Tata Cara, Bacaan Doa Sholat Mayit Sesuai Sunnah

Tata cara, bacaan doa sholat mayit sesuai sunnah – Setiap yang memiliki nyawa pasti akan merasakan kematian. Semua akan kembali kepada Allah taala. Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Sementara akhirat adalah kekal abadi selama-lamanya.

Sholat Mayit / Jenazah

Salah satu amalan yang harus kita lakukan terhadap jenazah adalah menshalatkannya. Ulama menjelaskan bahwa hukum dari perbuatan ini adalah fardu kifayah. Artinya, ketika sudah ada orang yang melakukannya, maka gugurlah kewajiban atas orang muslim yang lain.

Akan tetapi, bila tidak ada yang melakukannya, maka setiap muslim terkena dosa karena mengabaikannya.

Keutamaan Sholat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa shalat atas jenazah dan tidak mengikutinya (ke tempat dia dimakamkan), maka baginya ada pahala satu qirath. Lalu jika dia juga mengikutinya (ke tempat dia dikuburkan), maka baginya ada pahala dua qirath.”

Ada yang bertanya, “Apa itu dua qirath?” Beliau menjawab, “Yang paling kecil dari keduanya seperti Gunung Uhud.” [Hr. Muslim]

Melihat hadits di atas, kita dapat mengerti bahwa sholat jenazah memiliki keutamaan yang sangat besar. Apalagi jika diikuti dengan mengiringi mayit hingga dia dimakamkan.

Syarat dan Rukun

Sebagaimana kita ketahui, syariat selalu memiliki aturan yang harus kita jalani. Kita tidak bisa sesuka sendiri ketika melakukan ibadah. Semua itu agar ibadah yang kita lakukan diterima di hadapan Allah taala.

Berikut ini tata cara melakukan shalat mayit sesuai sunnah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Syarat Sholat Mayit

Syarat untuk melakukan shalat jenazah adalah sama dengan syarat untuk melakukan shalat-shalat yang lain, selain waktu. Apabila diperinci, maka terbagi menjadi dua, syarat untuk orang yang shalat dan syarat untuk si mayit. Berikut penjelasannya:

Syarat untuk Orang yang Shalat

  1. Seorang muslim, baligh, dan berakal
  2. Suci badan, pakaian, dan tempat
  3. Menutup aurat
  4. Menghadap ke arah kiblat
  5. Niat

Syarat untuk Mayit

  1. Jenazah yang dishalatkan harus jenazah muslim
  2. Jenazah atau mayit sudah dalam keadaan suci atau sudah dimandikan.
  3. Mayit diletakkan di depan jamaah shalat
  4. Mayit dalam keadaan tertutup auratnya

Rukun Shalat

Tidak sebagaimana tata cara shalat pada umumnya, shalat jenazah lebih ringkas dan pendek. Rukun-rukunnya hanya meliputi:

  • Berdiri
  • Takbir 4 kali

Abu Umamah berkata:

السُّنَّةُ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يَقْرَأَ فِي التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى بِأُمِّ الْقُرْآنِ مُخَافَتَةً، ثُمَّ يُكَبِّرَ ثَلَاثًا، وَالتَّسْلِيمُ عِنْدَ الْآخِرَةِ

Sunnah dalam shalat jenazah adalah membaca pada takbir pertama dengan Ummul Quran (baca: al fatihah) dengan samar. Kemudian bertakbir 3 kali dan salam di akhir. [Hr. An- Nasa’i]

  • Membaca surat al fatihah

Thalhah bin Abdullah bin Auf berkata:

صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَلَى جَنَازَةٍ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ قَالَ: لِيَعْلَمُوا أَنَّهَا سُنَّةٌ

Aku shalat jenazah di belakang Ibnu Abbas radliyallahu anhu, lalu dia membaca surat al fatihah. Dia berkata: Supaya mereka tahu bahwa itu adalah sunnah (disyariatkan). [Hr. Al Bukhari]

  • Membaca shalawat
  • Membaca doa untuk mayit
  • Salam
  • Tertib urutan

Tata Cara Sholat Mayit / Jenazah

Mengenai tatacaranya, secara ringkas adalah seperti ini:

  1. Niat
  2. Berdiri tegak dan membaca takbiratul ihram kemudian surat al fatihah
  3. Membaca takbir kedua kemudian bacaan shalawat
  4. Membaca takbir ketiga kemudian doa untuk mayit
  5. Membaca takbir keempat kemudian doa untuk muslimin
  6. Salam

1. Niat Sholat Mayit

Niat yang dimaksud di sini adalah berniat untuk melakukan shalat jenazah. Niat sangat penting karena ia adalah pembeda antara ibadah dan suatu kebiasaan.

