Hukum Mencukur Bulu Kaki, Jenggot, dan Alis

Hukum mencukur bulu kaki, jenggot, dan alis – Assalamualaikum saudaraku yang dirahmati Allah. Semoga antum dalam keadaan sehat wal afiat.

Allah telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita. Salah satunya adalah keberadaan bulu atau rambut pada tubuh kita.

Keberadaan bulu atau rambut pada tubuh kita tidaklah sia-sia. Meskipun kadang kita tidak mengetahui manfaatnya.

Dalam Islam, rambut-rambut pada tubuh kita ada yang wajib dijaga dan ada yang lebih baik dihilangkan.

Pada kesempatan ini, mari kita bahas fiqih boleh tidaknya mencukur bulu atau rambut yang ada pada tubuh manusia, termasuk hukum mencukur bulu kaki, jenggot, dan alis.

Hukum Mencukur Bulu Kaki, Jenggot, dan Alis

Dalam fiqih hukum Islam, ulama telah mengklasifikasikan hukum mencukur rambut yang ada pada tubuh manusia. Mereka membaginya menjadi 3, yaitu:

PERTAMA, TIDAK BOLEH DICUKUR

Ada beberapa jenis rambut yang tidak boleh dicukur. Ketidakbolehan ini berdasarkan adanya larangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut ulasannya:

1. Jenggot

Bolehkah mencukur jenggot? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Perteballah jenggot (kalian).” [Hr. Al-Bukhari]

Selain hadits ini, banyak juga riwayat yang menunjukkan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada laki-laki untuk memelihara jenggot seperti وَفِّرُوا اللُّحَى (perbanyaklah jenggot kalian), أَرْحُوْا اللُّحَي (biarkanlah jenggot kalian memanjang), أَوْفُوْا اللُّحَى (biarkan jenggot kalian tumbuh lebat). Lafal-lafal ini, sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar, menunjukkan perintah untuk membiarkan jenggot. [Fathul Bari, 10/351].

Dalam masalah fiqih, terdapat sebuah kaedah yang terkenal. Kaedah itu berbunyi bahwa hukum asal suatu perintah adalah wajib, kecuali ada dalil yang memalingkannya.

Dalam masalah ini, tidak ada dalil yang memalingkan perkara mencukur jenggot dari hukum asalnya. Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa memelihara jenggot hukumnya wajib.

Dalam kitabnya yang berjudul Fatawal Kubro, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

وَيَحْرُمُ حَلْقُ اللِّحْيَةِ

“Dan mencukur jenggot itu haram.”

Nah, itulah hukum mencukur jenggot.

2. Alis

Ada sebuah hadits yang berkaitan dengan hukum mencukur alis / bulu mata. Hadits ini berupa ancaman keras bagi orang-orang yang menghilangkannya entah dengan mencabut atau mencukurnya.

Abdullah meriwayatkan tentang hadits mencukur alis, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ، وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ

“Allah melaknat wanita yang membuat tato dan yang minta dibuatkan (tato). Wanita yang mencukur alis dan yang meminta dicukurkan. Dan wanita yang merenggangkan gigi. (Semuanya) untuk kecantikan. Wanita-wanita yang mengubah-ubah ciptaan Allah.” [Muttafaqun ‘alaih].

Syaikh Abdullah bin Jibrin menjelaskan, “Mencukur alis atau menipiskannya, baik dilakukan oleh wanita yang belum menikah atau sudah menikah, dengan alasan mempercantik diri untuk suami atau lainnya tetap diharamkan, sekalipun disetujui oleh suaminya. Karena yang demikian termasuk merubah penciptaan Allah yang telah menciptakannya dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dan telah datang ancaman yang keras serta laknat bagi pelakunya. Ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.” [Fatawa Islamiyah 3/200]

Adapun bila bulu alisnya terlalu panjang melebihi keadaan normal, atau ada beberapa helai yang tidak rata sehingga sangat mengganggu bagi diri wanita, maka memotongnya atau meratakannya dibolehkan oleh sebagian ulama, seperti Imam Ahmad dan Hasan Al Bashri. [Al-Majmu’ 1:349]

KEDUA, SUNNAH UNTUK DICUKUR

Menurut data dari google, banyak orang mencari tahu jawaban dari pertanyaan Apa hukum memotong bulu kemaluan? Apa hukum mencabut bulu ketiak? Apa hukum mencukur kumis?

Nah, artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Bulu-bulu seperti bulu kemaluan, bulu ketiak, dan kumis hukumnya adalah sunah untuk dihilangkan.

Abu Hurairah Ra. pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

“Fitrah (kesucian) itu ada lima, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Lalu apa hukum mencukur bulu kaki?

Nah, silakan baca yang ketiga.

KETIGA, TIDAK ADA HUKUMNYA

Bulu-bulu seperti bulu dada dan bulu kaki tidak ada nash yang membahasnya (مسكوت عنه).

Dalam boleh tidaknya memotong bulu ini, ulama terbagi menjadi dua golongan.

1. Golongan pertama berpendapat tidak boleh menghilangkannya karena itu termasuk dari perbuatan merubah-rubah ciptaan Allah. Mereka berdalil dengan ayat:

“Dan demi sesungguhnya aku akan sesatkan mereka dan ku perdayakan mereka dengan angan-angannya serta ku suruh mereka memotong telinga ternak (untuk berhala) dan ku suruh mereka supaya mengubah ciptaan Allah. Dan barang siapa mengambil syaitan menjadi wali, selain Allah sesungguhnya dia telah rugi dengan kerugian yang nyata.” (Surah an-Nisaa’ ayat 119).

2. Golongan kedua berpendapat boleh menghilangkannya. Mereka beralasan dengan kaidah fikih:

الأصل في الأشياء الإباحة

“Hukum asal dari segala sesuatu adalah boleh.”

Demikianlah hukum mencukur bulu kaki, jenggot, dan alis. Semoga bermanfaat.

Walhamdulillah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.