Breaking News

Cerita Kisah Teladan Nabi Adam dan Hikmah yang Bisa Diambil

Nabi Adam a.s. merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Adanya wujud yang paling sempurna. Semua umat islam di dunia pasti pernah mendengar cerita kisah teladan Nabi Adam a.s. beserta istrinya Siti Hawa. Berdasarkan kisah sang khilafah pertama di bumi ini, banyak sekali kisah teladan dan pelajaran yang bisa diambil.

Oleh karena itu, dalam ulasan ini akan membahas teladan dan hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Adam a.s. Teladan dan hikmah ini dapat dikembangkan dan digunakan bagi para umat Islam untuk meningkatkan taqwa dan keimanan. Sekaligus sebagai edukasi mengenai bagaimana manusia menjalani hubungan dengan sang penguasa.

1. Menahan Godaan dari dalam Maupun Luar Diri

Kisah Nabi Adam a.s. yang diturunkan ke Bumi bersama Siti Hawa karena melanggar larangan untuk memakan buah khuldi pasti sudah banyak diketahui orang. Nabi Adam a.s. memutuskan untuk melanggar perintah Allah SWT. Karena godaan setan dan begitu juga Siti Hawa yang telah terpengaruh oleh bujukan setan sehingga membujuk Nabi Adam a.s. untuk memakan buah Khuldi.

Akibatnya keduanya baik Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa harus menanggung akibat dari perbuatannya. Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap perbuatan datang dengan resiko dan akibatnya tersendiri. Ada baiknya para umat muslim melatih diri untuk menahan godaan baik dari luar maupun dalam diri. Hal ini agar tidak menanggung akibat yang buruk dari perbuatannya sendiri.

2. Setia dan Sabar dalam Menghadapi Cobaan

Cerita kisah teladan Nabi Adam a.s. selanjutnya adalah sikapnya yang setia dan sabar dalam menghadapi cobaan. Konsekuensi dari perbuatan Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa adalah diturunkan ke Bumi secara terpisah. Keduanya perlu waktu hingga 40 tahun sampai akhirnya bertemu lagi dan mulai membangun keluarga.

Hal ini menunjukan kesetiaan dan kesabaran baik Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa dalam menghadapi cobaan. Mereka bersabar dan terus berusaha saling mencari hingga akhirnya keduanya dipertemukan.

 3. Bertaubat dengan Sungguh-Sungguh

Baik Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa benar-benar menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh mereka adalah salah. Karena bagaimanapun mereka melanggar perintah Allah SWT. Karena itu alih-alih protes karena telah diturunkan dari Surga ke tempat yang sulit seperti Bumi. Keduanya malah memohon ampun dan bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Taubat Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa ini didengar dan diterima oleh Allah SWT.  Setelah itu dosa-dosa keduanya pun diampuni. Kemudian kehidupan keduanya diperbaiki, mulai dari dapat bertemu kembali sampai mendapatkan keberuntungan dalam hidup di Bumi.

4. Tidak Mengeluh dengan Cobaan yang Ada

Setelah tobatnya diterima Nabi Adam a.s. diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Allah SWT memberikan kehidupan yang baik dan posisi yang tinggi bagi Nabi Adam a.s. walaupun telah berbuat kesalahan sebelumnya. Hal ini menunjukan bahwa sebagai manusia, ada baiknya tidak mengeluh dengan cobaan yang tengah dihadapi. Serta tetap menjalani hidup dengan hati yang ikhlas.

Percayakan segalanya kepada Allah SWT sembari terus berusaha. Karena selalu ada tempat yang tinggi dan yang lebih baik. Bagi orang-orang yang mampu dan berhasil melewati cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.

5. Mengakui Kesalahan dan Dosa yang Telah Dilakukan

Sebagai manusia biasa pastilah tidak ada yang luput dari dosa dan kesalahan. Bahkan Nabi Adam a.s. yang merupakan seorang nabi pun tidak terlepas dari hal tersebut. Namun tidak banyak manusia yang sanggup  untuk mengakui kesalahan dan dosa yang memang telah dilakukan. Bahkan zaman sekarang banyak orang yang tidak mau mengakui kesalah. Lebih buruk lagi, saling menyalahkan dan menimpakan masalah dan kesalah kepada orang lain.

Nabi Adam a.s. dengan berani dan ikhlas mengakui dosa dan kesalahannya kepada Allah SWT. Beliau bersedia menerima segala jenis hukuman yang dilimpahkan dan berusaha untuk mendapatkan maaf dan pengampunan dari Allah SWT.

Itulah 5 cerita kisah teladan Nabi Adam a.s. beserta istrinya Siti Hawa. Kisah Nabi Adam a.s. jika diselami lebih dalam lagi. Pastinya akan lebih banyak lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Terutama dalam hal mengenai pertobatan, kesetiaan, dan kesabaran dalam menghadapi ujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.