4 Hadits Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Hadits Tentang Puasa Dzulhijjah – Memasuki bulan haji ini, sebagian muslimin bersiap-siap untuk melakukan amalan 10 hari sebelum idul adha. Di antaranya adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Hal itu terjadi karena mereka menganggap puasa pada hari itu merupakan sunah yang sangat penting. Memang, hal itu hakikatnya benar.

Namun, sebenarnya ada puasa lain yang juga sunah dilakukan pada bulan Dzulhijjah. Apa saja itu? Mari cek lanjutan di bawah.

Hadits-Hadits Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Ada banyak hadits-hadits keutamaan puasa Dzulhijjah yang sudah menyebar di kalangan kita. Sebagian dari hadits-hadits tersebut bisa kita amalkan karena kuat. Namun, dari hadits-hadits yang tersebar juga ada yang lemah.

Berikut ini kita bahas hadits-hadits keutamaan puasa Dzulhijjah sebelum idul adha. Pembahasan ini untuk mengetahui mana hadits yang dapat jadikan sebagai dasar dan mana yang tidak.

1. Hadits Keutamaan Amal Tanggal 1-9 Dzulhijjah

Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا العَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا: وَلاَ الجِهَادُ؟ قَالَ: وَلاَ الجِهَادُ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ

“Tidaklah ada amalan pada hari-hari yang lebih utama padanya daripada hari-hari ini.” Mereka (para sahabat) bertanya: Meskipun jihad? Beliau menjawab, “Meskipun jihad, kecuali seseorang yang mempertaruhkan nyawa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatupun (syahid).” [Hr. Al-Bukhari]

Maksud “hari-hari ini” pada hadits di atas adalah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah sebagaimana dijelaskan oleh para pensyarah hadits.

Oleh karenanya, bagi anda-anda yang kuat, silakan saja untuk menambah amalan dengan puasa pada hari-hari ini. Apalagi bagi para jomblo, memperbanyak puasa sangat dianjurkan 🙂

2. Tanggal 9 Dzulhijjah / Puasa Arafah

Puasa pada tanggal 9 adalah puasa arafah.

Puasa arafah inilah yang biasanya kita lakukan. Dalilnya merupakan hadits yang shahih. Dalam kitab Shahih Muslim, ketika Nabi ditanya tentang keutamaan puasa hari Arafah, beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“Dia (puasa arafah) menghapus dosa setahun yang telah lewat dan setahun yang akan datang.” [Hr. Muslim]

Hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan puasa hari Arafah. Puasa di hari itu dapat menghapus dosa 2 tahun. 1 tahun yang telah lalu dan 1 tahun kedepan.

Sebagai seorang muslim yang penuh dosa, tentu jangan sampai kita melewatkan kesempatan untuk menghapus dosa ini.

3. Hadits Puasa Tanggal 8

Tanggal 8 dari bulan Dzulhijjah disebut dengan Hari Tarwiyah. Sebagian muslimin berpuasa di hari ini berdasarkan hadits berikut:

صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ

“Puasa di hari Tarwiyah adalah penghapus dosa setahun dan puasa di hari Arafah adalah penghapus dosa dua tahun.” [Hr. As-Suyuthi dalam Al-Jami’ush Shagir]

Hadits tersebut menjelaskan keutamaan berpuasa pada hari tarwiyah. Yaitu bahwa ia menghapus dosa satu tahun. Mungkin karena ingin mendapatkan keutamaan inilah sebagian muslimin mengamalkannya.

Sayangnya, berpuasa di hari tarwiyah berdasarkan hadits ini tidaklah tepat. Hadits ini merupakan hadits dlaif. [Lihat penjelasannya dalam Irwa’ul Ghalil susunan Al-Albani, hadits 956]

4. Puasa di Bulan-Bulan Haram

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ “، وَقَالَ: بِأَصَابِعِهِ الثَّلَاثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا

“Berpuasalah di sebagian hari pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah. Berpuasalah di sebagian hari pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah.” Beliau berisyarat dengan 3 jari, lalu mengumpulkannya. Kemudian beliau melepasnya. [Hr. Abu Dawud]

Hadits di atas secara jelas menunjukkan perintah beliau atas puasa pada sebagian hari di bulan-bulan haram. Bulan-bulan haram berjumlah empat, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Satu tahun telah berputar sebagaimana keadaannya di hari Allah menciptakan lelangit dan bumi. Satu tahun adalah duabelas bulan. Darinya ada empat bulan yang haram. Tiga berurutan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Dan Rajab Mudhar, yang berada di antara Jumadil yang kedua dan Sya’ban.” [Hr. Al-Bukhari]

Sayangnya, menggunakan hadits riwayat Abu Dawud di atas sebagai dalil berpuasa di bulan-bulan haram adalah tidak tepat.

Hadits tersebut berderajat dlaif alias lemah. Pada sanadnya terdapat rawi bernama Mujibah Al-Bahili yang merupakan rawi majhul. [Lihat Dlaifu Sunani Abi Dawud susunan Al-Albani hadits 419]

Kesimpulan Puasa Sebelum Idul Adha

Demikianlah penjelasan mengenai hadits-hadits keutamaan puasa dzulhijjah.

Intinya, puasa yang dapat kita amalkan adalah puasa Asyura karena ada dalil kuat yang mendasarinya. Adapun pada tanggal 1-9, anda juga boleh berpuasa.

Akan tetapi, niatkanlah untuk menambah amalan karena dalil yang kuat hanya berkaitan dengan keutamaan memperbanyak amal di hari-hari itu, wallahu a’lam.

Wabillahit taufiq, semoga bermanfaat.

Artikel: Al-Fikry.com

Boyolali, 17 Juli 2019.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.