/ /

Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban Artinya, Tulisan Arab, dan Tafsir

Kalimat fabiayyi ala irobbikuma tukadziban sering kita dengar. Bahkan mungkin tidak hanya satu atau dua kali, melainkan berulang kali.

Ketika mendengarkan khutbah dari seorang pembicara, ketika mengikuti forum pengajian, atau ketika sedang diskusi keislaman ia sering diucapkan.

Oleh karena itu, sebenarnya apa arti dan maksud dari kalimat ini? Apa juga yang menyebabkan ia begitu populer?

Arti Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban dan Tulisan Arab

Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban adalah berasal dari tulisan bahasa Arab فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ yang artinya “maka nikmat Pemelihara kalian manakah yang kalian dustakan?” Ia merupakan sebuah pertanyaan. Allah menyebutkannya secara berulang dalam surat Ar-Rahman Ar-Rahman (55) salah satunya dalam ayat ke-13.

Meaning In English

Then which of the favours of your Lord will ye deny?

Sekedar mengingatkan, cara membacanya bukan pabiayyi ala irabbikuma tukassiban. Sebagian dari kita masih membaca dengan bacaan itu. Padahal, itu keliru jika ditinjau dari segi huruf-hurufnya.

Jumlah Pengulangan Ayat

Ayat ini sangat spesial, karena Allah taala tidak menyebutkannya sekali saja. Dalam surat Ar-Rahman, Allah menyebutkannya berkali-kali sebanyak 31 kali.

Allah taala menyebutkannya dalam ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77.

Pengulangan ini Allah letakkan pada 4 pembahasan, yaitu:

  • Setelah membahas ayat tentang keajaiban ciptaan Allah yang ada di bumi dan langit serta tentang Hari Kebangkitan. Pengulangan disebutkan sebanyak 8 kali.
  • Setelah membahas ayat tentang siksaan api neraka.  Sebanyak 7 kali Allah taala mengulang ayat ini.
  • Setelah menjelaskan ayat berkenaan syurga dan kenikmatannya. Dalam pembahasan ini ayat fabiayi ala irabikuma tukadziban diulang sebanyak 8 kali.
  • Setelah membicarakan ayat berkaitan dengan adanya syurga yang lain. Pengulangan sebanyak 8 kali.

Sebuah ayat disebutkan secara berulang-ulang sangat mustahil tanpa sebab. Pasti ada alasan dibaliknya, salah satunya adalah agar kita mau tadabbur akan isinya.

Tafsir Surah Ar Rahman Fabiayi Ala I Rabbikuma Tukazziban

Ibnu Katsir rahimahullah ketika sampai pada pembahasan ayat fabiayyi ‘ala`i robbikuma tukadzdziban, beliau menjelaskan:

“Maka dengan nikmat yang manakah – wahai sekalian 2 yang berat (ats-tsaqalain), dari kalangan manusia dan jin – kalian dustakan?”

Mujahid mengatakannya (penjelasan seperti di atas) dan tidak hanya satu (ulama). Konteks kalimat setelahnya juga menunjukkan kepadanya.

Maksudnya: Nikmat-nikmat telah nyata atas kalian dan kalian diliputi dengannya. Kalian tidak mampu mengingkari dan menyangkalnya.

Maka, kita mengucap sebagaimana jin yang beriman berkata: “Ya Allah, tidak ada sesuatupun dari nikmat-nikmat-Mu wahai Pemelihara kami, yang kami dustakan. Segala puji bagi Engkau.” Ibnu Abbas berkata: “Tidak dengan yang manapun wahai Pemelihara kami”. Maksudnya: Kami tidak mendustakan dengan sesuatupun darinya. [Tafsirubnu Katsir 7/491]

Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan makna ayat ini:

Maka dengan nikmat-nikmat yang telah lalu manakah yang kalian dustakan wahai sekalian jin dan manusia? Khitab (konteks pembicaraan) adalah ats-tsaqalain: manusia dan jin.

Kita juga telah mengetahui bahwa ayat tersebut diulang dalam surat ini sebanyak 31 kali setelah (penyebutan) setiap cabang nikmat. Allah menjadikannya sebagai pembatas di antara 2 nikmat untuk menguatkan peringatan dengan nikmat-nikmat, untuk pembenaran mereka dengannya, dan untuk memberikan perhatian akan pentingnya. [At-Tafsirul Munir 27/199]

Dari 2 penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa ayat ini ditujukan kepada manusia dan jin, yaitu Allah memerintahkan agar mereka mengingat nikmat-nikmat-Nya dan bersyukur, serta tidak mendustakannya.

Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai arti fabiayyi ala irobbikuma tukadziban, tulisan Arab, dan maksud atau tafsir dari ayat ini, wallahu a’lam.

3 Comments

  1. Itu salah
    yg betul kan pake kasroh bukan fathah
    bacanya tukaddiban bukan tukaddaban
    Artinya udah beda
    Jangan ngawur kalo posting tentang Quran
    Quran bukan bahan candaan

    1. Sebelumnya terima kasih, tetapi mohon dilihat kembali ka. Harakat dzal berada di bawah tasydid yang itu artinya kasrah. Memang tulisan komputer seperti itu..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *