Kumpulan Hadits tentang Sedekah

Apabila Anda sedang mencari tahu mengenai hadits tentang sedekah, maka artikel ini akan menjawab keingintahuan Anda tersebut.

Sedekah atau shodaqoh secara bahasa adalah sesuatu yang diberikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah taala, bukan untuk mencari sanjungan. Termasuk dalam hal ini adalah zakat dan sedekah tathowwu.

Adapun secara istilah, dia adalah pemindahan kepemilikan ketika hidup tanpa ganti dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah taala. [Al Mausu’atul Fiqhiyyah 26/323]

Salah satu bukti bahwa Allah Maha Pemurah adalah bahwasanya sedekah tidak dikhususkan pada harta saja. Seseorang bisa melakukan sedekah dengan macam-macam cara.

Bersedekah bisa dilakukan dengan ucapan, perbuatan, bahkan hanya dengan niat saja. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

“Setiap hal yang makruf (baik menurut syariat Islam) adalah sedekah.”

Lalu, masalah memberikan sedekah kepada siapa pun juga bebas, yang terpenting adalah orang yang membutuhkan. Lebih utama untuk mendahulukan kerabat.

Banyak sekali fadhilah dari sedekah yang dapat kita raih. Oleh karenanya, sudah selayaknya kita lebih bersemangat untuk melakukan amalan ini.

Berikut ini 17 kumpulan hadis tentang sedekah dengan tulisan Arab dan artinya agar kita lebih bersemangat untuk melakukannya:

17 Hadits tentang Sedekah

hadits tentang sedekah

Hadits Pertama

Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ كَانَ لِي مِثْلُ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا يَسُرُّنِي أَنْ لاَ يَمُرَّ عَلَيَّ ثَلاَثٌ، وَعِنْدِي مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا شَيْءٌ أُرْصِدُهُ لِدَيْنٍ

“Kalau saja aku memiliki emas semisal gunung Uhud, aku tidak suka bahwa telah berlalu 3 hari dan padaku masih ada sisa darinya kecuali apa yang aku persiapkan untuk hutang.” [Hr. Al-Bukhari]

Hadits tentang Sedekah Kedua

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidaklah ada suatu hari yang para hamba berpagi-pagi padanya, kecuali ada 2 malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berdoa: Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak. Adapun yang lain berdoa: Ya Allah, berilah kebinasaan kepada orang yang menahan.” [Muttafaqun alaih]

Hadits Ketiga

Abu Umamah berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ أَنْ تَبْذُلَ الْفَضْلَ خَيْرٌ لَكَ، وَأَنْ تُمْسِكَهُ شَرٌّ لَكَ، وَلَا تُلَامُ عَلَى كَفَافٍ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ، وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

“Wahai anak Adam, sesungguhnya ketika engkau menginfakkan kelebihan (harta) itu lebih baik bagimu dan menahannya adalah buruk bagimu. Engkau tidak dicela atas kecukupan. Mulailah dari orang yang engkau tanggung. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” [Hr. Muslim]

Hadits tentang Sedekah Keempat

Abu Hurairah radliyallahu anhu bercerita:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ: «أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ، وَتَأْمُلُ الغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الحُلْقُومَ، قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا، وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

Seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab: Engkau bersedekah ketika kondisi baik, merasa kikir, khawatir menjadi faqir, dan menangankan kekayaan. Janganlah engkau menunda hingga sampainya (nyawa) ke tenggorokan. Engkau mengatakan, ‘untuk si fulan begini dan untuk si fulan begini’. Padahal, ia telah menjadi milik si fulan.” [Muttafaqun alaih]

Hadits Kelima

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَجُلٌ: لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى سَارِقٍ فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ زَانِيَةٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى زَانِيَةٍ؟ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ غَنِيٍّ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى سَارِقٍ وَعَلَى زَانِيَةٍ وَعَلَى غَنِيٍّ، فَأُتِيَ فَقِيلَ لَهُ: أَمَّا صَدَقَتُكَ عَلَى سَارِقٍ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعِفَّ عَنْ سَرِقَتِهِ، وَأَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا أَنْ تَسْتَعِفَّ عَنْ زِنَاهَا، وَأَمَّا الغَنِيُّ فَلَعَلَّهُ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقُ مِمَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ

Seorang lelaki berkata: Aku akan bersedekah dengan sesuatu. Lalu dia keluar dengan sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang pencuri. Di waktu pagi, orang banyak saling berbincang: S edekahnya diberikan kepada pencuri.

Maka orang itu berkata: Ya Allah, segala puji bagimu. Aku akan bersedekah dengan sesuatu. Lalu dia keluar dengan sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang pezina. Ketika pagi, orang banyak saling memperbincangkan: Sedekah malam ini diberikan kepada seorang pezina.

Orang itu berkata: Ya Allah, segala puji bagimu. Atas seorang pezina? Aku akan bersedekah dengan sesuatu. Lalu dia keluar dengan sedekahnya lalu meletakkannya di tangan orang kaya. Saat pagi, orang-orang saling berbincang: Sedekah diberikan atas orang kaya.

