Doa Melunasi Hutang Sebesar Gunung Sesuai Sunnah

Doa Melunasi Hutang – Banyak orang mengatakan, menghutang itu ibarat menggali lubang. Apabila dipikir, memang tepat jika disebut demikian.

Hutang berpotensi membuat orang terjatuh pada kesusahan. Membebani pikiran sekaligus mendatangkan kesedihan.

Pengertian Utang Piutang

Definisi utang piutang adalah memberikan sebuah pinjaman kepada orang lain diiringi sebuah perjanjian bahwa orang tersebut akan mengembalikannya pada waktu yang mereka telah bersepakat padanya.

Meski sebenarnya dibenci, tapi tidak mudah untuk menghindarinya. Terkadang seseorang menghadapi kondisi yang sulit dan mengharuskannya untuk berutang kepada orang lain.

Apalagi, ketika kebutuhan hidup menjadi semakin sulit seperti sekarang ini. Pemberi pinjaman jangka pendek maupun panjang semakin menjamur.

Cara agar Terbebas dari Hutang

Setelah anda mengetahui bahaya hutang dan ingin hidup jauh dari hutang, bacalah doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

ALLAHUMMA INNI AUDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI, WAL AJZI WAL KASAL, WAL JUBNI WAL BUKHL, WA DLOLA’ID DAIN, WA GHOLABATIR RIJAL.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kegelisahan dan kecemasan, dari kelemahan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari lilitan hutang, dan dari penindasan orang.” [Hr. Al-Bukhari]

Memberikan Pinjaman atau Utang

Membantu sesama adalah suatu amalan yang sangat dihasung dalam Islam. Apalagi kepada seseorang yang sedang mengalami kesengsaraan, penderitaan, dan kesulitan hidup.

Salah satu contoh membantu sesama adalah memberikan pinjaman atau piutang.

Ketika tidak mampu untuk mengikhlaskan harta secara cuma-cuma kepada orang yang membutuhkan, kita bisa memberi utang kepada mereka.

Keutamaan Memberi Hutang

Tidak ada hadits yang jelas menunjukkan tentang keutamaan memberi hutang kepada orang lain.

Meskipun demikian, meminjamkan uang kepada orang lain sebagai utang tetaplah utama. Tentu apabila diniatkan untuk meringankan kesusahan orang tersebut.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Barang siapa menghilangkan dari orang yang beriman akan satu kesusahan dan kesusahan-kesusahan dunia, Allah pasti akan menghilangkan darinya akan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. [Hr. Muslim]

Meskipun baik bagi orang lain untuk memberi utang kepada kita, tetap lebih baik bila kita menghindari berutang.

Tanggung jawab di dunia sangat berat, tanggung jawab di akhirat akan lebih berat apabila utang tidak dibayar.

Bahkan, orang yang mati syahid ketika masih memiliki hutang, dia tetap harus mempertanggungjawabkan utangnya. Padahal, secara umum orang yang mati syahid langsung masuk ke dalam syurga.

Ketika ada seorang sahabat bertanya apakah dosanya dihapus ketika dia mati syahid, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab:

نَعَمْ، وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ، مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ، إِلَّا الدَّيْنَ، فَإِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ قَالَ لِي ذَلِكَ

Ya, jika kamu sabar dan berharap, maju menghadap tanpa mundur. Kecuali jika masih memiliki utang. Karena sesungguhnya Jibril alaihis salam berkata begitu kepadaku. [Hr. Muslim]

Jenis Utang

Dalam hukum Islam, utang dikenal dengan istilah al-qardh yang artinya adalah pinjaman.

Qardh sendiri dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

  1. Qardh hasan (utang yang baik)
  2. Qardh ribawi (utang berbunga)

1. Utang yang Baik

Utang piutang yang baik dan halal adalah sebuah transaksi dari pemberi pinjaman kepada orang yang meminjam dengan dasar rasa ingin menolong dan rasa belas kasih.

Tujuannya adalah agar orang yang meminjam mampu memenuhi hajatnya yang mendesak dan mengembalikan pinjamannya dengan nilai yang sama dan tidak ada syarat untuk melebihkannya.

