4 Keutamaan Surat Al Fatihah dari Hadits Shahih

gambar kaligrafi surat al fatihah
gambar kaligrafi surat al fatihah

Surat Al Fatihah – adalah surat pertama dalam urut-urutan mushhaf al quran. Surat yang tergolong Makiyyah ini merupakan surat yang sangat istimewa. Dalam postingan kali ini, kita akan membahasnya terkait keutamaan surat al fatihah dan manfaatnya.

Nama-Nama Lain Surat Al-Fatihah

Dalam bahasa Arab, sesuatu yang istimewa memiliki banyak nama. Demikian pula dengan surat ini. Selain diberi nama Al-Fatihah, surat ini juga memiliki nama-nama lain seperti: Ummul Kitab / Ummul Quran, As-Sabul Matsani, Al-Quranul Adhim, Al-Hamd, As-Shalat, Asy-Syifa, Ar-Ruqyah, dan lain sebagainya.

Keutamaan Surat Al Fatihah

Surat ini memiliki beberapa keistimewaan, keutamaan, manfaat dan rahasia. Berikut ini saya tuliskan keutamaan surat al fatihah menurut hadits-hadits yang shahih:

1. Paling Agungnya Surat dalam Al-Quran.

Dalam kitab Shahihul Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Said bin Al-Mualla bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepadanya:

لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِي القُرْآنِ، قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ المَسْجِدِ. ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ، قُلْتُ لَهُ: «أَلَمْ تَقُلْ لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ سُورَةٍ فِي القُرْآنِ»، قَالَ: {الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ} [الفاتحة: 2] «هِيَ السَّبْعُ المَثَانِي، وَالقُرْآنُ العَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ»

“Sungguh benar-benar aku akan mengajarimu suatu surat yang dia adalah paling agungnya surat dalam Al-Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid.” Kemudian beliau memegang tanganku. Ketika beliau ingin keluar (dari masjid), aku berkata kepada beliau: “Bukankah engkau tadi bersabda bahwa akan mengajariku akan paling agungnya surat dalam Al-Qur’an?” Beliau menjawab, “Al-Hamdulillahi rabbil ’alamin [Al-Fatihah], dia adalah As-Sab’ul Matsani ( 7 ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur’anul Azim yang diberikan kepadaku.”

2. Surat yang Dikhususkan untuk Nabi Muhammad dan Umat Beliau

Pernah, suatu kali Jibril alaihis salam duduk bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam tatkala terdengar suara dari langit, lalu dia mendongak. Jibril berkata: Ini adalah sebuah pintu langit yang hari ini dibuka dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini.

Kemudian dari pintu tersebut turun malaikat. Maka jibril berkata: Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan tidak pernah turun kecuali hari ini. Lalu malaikat itu memberi salam dan berkata:

أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ

Bergembiralah dengan 2 cahaya yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelum engkau: Fatihatul Kitab dan ayat-ayat penutup surat Al-Baqarah. Engkau tidak membaca satu huruf dari keduanya kecuali pasti diberi. [Hr. Muslim]

3. Dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran Tidak Ada Duanya

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Ubay bin Kaab:

تُحِبُّ أَنْ أُعَلِّمَكَ سُورَةً لَمْ يَنْزِلْ فِي التَّوْرَاةِ وَلاَ فِي الإِنْجِيلِ وَلاَ فِي الزَّبُورِ وَلاَ فِي الفُرْقَانِ مِثْلُهَا؟ قَالَ: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَيْفَ تَقْرَأُ فِي الصَّلاَةِ؟ قَالَ: فَقَرَأَ أُمَّ القُرْآنِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلاَ فِي الْإِنْجِيلِ وَلاَ فِي الزَّبُورِ وَلاَ فِي الفُرْقَانِ مِثْلُهَا، وَإِنَّهَا سَبْعٌ مِنَ الْمَثَانِي وَالقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ.

Apakah kamu suka kalau aku mengajarimu suatu surat yang tidak diturunkan pada Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran) sepertinya? Dia berkata: Ya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya: Bagaimana kamu membaca dalam shalat? Maka dia (Ubay) membaca Ummul Quran. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya. Tidaklah diturunkan pada kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqon sepertinya. Dan dia adalah as-sab’ul matsani dan Al-Quran Al-Adhim yang diberikan kepadaku.” [Hr. At-Tirmidzi]

4. Shalat Tidak Sempurna Tanpanya dan Doa Dikabulkan Dengannya

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ» ثَلَاثًا غَيْرُ تَمَامٍ

“Barang siapa melakukan suatu shalat yang dia tidak membaca Ummul Quran padanya, maka dia adalah khidaj.” 3 kali. (Maksudnya) Tidak sempurna. [Hr. Muslim]

Pada lanjutan hadits ini, kemudian beliau menerangkan bahwa orang yang shalat dan membaca Al-Fatihah itu sejatinya sedang berbincang dengan Allah. Hingga ketika orang shalat itu selesai membaca surat ini, Allah berkalam:

هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Ini adalah untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta. [Hr. Muslim]

Demikianlah artikel tentang keutamaan surat Al Fatihah beserta manfaatnya, Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.

Anda Pasti Juga Ingin Membaca Ini: Kandungan Surat Al-Alaq


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.