Dahsyatnya Keutamaan Sedekah

Apabila Anda sedang mencari tahu mengenai keutamaan sedekah, maka artikel ini akan menjawab keingintahuan Anda tersebut.

Sedekah atau shodaqoh secara bahasa adalah sesuatu yang diberikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah taala, bukan untuk mencari sanjungan. Termasuk dalam hal ini adalah zakat dan sedekah tathowwu.

Adapun secara istilah, dia adalah pemindahan kepemilikan ketika hidup tanpa ganti dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah taala. [Al Mausu’atul Fiqhiyyah 26/323]

Salah satu bukti bahwa Allah Maha Pemurah adalah bahwasanya sedekah tidak dikhususkan pada harta saja. Seseorang bisa melakukan sedekah dengan macam-macam cara.

Bersedekah bisa dilakukan dengan ucapan, perbuatan, bahkan hanya dengan niat saja. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

“Setiap hal yang makruf (baik menurut syariat Islam) adalah sedekah.”

Lalu, masalah memberikan sedekah kepada siapa pun juga bebas, yang terpenting adalah orang yang membutuhkan. Lebih utama untuk mendahulukan kerabat.

Banyak sekali fadhilah sedekah yang dapat kita raih. Oleh karenanya, sudah selayaknya kita lebih bersemangat untuk melakukan amalan ini.

Berikut ini 12 keutamaan sedekah agar kita lebih bersemangat untuk melakukannya:

1. Menjadi Bukti dari Keimanan

Bukti bahwa seseorang jujur dalam imannya adalah dia suka untuk mengeluarkan sedekah. Dalam sebuah hadits yang shahih, nabi kita bersabda:

الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

“Sedekah adalah bukti.” [Hr. Muslim]

Maksudnya, sedekah adalah bukti atas keimanan pelakunya. Karena sesungguhnya orang munafik menahan diri darinya karena tidak yakin dengannya. Maka, barang siapa bersedekah, dengan sedekahnya itu dapat dijadikan dalil atas jujurnya keimanan dia, wallahu a’lam. [Syarhun Nawawi alal Muslim 3/101]

Syaikh Al Utsaimin berkata:

بُرْهَانٌ: أي دليل على صدق إيمان المتصدّق. وجه ذلك: أن المال محبوب للنفوس، ولايبذل المحبوب إلا في طلب ماهوأحب، وهذا يدلّ على إيمان المتصدق، ولهذا سمى النبي صلى الله عليه وسلم الصدقة برهاناً

“(Sedekah adalah) Bukti: Maksudnya adalah menjadi bukti atas jujurnya keimanan pelaku sedekah. Logikanya, harta adalah sangat disenangi oleh jiwa dan sesuatu yang disenangi tidak akan dikeluarkan kecuali untuk mencari sesuatu yang lebih disenangi.” [Syarhul Arbain h. 223]

2. Pasti Diganti dengan Sesuatu yang Lebih Baik

Janji ini bukan saya yang mengucapkan, tetapi ia merupakan janji dari Allah taala. Bahkan janji ini Dia abadikan dalam al quran agar dapat dibaca hingga hari akhir nanti. Allah taala berkalam:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan apa-apa yang kalian infakkan dari sesuatu, maka Dia akan menggantinya. Dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki.” [Qs. Saba (34) : 39]

Imam Al Qurthubi menjelaskan bahwa Allah akan memberi ganti pada setiap harta yang diinfakkan dalam rangka taat kepada Allah. Dan ganti dari harta ini adakalanya di dunia dan adakalanya di akhirat. [Tafsir Al Qurthubi 14/307]

3. Memunculkan Keberkahan pada Harta

Kondisi yang paling berat untuk mengeluarkan sedekah adalah ketika ekonomi kita sedang minim. Rata-rata yang orang kurang imannya merasa enggan bersedekah saat itu karena merasa hartanya akan semakin berkurang.

Padahal, salah satu keutamaan dari sedekah adalah tidak akan mengurangi harta tetapi justru akan menjadi sarana Allah berikan keberkahan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Tidaklah sedekah mengurangi dari harta.” [Hr. Muslim]

Sesuatu disebut berkah ketika ia mendatangkan banyak kebaikan. Harta misalnya, ketika ia sedikit tetapi mencukupi bahkan banyak manfaatnya, inilah yang disebut berkah.

4. Mendapat Doa dari Malaikat Setiap Pagi

Setiap dari kita pasti menginginkan hal ini. Mendapatkan doa dari makhluk yang tidak pernah berbuat maksiat terhadap Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidaklah ada dari suatu hari yang seorang hamba berpagi-pagi padanya, kecuali ada 2 malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata: Ya Allah! Berilah ganti kepada orang yang berinfak. Dan yang lain berkata: Ya Allah! Berilah kebinasaan kepada orang yang menahan (hartanya).” [Muttafaqun alaih]

5. Dijauhkan dari Setan

Dalam sebuah hadits keutamaan sedekah yang diriwayatkan oleh sahabat Buraidah radliyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ما يخرج رجل شيئا من الصدقة حتى يفك عنها لحيي سبعين شيطانا

Tidaklah seseorang itu mengeluarkan sesuatu dari sedekah, hingga Dia melepaskan darinya dua dagu 70 setan [Shahihul Jami h. 5814]

6. Menghindarkan Perdagangan dari Maksiat

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ، إِنَّ الشَّيْطَانَ، وَالإِثْمَ يَحْضُرَانِ البَيْعَ، فَشُوبُوا بَيْعَكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Wahai sekalian pedagang! Sesungguhnya setan dan perbuatan dosa menghadiri jual beli, maka hiasilah jual beli kalian dengan sedekah.” [Hr. At Tirmidzi]

7. Mendapatkan Pahala yang Berlipat Ganda

Allah taala berkalam:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah dari kalangan laki-laki dan perempuan, serta mereka meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka akan dilipatgandakan (pahalanya) untuk mereka dan bagi mereka ada pahala yang mulia.” [Qs. Al Hadid (57) : 18]

Dalam sebuah hadits juga disebutkan:

مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِسَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ

“Barang siapa menginfakkan sesuatu di jalan Allah, ditulis untuknya 700 kali lipat.” [Hr. At Tirmidzi]

8. Dapat Menghapus Dosa-Dosa

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ المَاءُ النَّارَ

“Dan sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.” [Hr. At Tirmidzi]

9. Sarana Masuk Syurga dari Pintu Sedekah

Keutamaan shodaqoh ini termasuk utama. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ

“Dan barang siapa termasuk dari ahli sedekah, dia pasti dipanggil dari pintu sedekah.” [Muttafaqun alaih]

10. Menjadi Penyembuh dari Penyakit

Barangkali, orang yang mengalami sakit dan tidak kunjung sembuh penyebabnya adalah kurang sedekah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

داووا مرضاكم بالصدقة

“Obatilah orang yang sakit dari kalian dengan sedekah.” [Shahihul Jami h. 3358]

11. Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat

Dalam hadits tentang 7 golongan yang akan mendapat naungan Allah di padang mahsyar di hari kiamat, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ، أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

“Dan seseorang yang bersedekah secara sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” [Muttafaqun alaih]

12. Saking Utamanya, Mayit ingin Bersedekah

Allah taala berkalam:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan kalian infakkanlah sebagian dari yang telah kami rezekikan kepada kalian sebelum kematian datang kepada salah satu dari kalian. Maka dia mengatakan: Wahai Pemeliharaku! Tundalah aku untuk waktu yang sebentar, maka aku dapat bersedekah dan menjadi termasuk dari orang-orang yang shalih.” [Qs. Al Munafiqun (63) : 10]

Setelah mengetahui keutamaan sedekah, berikut ini waktu yang utama untuk melakukan sedekah:

  1. Ketika sedang Ingin Kaya

Pernah, para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang sedekah apa yang paling besar pahalanya, maka beliau menjawab:

أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ، وَتَأْمُلُ الغِنَى

“Engkau bersedekah padahal engkau sedang sehat, merasa berat untuk mengeluarkan harta, khawatir kefakiran, dan mengangankan kekayaan.” [Muttafaqun alaih]

  1. Sedekah pada Zaman yang Sulit

Sedekah pada masa-masa yang sulit, sedang terjadi krisis atau bencana sehingga banyak orang kelaparan dan makanan sangat dicari adalah keutamaan bersedekah yang utama.

Ketika menjelaskan tentang anjuran untuk melakukan sesuatu yang disingkiri oleh manusia, Allah menjelaskan bahwa termasuk dari sesuatu itu adalah:

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ

“Atau memberi makan pada hari dzi masghobah.” [Qs. Al Balad (90) : 14]

Maksud hari dzi masghobah adalah masa-masa kelaparan. [Lihat tafsir Al Qurthubi 20/69]

  1. Hari Jumat

Keutamaan sedekah hari jumat diambil dari keutamaan hari jumat itu sendiri. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari jumat.” [Hr. Muslim]

Demikianlah artikel yang dapat kami tuliskan tentang keutamaan sedekah, wallahu a’lam.