Sayyidul Istighfar Bacaan Doa Arab, Latin, dan Artinya

Sayyidul Istighfar – merupakan salah satu bacaan istighfar yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Secara bahasa, artinya adalah tokohnya istighfar.

Mendapat julukan demikian karena ia merupakan bacaan doa terbaik yang memiliki keutamaan besar. Ia juga merupakan salah satu doa penenang hati.

Bacaan Doa Sayyidul Istighfar

Tidak ada cara wirid khusus untuk mengamalkan dzikir ini. Anda cukup membacanya dengan kekhusyuan hati agar diterima oleh Allah.

Berikut ini lafal arab, latin dan artinya:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Bacaan latin:

Allahumma anta Rabbi, La Ilaha illa anta, Khalaqtani wa ana abduka, wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika, mas tatha’tu, audzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bi ni’matika wa abu’u laka bi dzanbi, faghfir li , fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa anta,

Artinya:

“Ya Allah, Engkaulah Pemeliharaku. Tiada sesembahan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Dan aku berada pada kesepakatan dan perjanjian dengan-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan yang aku perbuat. Aku bertaubat kepada-Mu dengan karunia-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu dengan dosaku. Maka, ampunilah aku karena tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau. “

Keutamaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan hadits riwayat Al-Bukhari di atas. Isinya adalah keutamaan membaca doa ini sebagai berikut:

وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ

“Barang siapa mengucapkannya dari sebagian waktu siang dalam keadaan yakin dengannya, lalu dia meninggal di hari itu sebelum sore, maka dia termasuk dari ahli surga. Dan barang siapa mengucapkannya dari sebagian waktu malam dalam keadaan yakin dengannya, lalu dia meninggal sebelum pagi, maka dia termasuk dari ahli surga.” [Hr. Al-Bukhari]

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang dimudahkan untuk selalu membaca wirid ini, amin.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.