2. Utang Ribawi

Pada asalnya, utang piutang ribawi atau yang haram bentuknya sama seperti utang yang baik. Akan tetapi, ada tambahan syarat bahwa peminjam harus mengembalikan pinjaman dengan jumlah nilai yang lebih banyak dari yang dipinjam atau dihutang (riba).

Utang jenis inilah yang harus anda hindari. Allah taala berkalam:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Dan Allah menghalalkan jual beli dan Dia mengharamkan riba. [Qs. Al-Baqarah (2) : 275]

Doa Melunasi Hutang

Seorang muslim yang memiliki utang dihasung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk segera melunasinya. Bahkan, beliau menyatakan bahwa menunda pelunasan oleh orang yang mampu termasuk kezaliman.

Kewajiban Membayar Hutang

Membayar utang termasuk dari hal-hal yang harus disegerakan dalam Islam.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda pembayaran hutang oleh orang yang mampu adalah sebuah kezaliman. [Hr. Bukhari dan Muslim]

Salah satu cara agar kita mudah membayar hutang adalah dengan berniat mengembalikannya saat meminta pinjaman. Dalam hadits yang lain, beliau juga bersabda:

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

Barang siapa meminjam harta manusia karena ingin mengembalikannya, maka Allah pasti akan mengembalikan baginya. Dan barang siapa meminjam karena ingin membinasakannya, Allah pasti membinasakannya. [Hr. Al-Bukhari]

Doa Melunasi Hutang

Meskipun anda terlilit hutang yang banyak sampai sebesar gunung, Allah akan memberi jalan kemudahan bagi anda. Tentu saja dengan syarat bahwa anda memang benar-benar berniat untuk mengembalikannya.

Dalam kitab sunan At-Tirmidzi ada sebuah hadits yang berkaitan dengan hal ini.

Pernah ada seorang budak mukatab yang datang kepada Ali bin Abi Thalib radliyallahu anhu. Dia mengadu tentang kesulitannya untuk membayar uang perjanjian dengan tuannya agar dia bisa bebas.

Mendengar hal itu, maka Ali radliyallahu anhu memberitahukan doa yang diajarkan Rasulullah berikut ini. Meskipun hutang sebesar gunung Shier, maka Allah akan memudahkannya untuk membayar.

Bacaan Doa Melunasi Hutang Arab

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Bacaan Doa Melunasi Hutang Latin

Allahummakfini bihalalika an haromik, wa aghnini bifadlika amman siwak.

Artinya

Ya Allah, berilah kecukupan untukku dengan sesuatu yang halal dari Engkau daripada pemberian Engkau yang haram. Dan berilah kekayaan kepadaku dengan karunia Engkau daripada selain Engkau.”

Gambar Doa Melunasi Hutang

doa melunasi hutang

Jangan melupakan adab berdoa agar apa yang anda minta mustajab dan dikabulkan Allah. (baca: adab berdoa)

Hutang adalah berbahaya. Apabila seseorang meninggal dan utang itu tidak dibayar, maka utang itu akan ditagih nanti di akhirat.

Amalan Ketika Mengembalikan Utang

Setelah kita mendapat kebaikan dari orang lain, kita dihasung untuk membalas budi. Dalam Islam, terdapat adab yang baik bagi orang ketika membayar utang.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar utang. [Hr. Al-Bukhari dan Muslim]

Bahkan, tidak hanya menghasung, beliau juga telah memberikan contoh. Ketika beliau berutang unta kepada seseorang, beliau mengembalikan dengan unta yang lebih baik.

Jadi, bila anda meminjam uang 100 ribu misalnya, maka akan lebih baik jika anda mengembalikannya menjadi 110 ribu.

Akan tetapi dengan syarat bahwa kelebihan tidak termasuk perjanjian di awal transaksi utang, agar tidak termasuk riba.

Demikianlah pembahasan seputar utang piutang yang dapat kami sajikan, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

One Response

  1. Tukang sapu Oktober 14, 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.