Hadits tentang 7 Macam Dosa Besar

Dosa, termasuk apa yang disebutkan dalam hadits tentang 7 macam dosa besar ini adalah sesuatu yang sangatlah berbahaya.

Dosa adalah sumber dari segala keburukan. Musibah, kehidupan yang tidak baik, dan puncaknya adalah neraka. Oleh karenanya, sebagai seorang muslim kita harus menjauhinya sejauh-jauhnya.

Dosa terbagi menjadi dua macam, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Dari dua dosa ini pun juga masih terdapat tingkatan-tingkatan lainnya. Misalnya dosa besar, ada tingkatan yang paling besar, besar yang sedang, dan besar yang biasa.

Adapun yang akan kita bahas di sini adalah hadits tentang dosa besar yang membinasakan pelakunya. Orang yang melakukan dosa-dosa berikut ini langsung diancam oleh Allah dengan balasan neraka, naudzubillah min dzalik.

  1. Tulisan Arab dan Artinya

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, dia berkata:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ

“Dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: Jauhilah oleh kalian akan 7 hal yang membinasakan.”

Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah! Apa saja hal itu?

Beliau menjawab: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah kecuali dengan haknya, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri di hari peperangan, menuduh seorang wanita yang terjaga, mukmin, yang lalai.”

[Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari, Imam Muslim, dan selain keduanya.]

Baca Juga: Hadits tentang Sabar

7 dosa berat

  1. Keterangan Hadits

Hadits ini adalah hadits tentang 7 macam dosa besar. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mewanti-wanti kita agar tidak melakukan 7 perkara karena itu membinasakan.

Mengenai maksud membinasakan ( المُوبِقَاتِ ), Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ia adalah dosa-dosa besar. [Fathul Bari 12/182] Adapun 7 dosa besar yang dimaksud dalam hadits ini adalah:

  1. Syirik. Ia adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, sama saja dengan benda mati atau makhluk hidup. Syirik adalah dosa besar yang paling besar. Bahkan ia adalah dosa besar yang tidak diampuni.

Dalam beribadah kepada Allah, seorang hamba diperintah untuk ikhlash, yaitu memurnikan niat hanya untuk-Nya.

وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Dan hadapkanlah wajahmu untuk dien ini dalam keadaan lurus dan janganlah engkau menjadi termasuk dari golongan orang-orang musyrik.” [Qs. Yunus (10) ayat 105]

Termasuk dari kesyirikan adalah perbuatan riya’ atau berbuat sesuatu karena ingin dilihat oleh manusia. Ketika seseorang berbuat riya, dia meniatkan amalannya untuk selain Allah dan ini adalah syirik. Riya’ adalah syirik, tetapi masih banyak orang yang tidak menyadarinya.

  1. Sihir. Pada hakikatnya, sihir merupakan salah satu dari berbagai macam perbuata menyekutukan Allah taala.

Seorang penyihir meminta pertolongan kepada jin untuk menyelesaikan apa yang menjadi permintaan penyihir tersebut. Dan biasanya, jin tidak akan memberikan apa yang diminta penyihir, kecuali setelah penyihir melakukan ritual yang dipersembahkan kepada jin.

  1. Membunuh jiwa tanpa haknya. Islam telah melarang seorang muslim membunuh orang lain tanpa alasan yang sesuai syariat. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ دِمَاءَكُمْ، وَأَمْوَالَكُمْ، وَأَعْرَاضَكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian akan darah-darah, harta-harta, dan harga diri-harga diri kalian sebagaimana haramnya hari, bulan, dan tanah kalian ini.” [Muttafaqun alaih]

Dalil di atas menjadi dasar bahwa seorang muslim dilarang berbuat zalim terhadap muslim lain, sama saja berkaitan dengan darah, harta, dan kehormatan.

Adapun alasan yang diperbolehkan oleh syariat bagi seorang muslim untuk menumpahkan darah muslim yang lain adalah berjumlah 3. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ، إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ

“Tidaklah halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan kecuali Allah dan bahwasanya aku adalah utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari 3 sebab: seseorang yang pernah menikah yang berzina, penggantian jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya, yang memisahi jamaah.” [Muttafaqun alaih]

  1. Memakan Riba. Dosa riba sangat berbahaya. Bahkan seorang pemakan riba telah ditantang oleh Allah taala dan Rasul-Nya untuk berperang. Allah taala berkalam:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (278) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

“Wahai orang-orang yang mengaku beriman! Bertaqwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah apa yang tersisa dari riba jika kalian adalah orang-orang yang beriman. (_) Maka jika kalian tidak melakukannya, maka umumkanlah dengan peperangan dari Allah dan Rasul-Nya.” [Qs. Al Baqarah (2) ayat 278-279]

  1. Memakan harta anak yatim. Memakan harta orang lain secara zalim adalah haram, terlebih jika itu adalah harta anak yatim.

Definisi anak yatim menurut Islam adalah seorang anak yang kehilangan ayahnya sebelum mencapai usia baligh. Allah taala berkalam:

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ

“Dan janganlah kalian mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang ia adalah terbaik hingga dia sampai masa balighnya.” [Qs. Al An’am (6) ayat 152]

  1. Melarikan diri dari peperangan. Mundur dari medan perang adalah dosa besar dalam Islam. Pelakunya diancam dengan neraka oleh Allah taala.

Namun, dikecualikan dari masalah ini adalah orang yang mundur dari peperangan karena menyusun strategi. Selain alasan ini, maka orang-orang yang melarikan diri dari peperangan telah mendapatkan kemurkaan dari Allah taala.

Allah berkalam:

وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan barang siapa berpaling dari mereka di hari itu ke arah belakang – kecuali orang yang membuat strategi perang atau bergabung kepada kelompok yang lain – maka dia telah kembali dengan kemurkaan dari Allah dan tempat kembalinya adalah neraka. Ia adalah seburuk-buruk tempat kembali.” [Qs Al Anfal (8) ayat 16]

  1. Menuduh seorang wanita yang menjaga diri sebagai pezina. Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya, harga diri seorang mukmin adalah haram untuk dilanggar.

Dalam masalah ini, seseorang telah mendapatkan dosa yang sangat besar ketika menuduh seorang wanita yang dikenal menjaga diri sebagai pezina.

Apabila dia tidak mampu mendatangkan 4 saksi, maka mereka telah mendapatkan laknat di dunia dan di akhirat. Allah taala berkalam:

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang menjaga diri, yang lalai, yang beriman, mereka telah dilaknat di dunia dan akhirat. Dan bagi mereka ada siksaan yang dahsyat.” [Qs An Nuur (24) ayat 23]

Wanita yang muhshan ( الْمُحْصَنَاتِ ), maksudnya adalah wanita merdeka yang menjaga diri. Hal ini tidak dikhususkan dengan wanita-wanita yang telah menikah, tetapi wanita-wanita jomblo juga termasuk sesuai ijma ulama. [Fathul Bari 12/181]

Adapun wanita yang lalai ( الْغَافِلَاتِ ), maksudnya adalah wanita yang tidak pernah berbuat kekejian dan tidak pernah memperbuat apa yang mereka dituduh dengannya. [Syarh An Nawawi ala Muslim 2/84]

Baca Juga: Hadits tentang Persaudaraan

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan mengenai hadits tentang 7 macam dosa besar yang membinasakan, wallahu a’lam. Semoga Allah menjaga kita dari dosa-dosa tersebut, amin.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.