Mengenal Ciri-Ciri Cinta Karena Allah

Banyak orang mengaku cinta seseorang karena Allah, padahal sebenarnya cinta mereka hanyalah atas dasar nafsu belaka. Dalam hal ini, kita perlu berhati-hati karena ia termasuk dari iman.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أوثق عرى الإيمان: الموالاة في الله والمعاداة في الله والحب في الله والبغض في الله عز وجل

“Paling kuatnya tali iman adalah: Saling berwali karena Allah, saling mengasihi karena Allah, mencintai karena Allah, dan benci karena Allah.” [Shahihul Jami’, h. 2539]

Oleh karena itu, agar kita tidak keliru dalam mengamalkan hadits ini, kita perlu mengenal apa itu ciri-ciri cinta karena Allah.

Cinta Karena Allah

Cinta adalah manusiawi. Setiap manusia yang memiliki nyawa pasti memiliki cinta.

Ia adalah anugrah yang telah Allah berikan sebagai wujud rahmatnya agar manusia saling mengasihi. Selain itu, agar ukhuwwah yang Dia perintahkan bisa terjalin dengan baik.

Akan tetapi, meskipun ia merupakan sifat asli, kita dilarang untuk mengumbarnya. Ada batasan-batasan yang harus kita ketahui dan kita jaga tentang cinta.

Keutamaan Mencintai Seseorang Karena Allah

Sebagai perkara yang memiliki posisi penting dalam Islam dan bahkan termasuk dari cabang iman, tentu saja amalan ini memiliki keutamaan.

Di antara keutamaan cinta karena Allah adalah sebagai berikut:

1. Melengkapi Salah Satu Cabang Iman

Dalilnya adalah hadits yang telah lewat pada pembukaan artikel ini. Oleh karenanya, bila anda adalah orang yang mengaku beriman, tentu anda akan mengamalkan amalan ini.

2. Mendapat Cinta Allah

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang akan mengunjungi temannya karena dia mencintainya karena Allah. Di tengah jalan, dia ditemui oleh malaikat yang berwujud manusia yang mengatakan:

فَإِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكَ، بِأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ

“Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu. (Untuk mengabarkan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya karena-Nya.” [Hr. Muslim]

3. Mendapatkan Naungan Allah

Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada 7 golongan yang akan mendapat naungan dari Allah di Hari Kiamat. Padahal, di hari itu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Salah satu golongan itu adalah:

وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

“Dan dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berdua berkumpul karena-Nya dan mereka berpisah karena-Nya.” [Muttafaqun ‘alaih]

4. Mendapatkan Manisnya Iman

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa ada 3 syarat agar seseorang mendapatkan manisnya iman. Salah satunya adalah:

وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ

“Dan bahwasanya (ketika) dia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.” [Muttafaqun ‘alaih]

Ciri-Ciri Cinta Karena Allah

Seorang pemuda mencintai seorang pemudi dan mengajaknya untuk pacaran. Pura-pura membangunkan untuk sholat tahajud dan dia mengatakan bahwa cintanya adalah karena Allah. Padahal, yang seperti itu adalah salah.

Cinta yang seperti itu adalah cinta karena setan. Sebab, pacaran merupakan kemaksiatan dan Allah telah melarangnya. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Isra (17) : 32 bahwa Allah melarang kita dari mendekati zina.

Oleh karena itu, kita perlu mengenal ciri-ciri cinta karena Allah agar kita tidak terjerumus pada cinta yang salah.

Berikut ini diantara ciri-cirinya:

1. Cinta Tidak Tergantung Kondisi

Ia tidak bertambah karena perbuatan baik dan tidak berkurang karena perbuatan buruk.

2. Ingin Cocok dalam Segala Hal

Ketika seseorang telah mencintai seseorang, maka ia akan berusaha menyesuaikan kehidupannya kepada kehidupan orang yang dicintainya.

3. Tidak Iri dan Dengki

Sifat ini telah dicontohkan oleh kaum Muhajirin dan Anshar. Para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang saling mencintai karena Allah.

Dalam surat Al-Hasyr (59) ayat 9, Allah taala menyebutkan sikap orang-orang Anshar kepada orang Muharjirin:

وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“Dan mereka (orang Anshar) tidak mendapati dalam dada-dada mereka itu ada keperluan dari apa-apa yang mereka (orang Muhajirin) diberi. Dan mereka (orang Anshar) mendahulukan orang lain dari diri-diri mereka sendiri, meskipun pada mereka ada kebutuhan.”

5. Bersikap Kepada Orang Lain Sebagaimana Ingin Diperlakukan

6. Tolok Ukur Cinta adalah Ketaatan

Bagian ini sering tidak dipahami oleh orang-orang yang mengaku telah cinta karena Allah. Padahal, tolok ukur cinta mereka rata-rata berkisar antara rupa, harta, dan tahta.

Orang yang mencintai karena Allah hanya akan mencintai jika orang yang dia cintai berada dalam ketaatan dan dia sendiri juga berada dalam ketaatan.

Demikianlah pembahasan tentang cinta karena Allah yang dapat kami sampaikan, wallahu a’lam. Semoga Allah menjadikan rasa cinta yang Dia anugrahkan kepada kita tetap suci dan terjaga sehingga bisa menjadi sarana mencapai kebahagiaan akhirat, amin.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.