Pengertian Iman dan Beriman Kepada Kitab Allah

Beriman kepada kitab Allah merupakan salah satu dari rukun iman yang enam. Oleh karena itu, ia termasuk sesuatu yang harus kita amalkan. Akan tetapi, banyak dari kita yang masih belum mengetahui bagaimana cara mengamalkannya.

Simak artikel yang mencakup pengertian, dalil, cara, dan hikmah beriman kepada kitab Allah berikut ini. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang memiliki iman yang benar.

Pengertian Beriman Kepada Kitab Allah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, iman adalah kepercayaan. Adapun kitab adalah wahyu Tuhan yang dibukukan. Dengan demikian apabila kita definisikan secara bahasa, maka iman kepada kitab Allah adalah berupa kepercayaan kepada wahyu Allah yang telah dibukukan.

Adapun pengertiannya secara umum adalah beriman kepada semua kitab Allah yang telah diturunkan kepada para Rasul bahwa semuanya benar-benar berasal dari Allah dan setiap apa yang ada di dalamnya adalah benar.

Diturunkannya suatu kitab merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hal itu karena sangat besarnya kebutuhan hamba kepada petunjuk hidup. Dan kitab Allah merupakan petunjuk dan kunci dari kesuksesan hidup yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan.

Dalil dan Dasar Perintah

Beriman kepada kitab Allah merupakan salah satu perintah Allah yang harus kita jalani. Bahkan ia juga termasuk dari rukun iman. Allah taala berkalam dalam surat Asy-Syuro, surat yang ke-42 dari urutan penulisan mushhaf Al-Quran, pada ayat yang ke-15:

وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ

“Dan katakanlah (Wahai Nabi Muhammad): Aku beriman kepada apa-apa yang telah Allah turunkan dari kitab.”

Cara Beriman Kepada Kitab Allah

Iman kepada kitab Allah mencakup empat perkara:

  1. Kita harus percaya bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para Rasul, dan bahwasannya kitab-kitab itu adalah benar-benar berasal dari-Nya.
  2. Kita percaya terhadap kebenaran semua cerita yang ada di dalam kitab-kitab tersebut, seperti cerita-cerita yang ada dalam Al-Qur`an.
  3. Mengimani setiap hukum yang ada padanya, selagi tidak bertentangan dengan syariat Islam.
  4. Percaya dengan setiap nama-nama yang telah Allah ajarkan kepada kita, seperti Al-Quran, Taurat, Injil, Zabur, dan Suhuf.

Kitab-Kitab Allah

Kitab-Kitab Allah atau biasa disebut juga dengan kitab samawi adalah kitab-kitab yang telah Allah turunkan kepada para Nabi dan Rasul. Pada hakikatnya setiap Rasul dibekali oleh Allah dengan sebuah kitab. Allah berkalam:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

“Sungguh-sungguh telah Kami utus rasul-rasul Kami dengan keterangan-keterangan, dan Kami turunkan bersama mereka itu akan kitab dan timbangan supaya manusia menegakkan keadilan.” [Qs. Al Hadid (57) : 25]

Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan: Ayat ini menjadi dalil bahwa setiap Rasul diberi kitab. Hanya saja, kita tidak mengetahui semua kitab, tetapi kita hanya mengetahui sebagian darinya seperti suhuf Nabi Ibrahim dan Musa, Taurat, Injil, Zabur, Al Quran.

Beliau melanjutkan: Bersamaan itu, kita tetap beriman dengan setiap kitab yang Allah telah turunkan atas para rasul. Meskipun kita tidak mengetahuinya, maka kita beriman secara global.” [Syarhul Aqidah Al Wasithiyah, hlm. 65]

Adapun untuk tambahan pengenalan, maka berikut ini saya tuliskan beberapa kitab Allah yang namanya telah Allah sebutkan dalam Al Quran.

1. Kitab Taurat

Taurat adalah kitab yang sesuai dengan keyakinan Islam dan diturunkan kepada Nabi Musa alaihis salam. Ia merupakan kitab agung yang mencakup cahaya dan petunjuk, sebagaimana Allah berkalam:

إِنَّا أَنزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ

Hanya saja, Allah telah memberitahukan dalam Al-Quran bahwa telah terjadi perubahan dalam kitab Taurat, oleh karenanya Dia mengutus Nabi Isa alaihis salam agar orang-orang Yahudi kembali kepada kebenaran.

2. Kitab Zabur

Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud alaihis salam.

Kitab ini berisi tentang tasbih-tasbih Nabi Daud alaihis salam yang dinamakan dengan Mazamir / Mazmur.

2. Kitab Injil

Injil diturunkan kepada Nabi Isa alaihis salam. Ia merupakan kitab yang sesuai dengan keyakinan Islam setelah kitab Taurat untuk menguatkannya.

Hanya saja, Allah telah menjelaskan bahwa kitab ini telah mengalami pengubahan oleh tangan manusia. Oleh karena itu, Dia menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

4. Suhuf

Suhuf diberikan kepada Nabi Ibrahim alaihis salam dan Musa alaihis salam.

5. Al Quran

Al-Quran diberikan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Ia merupakan kitab terakhir dari kitab samawi dan menjadi penutupnya. Isinya adalah yang paling sempurna mengenai hukum, syariat, dan cerita.

Hikmah Beriman Kepada Kitab Allah

Memiliki iman kepada kitab Allah akan memberikan manfaat yang besar kepada seseorang. Dalam kitab Ushulul Iman, hlm. 129 disebutkan 3 faedahnya sebagai berikut:

1. Menambah rasa syukur kepada Allah taala atas kelembutan dan perhatian-Nya kepada para makhluk. Dia telah menurunkan kitab-kitab yang berisi petunjuk untuk kebaikan dan kesejahteraan mereka di dunia dan akhirat.

2. Memahami bahwa setiap syariat yang Allah buat dalam sebuah kitab adalah sesuai dengan keadaan umat saat itu. Dan Al Quran sebagai penutup kitab sesuai untuk semua makhluk di setiap masa hingga Kiamat terjadi.

3. Meyakini bahwa Al Quran adalah kalam Allah. Dan bahwasanya kalam Allah tidak diserupai oleh ucapan para makhluk. Para makhluk tidak mampu untuk mendatangkan dengan hal yang serupa dengan kalam-Nya.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, dalil, cara, dan hikmah beriman kepada kitab Allah berikut ini, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


. Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.