Maka orang itu berkata: Ya Allah, segala puji bagimu, atas seorang pencuri, atas pezina, dan atas orang kaya.
Orang itu didatangkan lalu dikatakan kepadanya: Adapun sedekahmu kepada pencuri, barangkali dia menahan diri dari perbuatannya. Adapun seorang pezina, barangkali dia berhenti dari perzinaannya. Dan adapun orang kaya, barangkali dia mengambil pelajaran dan berinfak dari apa yang Allah karuniakan kepadanya.” [Muttafaqun alaih]

Hadits tentang Sedekah Keenam

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

“Tidaklah sedekah mengurangi harta dan tidaklah Allah menambahi seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang memiliki sifat tawadlu karena Allah kecuali Allah mengangkat derajatnya.” [Hr. Muslim]

Hadits Ketujuh

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

بَيْنَا رَجُلٌ بِفَلَاةٍ مِنَ الْأَرْضِ، فَسَمِعَ صَوْتًا فِي سَحَابَةٍ: اسْقِ حَدِيقَةَ فُلَانٍ، فَتَنَحَّى ذَلِكَ السَّحَابُ، فَأَفْرَغَ مَاءَهُ فِي حَرَّةٍ، فَإِذَا شَرْجَةٌ مِنْ تِلْكَ الشِّرَاجِ قَدِ اسْتَوْعَبَتْ ذَلِكَ الْمَاءَ كُلَّهُ، فَتَتَبَّعَ الْمَاءَ، فَإِذَا رَجُلٌ قَائِمٌ فِي حَدِيقَتِهِ يُحَوِّلُ الْمَاءَ بِمِسْحَاتِهِ، فَقَالَ لَهُ: يَا عَبْدَ اللهِ مَا اسْمُكَ؟ قَالَ: فُلَانٌ – لِلِاسْمِ الَّذِي سَمِعَ فِي السَّحَابَةِ – فَقَالَ لَهُ: يَا عَبْدَ اللهِ لِمَ تَسْأَلُنِي عَنِ اسْمِي؟ فَقَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ صَوْتًا فِي السَّحَابِ الَّذِي هَذَا مَاؤُهُ يَقُولُ: اسْقِ حَدِيقَةَ فُلَانٍ، لِاسْمِكَ، فَمَا تَصْنَعُ فِيهَا؟ قَالَ: أَمَّا إِذْ قُلْتَ هَذَا، فَإِنِّي أَنْظُرُ إِلَى مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، فَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثِهِ، وَآكُلُ أَنَا وَعِيَالِي ثُلُثًا، وَأَرُدُّ فِيهَا ثُلُثَهُ

“Tatkala seorang lelaki berada di tanah yang lapang, dia mendengar sebuah suara di awan: Siramlah kebun si fulan. Maka awan itu berpindah lalu menuangkan airnya di sebuah tempat yang tinggi. Sebuah sungai dari sungai-sungai itu telah menampung air itu semua.

Orang itu mengikuti air dan ternyata ada seorang lelaki berdiri di kebunnya dan memindahkan air dengan cangkulnya. Orang itu berkata kepada lelaki itu: Wahai hamba Allah, siapa namamu? Dia menjawab: Fulan (dengan nama yang dia dengar di awan).

Lelaki itu bertanya: Wahai hamba Allah, kenapa engkau bertanya kepadaku tentang namaku? Orang itu menjawab: Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang airnya adalah ini berbunyi: Siramlah kebun si fulan, untuk namamu. Apa yang engkau perbuat padanya?

Lelaki itu menjawab: Jika engkau bertanya ini, maka aku melihat kepada apa yang keluar darinya. Aku bersedekah dengan sepertiganya, aku dan keluargaku makan sepertiga, dan aku mengembalikan padanya sepertiga.” [Hr. Muslim]

Hadits Kedelapan

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي، فَاشْتَدَّ عَلَيْهِ العَطَشُ، فَنَزَلَ بِئْرًا، فَشَرِبَ مِنْهَا، ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ العَطَشِ، فَقَالَ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي، فَمَلَأَ خُفَّهُ، ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ، ثُمَّ رَقِيَ، فَسَقَى الكَلْبَ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ “، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَإِنَّ لَنَا فِي البَهَائِمِ أَجْرًا؟ قَالَ: فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Seorang lelaki berjalan dan rasa haus menjadi sangat atasnya. Dia lalu menuruni sebuah sumur lalu minum darinya. Kemudian dia keluar. Ternyata ada seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan.

Lelaki itu berkata: Sungguh, hewan ini telah sampai kepada apa yang aku sampai padanya.

Lelaki itu lalu memenuhi sandalnya (dengan air) lalu menggigitnya dengan mulutnya kemudian dia naik lalu memberi minum anjing tersebut. Allah menghargainya dan mengampuninya.

Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala pada binatang-binatang ternak? Beliau menjawab: Pada setiap hati yang basah ada pahala.” [Muttafaqun alaih]

Hadits tentang Sedekah Kesembilan

Adi bin Hatim radliyallahu anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Takutlah kalian dengan api neraka meskipun dengan secuil kurma.” [Muttafaqun alaih]

Hadits Kesepuluh

Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ، وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ، كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الجَبَلِ

Barang siapa bersedekah dengan sebanding satu kurma dari usaha yang thayyib dan Allah tidak menerima kecuali yang thayyib, sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia merawatnya untuk pemiliknya sebagaimana salah seorang dari kalian merawat anak kambingnya hingga menjadi semisal gunung.” [Muttafaqun alaih]

Hadits Kesebelas

Dari Salman bin Amir dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

Sedekah atas orang miskin itu adalah satu (pahala) sedekah dan dia atas yang memiliki hubungan rahim itu dua (pahala): sedekah dan silaturrahim.” [Hr. At-Tirmidzi]

Hadits tentang Sedekah Kedua Belas

Dari kakek Said bin Burdah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ»، فَقَالُوا: يَا نَبِيَّ اللَّهِ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ: «يَعْمَلُ بِيَدِهِ، فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ» قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ: «يُعِينُ ذَا الحَاجَةِ المَلْهُوفَ» قَالُوا: فَإِنْ لَمْ يَجِدْ؟ قَالَ: «فَلْيَعْمَلْ بِالْمَعْرُوفِ، وَلْيُمْسِكْ عَنِ الشَّرِّ، فَإِنَّهَا لَهُ صَدَقَةٌ

Atas setiap muslim ada kewajiban sedekah. Mereka bertanya: Wahai Nabi Allah, lalu orang yang tidak mampu? Beliau bersabda: Hendaknya dia berusaha dengan tangannya sehingga memberi manfaat untuk dirinya dan bisa bersedekah.

Mereka bertanya: Kalau dia tidak mampu? Beliau menjawab: Hendaknya dia menolong orang yang membutuhkan dan kepayahan.

Mereka bertanya: Kalau dia tidak mampu? Beliau menjawab: Hendaklah dia mengerjakan yang ma’ruf dan menahan diri dari kejelekan. Sesungguhnya itu adalah sedekah untuknya.” [Muttafaqun alaih]

Hadits Ketiga Belas

Abu Hurairah bercerita bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ» قَالَ: «تَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ» قَالَ: «وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ

Setiap persendian manusia ada hak sedekah atasnya. Setiap hari yang matahari terbit padanya, dia mendamaikan diantara 2 orang adalah sedekah. Engkau menolong orang lain pada kendaraannya dengan membawanya ke atasnya atau mengangkatkan perbekalannya adalah sedekah.

Kalimat thayyibah adalah sedekah. Setiap langkah yang engkau langkahkan menuju shalat adalah sedekah. Engkau menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” [Muttafaqun alaih]

Hadits Keempat Belas

Haritsah bin Wahb berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تَصَدَّقُوا، فَإِنَّهُ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ يَمْشِي الرَّجُلُ بِصَدَقَتِهِ، فَلاَ يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا، يَقُولُ الرَّجُلُ: لَوْ جِئْتَ بِهَا بِالأَمْسِ لَقَبِلْتُهَا، فَأَمَّا اليَوْمَ، فَلاَ حَاجَةَ لِي بِهَا

Bersedekahlah! Sesungguhnya akan datang atas kalian suatu masa yang seseorang berjalan membawa sedekahnya, lalu dia tidak mendapati orang yang mau menerimanya. Orang-orang berkata: Kalaulah engkau datang dengan ini kemarin, aku pasti menerimanya. Adapun hari ini, tidak ada keperluan bagiku dengannya.” [Muttafaqun alaih]

Hadits Kelima Belas

Buraidah berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا يُخْرِجُ رَجُلٌ شَيْئًا مِنَ الصَّدَقَةِ حَتَّى يَفُكَّ عَنْهَا لَحْيَيْ سَبْعِينَ شَيْطَانًا

Tidaklah seseorang mengeluarkan sesuatu dari sedekah kecuali Dia melepaskan darinya janggut 70 setan.” [Hr. Ahmad]

Hadits Keenam Belas

Qais bin Abu Gharazah berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar menuju kami dan kami disebut As-Samasirah, beliau bersabda:

يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ، إِنَّ الشَّيْطَانَ، وَالإِثْمَ يَحْضُرَانِ البَيْعَ، فَشُوبُوا بَيْعَكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Wahai sekalian pedagang! Sesungguhnya setan dan perbuatan dosa menghadiri jual beli, maka hiasilah jual beli kalian dengan sedekah.” [Hr. At Tirmidzi]

Hadits Ketujuh Belas

Khuraim bin Fatik berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِسَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ

“Barang siapa menginfakkan sesuatu di jalan Allah, ditulis untuknya 700 kali lipat.” [Hr. At Tirmidzi]

Demikianlah kumpulan hadits tentang sedekah yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply