Jazakumullah Khairan Artinya, Tulisan Arab, Balasan, dan Makna

Berterima kasih atas manfaat yang telah diterima dari orang lain adalah sangat penting untuk kita perhatikan. Dengan ungkapan terima kasih yang dalam Islam menggunakan lafal jazakumullah khairan ini, berarti kita telah menghargai kebaikan yang dia berikan.

Kalimat ungkapan terima kasih Islam ini dalam penggunaannya sehari-hari memiliki beberapa macam variasi saat diucapkan disesuaikan kepada lawan bicara.

Pada kesempatan ini, kita akan membahasnya secara lengkap seputar arti, tulisan Arab, makna kalimat, dan cara membalas ucapan ini.

Mengenal Jazakumullah Khairan Artinya, Tulisan Arab, dan Makna Kalimat

Jazakumullah khairan artinya “Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan”. Ia berasal dari tulisan Arab جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا . Kalimat ini merupakan ungkapan terima kasih dalam Islam.

jazakumullah khairan

Sahabat Usamah bin Zaid radliyallahu anhu bercerita bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

“Barang siapa dibuatkan kepadanya suatu kebaikan, lalu dia berkata kepada pelakunya, “Jazakallahu khairan”, maka sungguh dia telah melebihkan dalam memberi pujian.” [Hr. At-Tirmidzi]

Sampai di sini mungkin Anda bertanya-tanya, itu di pengertian kenapa menggunakan ‘kum’, padahal di haditsnya menggunakan ‘ka’?

Sebagaimana telah kita bahas di atas, ucapan ini memang memiliki beberapa variasi kalimat saat diucapkan disesuaikan dengan lawan bicara. Lengkapnya sebagaimana dapat Anda lihat pada tabel berikut:

Tulisan ArabBacaan LatinTeks Arti
جَزَاكَ اللهُ خَيْرًاJazakallah khairanSemoga Allah membalas engkau dengan kebaikan (laki-laki)
جَزَا كِ الله خَيْرًاJazakillah khoironSemoga Allah membalasmu dengan kebaikan (perempuan)
جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًاJazakumullah khairSemoga Allah membalas kalian dengan kebaikan

Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa perbedaan pelafalan kalimat sebenarnya hanya terletak pada lawan bicara kita, apakah dia laki-laki, perempuan, tunggal, atau jamak karena kata ganti orangnya berbeda dalam bahasa Arab.

Catatan:

Ada sedikit catatan penting yang harus kita pahami saat melafalkan ucapan ini, yaitu:

Pertama, jangan mengurangi lafal. Sebagian saudara kita ketika mengucapkan kalimat ini, mereka hanya mengatakan jazakallah, jazakillah, atau jazakumullah saja tanpa ada tambahan kata khairan. Padahal ini masih ambigu.

Ucapan jazakallah saja misalnya, itu masih mengandung pengertian jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) atau jazakallah syarran (semoga Allah membalasmu dengan kejelekan).

Oleh karena itu, dalam melafalkan kalimat ini, hendaknya memperjelas pelafalannya, yaitu ucapkanlah kalimat ini secara utuh.

Kedua, tidak perlu menambah lafal. Selain fenomena mengurangi lafal, di masyarakat kita juga sudah tersebar lafal yang ditambah dengan katsiran, menjadi jazakumullah khairan katsiran.

Memang bukan berarti ini tidak boleh dan bukan berarti larangannya mencapai larangan yang sederajat dengan larangan bid’ah. Hanya saja, jika kita memperhatikan lafal-lafal yang sampai kepada kita dari hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tidak ada tambahan katsiran padanya.

Oleh karena itu, mari kita mencukupkan diri dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tanpa menambah ataupun mengurangi.

Jawaban untuk Ucapan Jazakumullah Khairan dan Semisalnya

Sependek pengetahuan saya, saya belum menemukan hadits yang secara spesifik menjelaskan tata cara menjawab ucapan ini.

Akan tetapi, jika kita melihat kepada makna kalimat yang telah kita bahas di atas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ucapan jazakallah khair adalah sebuah doa.

Berdasarkan pengertian bahwa ia merupakan doa, maka kita dapat menjawabnya dengan ucapan amin. (Baca Juga: Aamiin Allahumma Aamiin Artinya Apa?)

Selain itu, jawaban yang dapat kita berikan adalah ucapan waiyyak yang artinya dan juga kepadamu. Maksudnya, semoga Allah juga membalasmu dengan kebaikan.

Pentingnya Berterima Kasih / Membalas Kebaikan Orang Lain

Mengungkapkan rasa terima kasih atas kebaikan atau pemberian orang lain adalah tanda syukur kita kepada Allah azza wa jalla.

Dalam kitab Sunan Abu Dawud disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak disebut bersyukur kepada Allah orang yang tidak mampu berterima kasih kepada manusia.” [Hr. Abu Dawud]

Syaikh Abadi dalam Aunul Ma’bud [13/114] mencantumkan penjelasan dari Syaikh Al-Khaththabi bahwa hadits ini memiliki 2 makna:

  1. Orang yang terbiasa kufur dengan kebaikan yang telah diberikan oleh manusia, seringkali dia adalah orang yang juga terbiasa kufur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
  2. Allah taala tidak menerima syukur yang diberikan hamba untuk-Nya jika hamba tersebut tidak mau berterima kasih kepada kebaikan orang lain kepadanya.

Dari dua makna di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa berterima kasih atau bersyukur kepada orang lain atas kebaikannya adalah sangat penting. Oleh karena itu, mari biasakan diri kita untuk selalu menghargai kebaikan orang lain dan berterima kasih kepadanya.

Mengenai cara berterima kasih, ia dapat dilakukan dengan 4 perkara:

  1. Memuji orang yang telah berbuat baik.
  2. Membalas kebaikan atau pemberiannya.
  3. Mengucapkan jazakallah khairan.
  4. Memanjatkan doa untuknya.

Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai ucapan jazakumullah khairan artinya, tulisan Arab, jawaban, dan makna, wallahu a’lam.

Apabila masih ada sesuatu yang kurang, mohon sampaikan pada kolom komentar di bawah ya!

Tinggalkan komentar