Breaking News

Banyak CPNS Yang Mengundurkan Diri Setelah Mengetahui Gaji Mereka Rendah, Dan BKN Menyiapkan Sanksi Yang Lebih Keras

Organisasi sipil Negara (ASN) disebut sebagai ‘pekerjaan yang menjadi patung’ di Indonesia, dan merupakan stereotip yang sudah mengakar sejak zaman kolonial. Statusnya sebagai ASN diharapkan dapat memberikan stabilitas keuangan di hari tua, serta memberikan jalur karir yang stabil, karena memiliki skema pensiun. Padahal, dengan ASN, gaji dan tunjangan tidak lagi kompetitif di mata anak muda yang melamar, apalagi jika dibandingkan dengan swasta atau pengusaha.

Hal itu terkonfirmasi dalam data yang dirilis BKN pada 26 Mei 2022. Sebanyak 105 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos seleksi pada tahun 2021 mengundurkan diri. Departemen Perhubungan menempati urutan ke-11 sebagai calon pegawai yang paling banyak ditinggalkan. Jumlah ini sebenarnya hanya segelintir jika mengingat total 112.514 CPNS yang disetujui negara tahun lalu. Namun, jumlah orang yang mengundurkan diri kali ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah faktor menjadi penyebab keputusan ratusan CPNS mengundurkan diri. Namun, faktor kecil seperti gaji dan tunjangan mendominasi mengapa ASN tetap menjadi umpan untuk keamanan karir.

“[Banyak CPNS] dikejutkan dengan gaji dan tunjangan” kata Satya Pratama, Kepala Bagian Hukum, Humas dan Kemitraan BKN, saat diperiksa .

Faktor lain yang membuat orang menjauh dari CPNS adalah hilangnya motivasi (terkadang masih terkait dengan masalah gaji rendah) dan penempatan di mana harapan tidak terpenuhi. BKN menyayangkan keputusan mundur setelah seorang calon pegawai negeri sipil memangkas staf kunci. Keputusan pembentukan kementerian/lembaga terkait kembali kosong. BKN juga menanyakan mengapa pelamar harus melihat ke ASN terlebih dahulu untuk gaji + besaran gaji tergantung jurusan yang diinginkan.

Saat dihubungi secara terpisah oleh CNN Indonesia, Satya mengatakan akan memberikan sanksi yang lebih tegas kepada CPNS yang mengundurkan diri jika BKN diterima. Saat ini, sesuai Permen PANRB Nomor 27 Tahun 2021, CPNS yang drop out setelah melewati tahap seleksi akhir akan diblacklist dan tidak dapat mengikuti ujian berikutnya.

“Ke depan kami berencana untuk memperpanjang [sanksi daftar hitam]. Artinya, kami tidak akan bisa mengikuti seleksi CPNS untuk 5 tahun ke depan. Kami akan usulkan. Tidak,” kata Satya .

Selain dilarang mengikuti ujian CPNS untuk sementara, pelamar yang drop out dapat dikenakan denda dengan nominal yang berbeda-beda tergantung jurusan/lembaga penerima. Misalnya, dalam kasus Kementerian Luar Negeri, denda bagi PNS yang mengundurkan diri setelah mendapat persetujuan adalah sebesar Rp. 50 juta. Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia mengenakan denda sebesar Rp35 juta bagi pemohon yang mengundurkan diri saat menerima NIP.

Salah satu faktor yang membuat keputusan untuk pergi adalah rendahnya gaji sebelum wajib militer. Periode ini dapat dianggap sebagai masa percobaan satu tahun di semua CPNS sebelum pengangkatan resmi sebagai ASN. Menurut catatan Kontan, kecuali ditetapkan sebagai PNS, gaji yang dibayarkan kepada PNS hanya 80% dari total gaji. Tidak semua CPNS menerima honorarium selama periode tersebut.

Di sisi lain, jika Anda hanya bergantung pada gaji Anda, jumlahnya tidak terlalu besar. Gaji setiap PNS berbeda-beda menurut golongannya. Namun, dengan asumsi seseorang diterima sebagai pegawai negeri sipil dengan gelar sarjana, gaji pokok rata-rata adalah Rp 4,2 juta. Angka ini membuat kompensasi bagi PNS sama dengan upah minimum di beberapa provinsi jika Tukin tidak dimasukkan.

Akibatnya, gaji rata-rata PNS baru tidak menarik dibandingkan dengan swasta. Data OCBC NISP yang dikumpulkan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi baru di sektor energi, kreatif atau manajemen dan perbankan berpenghasilan lebih tinggi daripada ASN. Sementara itu, data pasar kerja Jobstreet menunjukkan bahwa sektor TI, teknik, akuntansi, dan manufaktur menawarkan gaji rata-rata yang sangat kompetitif dibandingkan dengan sektor lain, setelah lima tahun menjabat.

Sementara itu, pakar yang dihubungi VICE mengatakan, minat masyarakat terhadap lamaran CPNS tidak semata-mata karena gaji. Medrial Alamsyah, Direktur Riset Mendalam Pemerintah Indonesia (SIGI) dan pengamat reformasi birokrasi Indonesia, menilai minat menjadi pegawai negeri sipil di tanah air erat kaitannya dengan gengsi sosial.

“Masyarakat kita cenderung menganggap [beban kerja pegawai negeri] relatif mudah. Itu sebabnya karyawan pergi bekerja setiap hari, dibayar dan tidak peduli masih rendahnya tingkat kewirausahaan di masyarakat kita. Mereka lebih suka dibayar secara membabi buta daripada mencoba dan berinovasi, ”kata Medral.

Selain itu, minat yang besar untuk menjadi PNS didorong oleh kebijakan pemerintah sendiri, terutama di tingkat provinsi dan kabupaten. “Pemerintah daerah tidak memikirkan penciptaan lapangan kerja. Mereka pikir satu-satunya pekerjaan yang mudah diciptakan adalah pegawai negeri, dan birokrasi tumbuh dan sepertinya satu-satunya pekerjaan di daerah adalah pegawai negeri,” kata Medrial.