Breaking News

Innallaha Wa Malaikatahu Yusholluna Alan Nabi Arab dan Arti Lengkap

Saat mendengarkan khutbah jum’at, kita sering mendengar bacaan ayat yang diawali kalimat innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabi diucapkan oleh sang khatib.

Biasanya, ayat itu disebutkan sebelum khatib membaca shalawat yang kemudian dilanjutkan membaca doa.

Dalam artikel ini, kita akan membahas seputar bacaan ayat lengkap, tulisan Arab, dan arti.

Tulisan Arab dan Arti Innallaha Wa Malaikatahu Yusholluna Alan Nabi

Innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabi adalah potongan ayat 56 dari surat Al-Ahzab. Ayat ini berisi perintah dari Allah taala agar umat nabi membaca shalawat dan salam atas beliau.

Berikut ini kami tampilkan bacaan lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabi ya ayyuhalladzina amanu shollu alaihi wasallimu taslima

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya senantiasa memberi shalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berilah shalawat atasnya dan ucapkanlah salam penghormatan (kepadanya).” [Qs. Al-Ahzab (33) ayat 56]

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 56

innallaha wa malaikatahu

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan ayat ini dengan terjemahan sebagai berikut:

“Ayat ini menjelaskan atas kesempurnaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, naiknya derajat beliau, tingginya kedudukan beliau di hadapan Allah dan di sisi makhluk-Nya, dan naiknya martabat beliau.

[Sesungguhnya Allah] ta’ala [dan para malaikat-Nya memberi shalawat] atas beliau. Maksudnya: Allah memujinya di hadapan para malaikat dan di Al-Mala’ul A’la karena cinta-Nya taala kepada beliau. Para malaikat al-muqarrabun juga memuji atas beliau, mendoakan, dan bertadharru’.

[Wahai orang-orang yang beriman, berilah shalawat atasnya dan ucapkanlah salam penghormatan (kepadanya)] Untuk mencontoh Allah dan para malaikat-Nya, membalas beliau atas sebagian hak-hak beliau yang wajib kalian tunaikan, menyempurnakan keimanan kalian, mengangungkan beliau shallallahu alaihi wa sallam, dan sebagai wujud cinta maupun penghormatan, serta untuk menambah kebaikan dan menghapus dosa-dosa kalian.” [Taisirul Karimir Rahman 1/671] —> (Halaman selanjutnya)