Bacaan Istighosah Arab dan Latin Lengkap

Bacaan Istighosah – Kita sering mendengar kata istighosah. Entah itu dari mulut orang lain, dari media sosial, atau dari surat kabar.

Sebenarnya, apakah istighosah merupakan sunnah dari Rasulullah? Dan bagaimanakah doa istighosah yang dapat menjadi amalan kita?

Pengertian Istighosah

Istighosah adalah berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah thalabul ghauts. Maknanya adalah meminta bantuan untuk diselamatkan dari kesulitan, bencana, atau musibah.

Dalam islam, istighosah ada yang diperbolehkan dan ada yang tidak. Contoh istighosah yang diperbolehkan adalah istighosah kepada Allah dan kepada manusia yang masih hidup.

Istighotsah kepada Allah merupakan ibadah yang sangat agung dan mulia. Allah taala mengisahkan istighotsahnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di perang badar:

“Ingatlah tatkala kalian beristighosah kepada Pemelihara kalian, lalu dia ijabahi untuk kalian.” [Qs. Al-Anfal : 9]

Adapun istighotsah kepada manusia hukumnya diperbolehkan dengan syarat yang dimintai bantuan masih hidup, ada dihadapannya, mendengar, dan mampu memberikan apa yang diminta.

Istighotsah yang Dilarang

Adapun meminta bantuan kepada orang yang sudah meninggal seperti nabi, wali Allah, dan orang sholeh maka tidak diperbolehkan. Hal ini termasuk dari kesyirikan.

Allah taala berkalam:

“Jika kalian menyeru mereka, maka mereka tidak mendengar seruanmu. Dan kalaulah mereka mendengar, maka tidaklah mereka mengijabahi untuk kalian. Dan di hari kiamat mereka mengingkari dengan kesyirikan kalian.. .” [Qs. Fathir : 14]

Cara dan Bacaan Istighosah

Tidak ada aturan khusus mengenai cara melakukan istighosah.

Adapun yang bisa kita lakukan adalah dengan mengangkat tangan setinggi-tingginya. Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika di perang Badar.

Saat itu beliau berdoa sesuai dengan apa yang beliau inginkan. Menyebut nama Allah kemudian mengadukan masalah yang beliau alami dan meminta jalan keluar darinya.

Mengenai bacaan istighosah pada asalnya juga tidak ada kekhususan. Akan tetapi, kita bisa membaca doa pagi dan petang yang didalamnya terdapat kata istighosah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan doa berikut ini kepada Fathimah radliyallahu anha:

bacaan doa istighosah
gambar bacaan doa istighosah sesuai sunnah

Lafal Arab

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Lafal Latin

Ya hayyu ya qayyuum. Birahmatika astaghits. ashlihli sya’ni kullahu walaa takilni ilaa nafsi thorfata ain.

Artinya

Wahai Dzat yang Mahahidup dan Mahamemelihara, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan kepada-Mu. Perbaikilah segala urusanku semuanya. Dan janganlah Engkau serahkan segala urusanku itu kepadaku meskipun hanya sekejap mata. [Hr. An-Nasa’i]

Demikianlah pengertian, cara, dan bacaan istighosah, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.