Pengertian Mahram Dalam Islam

Mahram dalam Islam – Banyak dari kita masih bingung terkait siapakah mahramnya. Padahal, masalah ini sangatlah penting karena berkaitan dengan syariat lain seperti hukum safarnya seorang perempuan, hukum berdua-duaan lelaki – perempuan, dan hukum berjabat tangan antar lelaki – perempuan.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan membahasnya. Pembahasan akan disertai chart / diagram supaya lebih mudah untuk memahaminya.

Pengertian Mahram

Mahram dalam istilah fiqih berasal dari bahasa Arab المحرم yang artinya diharamkan. Secara istilah, kata ini didefinisikan sebagai:

كُل شَخْصَيْنِ لاَ يَصِحُّ النِّكَاحُ بَيْنَهُمَا مِنَ الْقَرَابَةِ النَّسَبِيَّةِ

“Setiap 2 orang yang nikah itu tidak sah di antara keduanya dari kerabat nasab.” [Al-Mausu’atul Fiqhiyyah 33/72]

Banyak dari kita yang masih belum bisa membedakan antara mahram dan muhrim. Padahal, pengertian keduanya sangatlah berbeda. Mahram dan muhrim tidaklah sama.

Perlu diketahui, bahwa yang pertama artinya adalah orang yang diharamkan dari pernikahan, sedangkan muhrim adalah orang yang memakai pakaian ihram.

Pembagian Mahram

Orang yang haram dinikahi terbagi menjadi 2, yaitu muabbad (selama-lamanya) dan muaqqot (sementara).

Mahram Muabbad

Mahram muabbad adalah orang-orang yang haram dinikahi karena sebab keharaman yang tetap, yaitu orang-orang yang memiliki hubungan dengan kita dari nasab, susuan, atau semenda.

Dengan demikian, sebab-sebab yang menjadikan orang haram dinikahi selama-lamanya ada 3, yaitu:

  • Nasab
  • Susuan
  • Semenda

1. Mahram Nasab

Mahram nasab adalah semua yang diterangkan oleh Allah dalam ayat berikut:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَْخِ وَبَنَاتُ الأُْخْتِ

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara-saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuanmu… .” [An-Nisa (4) : 23]

Ayat di atas menjelaskan tentang siapa saja yang tidak boleh dinikahi oleh seorang laki-laki dari nasabnya. Jadi, bila dibuat daftar adalah sebagai berikut:

  • Ibu: yaitu ibu kandung dan nenek, sama saja dari ayah dan ibu.
  • Anak Perempuan: yaitu anak perempuan kandung dan cucu, sama saja dari anak laki-laki dan anak perempuan.
  • Saudara Perempuan: yaitu saudara perempuan kandung, dengan catatan saudara perempuan sesama ayah ibu, saudara perempuan sesama ayah, dan saudara perempuan sesama ibu.
  • Bibi dari Ayah: yaitu saudara kandung perempuan ayah.
  • Bibi dari Ibu: yaitu saudara kandung perempuan ibu.
  • Anak Saudara Laki-Laki: yaitu keponakan atau anak saudara kandung laki-laki.
  • Anak Saudara Perempuan: yaitu keponakan atau anak saudara kandung perempuan.

Lebih jelasnya bisa anda lihat pada chart atau diagram berikut:

Skema / Chart / Diagram Mahram Nasab

Apabila laki-laki, maka gambar diagramnya adalah seperti ini:

Adapun mahram wanita dari nasabnya bila dibuat diagram maka gambarnya seperti ini:

diagram mahram wanita dari nasab
diagram mahram wanita dari kerabat

2. Mahram Susuan (Rodlo’ah)

Orang-orang yang haram dinikahi karena adanya hubungan susuan adalah sebagai berikut:

وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ 

“… Ibu-ibumu yang menyusui kamu dan saudara-saudara perempuanmu sesusuan… .” [An-Nisa (4) : 23]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Apabila diperinci, maka orang-orang itu adalah:

  • Ibu dan ayah susuan
  • Kakek dan nenek susuan
  • Paman dan bibi susuan
  • Saudara dan saudari susuan
  • Keponakan susuan

3. Mahram Semenda (Mushoharoh)

Orang-orang yang haram dinikahi karena adanya hubungan semenda atau pernikahan adalah sebagai berikut:

وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ

” … Ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu) … .” [An-Nisa (4) : 23]

Jadi, orang-orang yang haram dinikahi karena hubungan pernikahan adalah:

  • Mertua
  • Menantu
  • Anak dari istri yang sudah dikumpuli

Mahram Muaqqot

Orang-orang ini adalah orang-orang yang haram dinikahi pada kondisi-kondisi tertentu. Wanita yang haram dinikahi sementara adalah:

وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ۔(23) وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ النِّسَاۤءِ اِلَّا مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ

“… dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (23) Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki … .” [An-Nisa (4) : 23-24]

Jadi, bila dirinci seperti ini:

1. Saudara perempuan istri (ipar)

2. Wanita yang masih bersuami

Selain 2 wanita di atas, masih ada wanita-wanita lain yang haram dinikahi berdasarkan ayat dan hadits yang lain sebagai berikut:

3. Bibi dari istri

4. Wanita yang telah dia jatuhi talak 3 kali

5. Wanita musyrik

6. Wanita pezina

7. Wanita muhrim (sedang ihrom)

8. Wanita yang kelima

Demikianlah pembahasan tentang mahram kali ini. Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage: Mutiara Dakwah.

Artikel : Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.