia.

65. Al Majid (Maha Mulia)

66. Al Wahid (Yang Satu). Tidak ada duanya.

67. Al Ahad (Maha Tunggal).

68. Ash Shomad (Tempat Bergantung). Semua makhluk membutuhkan Allah.

69. Al Qodir (Maha Kuasa). Dia adalah penguasa tertinggi di seluruh alam.

70. Al Muqtadir (Maha Menentukan). Sesuatu yang terjadi di alam raya ini adalah menurut takdir dari Allah.

71. Al Muqoddim (Maha Mendahulukan). Allah bersifat tertib. Perkara yang perlu didahulukan pasti Dia dahulukan.

72. Al Muakhkhir (Maha Mengakhirkan). Berkebalikan dari sifat al muqoddim, segala sesuatu yang perlu diakhirkan, pasti Dia akhirkan.

73. Al Awwal (Maha Pertama). Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada.

74. Al Akhir (Maha Akhir). Dia tetap ada di saat segala sesuatu menjadi hancur.

75. Adh Dhohir (Maha Nyata). Keberadaan Allah adalah nyata meskipun Dia belum tampak.

76. Al Bathin (Maha Tersembunyi)

77. Al Waali (Maha Memimpin)

78. Al Mutaali (Maha Suci)

79. Al Barr (Maha Baik)

80. At Tawwab (Maha Menerima Taubat). Sebanyak apapun dosa seorang hamba, Allah akan menerima taubatnya selagi dia bersungguh-sungguh.

81. Al Muntaqim (Maha Menyiksa). Dia pasti menyiksa siapa saja yang durhaka kepada-Nya.

82. Al Afuw (Maha Pemaaf)

83. Ar Ra’uf (Maha Belas Kasihan)

84. Malikul Mulk (Maha Memiliki Seluruh Kerajaan). Pada hakikatnya, seluruh alam adalah berada di bawah kerajaan Allah taala.

85. Dzul Jalali wal Ikrom (Maha Mempunyai Keluhuran dan Kemuliaan)

86. Al Muqsid (Maha Menegakkan Keadilan)

87. Al Jami (Maha Mengumpulkan). Seluruh makhluk dari jin dan manusia akan dikumpulkan di hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan amal.

88. Al Ghoniy (Maha Kaya)

89. Al Mughni (Maha Memberi Kekayaan)

90. Al Mani (Maha Menolak)

91. Adl Dlar (Maha Memberi Bahaya)

92. An Nafi (Maha Manfaat)

93. An Nuur (Maha Cahaya)

94. Al Hadi (Maha Menunjuki)

95. Al Badi (Maha Menciptakan Sesuatu yang Baru)

96. Al Baqi (Maha Kekal)

97. Al Warits (Maha Mewarisi)

98. Ar Rosyid (Maha Menunjuki kepada Kebaikan)

99. Ash Shobuur (Maha Sabar). Dia tidak mudah marah.

Demikianlah penjelasan mengenai asmaul husna dan maknanya yang dapat kami sampaikan, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat. Wabillahit taufiq.


Artikel asmaul husna dan maknanya oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Tebar kebaikan yuk dengan share tulisan ini!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.