Berniat di sini adalah perbuatan hati, sehingga tidak perlu dilafalkan.

2. Berdiri tegak dan membaca takbiratul ihram, kemudian surat al fatihah

Ada sebuah sunnah yang sudah banyak ditinggalkan ketika melakukan shalat jenazah, yaitu membaca surat lain setelah al fatihah. Dalilnya juga perbuatan Ibnu Abbas radliyallahu anhu.

Thahlhah bin Auf berkata:

صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عَبَّاسٍ عَلَى جَنَازَةٍ، فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَسُورَةٍ وَجَهَرَ حَتَّى أَسْمَعَنَا، فَلَمَّا فَرَغَ أَخَذْتُ بِيَدِهِ، فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ: سُنَّةٌ وَحَقٌّ

Aku menshalati jenazah di belakang Ibnu Abbas, lalu dia membaca surat al fatihah dan satu surat lain. Dia mengeraskan bacaannya hingga terdengar oleh kami. Ketika selesai, aku memegang tangannya lalu bertanya tentang hal itu kepadanya. Dia menjawab: Ini adalah sunnah dan kebenaran. [Hr. An-Nasa’i]

Imam Syafi’i rahimahullah berkata: Para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mengatakan sebagai sunnah dan kebenaran, kecuali untuk sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, insya Allah. [Ahkamul Janaiz hlm. 122]

3. Membaca takbir kedua kemudian bacaan shalawat

Mengenai bacaan shalawat yang dibaca adalah bebas, boleh yang pendek maupun yang panjang.

4. Membaca takbir ketiga kemudian doa untuk mayit

Di sinilah inti dari sholat mayit, yaitu untuk mendoakan kebaikan bagi jenazah. Adapun doanya sebagaimana diriwayatkan oleh Auf bin Malik yang disebutkan dalam kitab Shahih Muslim adalah sebagai berikut:

Doa Sholat Mayit

Bacaan Arab

اللهُمَّ، اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Bacaan Latin

Allahummaghfir lahu warhamhu wa aafihi wa’fu anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ mudkhalahu, waghsilhu bil maa’i wats tsalji wal baradi,

Wa naqqihi minal khotoya kamaa naaqoitats tsaubal abyadi minad danas, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi,

wa ahlan khoiron min ahlihi, wa zaujan khoiron min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa aidz’hu min adzabil qobr.

Artinya

Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya. Kasihanilah, lindungilah, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkanlah kuburnya, dan bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun.

Bersihkanlah dia dari semua kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya (di dunia) dengan rumah yang lebih baik (di akhirat).

Gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, pasangannya dengan pasangan yang lebih baik, dan masukkanlah dia ke syurga dan lindungilah dia dari adzab kubur.

5. Membaca takbir keempat kemudian doa untuk muslimin

Apabila setelah takbir ketiga kita membaca doa untuk mayit, maka setelah takbir keempat kita membaca doa untuk muslimin.

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radliyallahu anhu dari kitab Sunan Abu Dawud. Lafalnya sebagai berikut:

Bacaan Arab

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا، وَمَيِّتِنَا، وَصَغِيرِنَا، وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ

Bacaan Latin

Allahummaghfir lihayyina wa mayyitina wa shoghirina wa kabirina wa dzakarina wa untsana wa syahidina wa ghoibina

Allahumma man ahyaitahu minna fa ahyihi alal iman wa man tawaffaitahu minna fatawaffahu alal islam

Allahumma laa tahrimna ajrohu wala tudillana ba’dahu

Artinya

Ya Allah, ampunilah orang yang hidup, orang yang mati, anak kecil, orang dewasa, kaum lelaki, kaum perempuan, orang yang hadir, dan orang yang tidak hadir dari kami.

Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah dia di atas keimanan. Dan siapapun yang Engkau wafatkan di antara kami, maka wafatkanlah dia di atas Islam.

Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari mendapatkan pahalanya dan janganlah Engkau sesatkan kami setelah kematiannya.

6. Salam

Terdapat riwayat yang shahih dari perbuatan para sahabat bahwa salam ketika sholat mayit adalah 1 kali. Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Jabir, dan Abu Hurairah salam 1 kali dalam shalat jenazah. Jadi, amalan ini boleh dilakukan.

Adapun yang lebih utama adalah salam 2 kali, berdasarkan hadits yang shahih. Abdullah bin Mas’ud radliyallahu anhu berkata:

ثَلَاثُ خِلَالٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُنَّ، تَرَكَهُنَّ النَّاسُ , إِحْدَاهُنَّ: التَّسْلِيمُ عَلَى الْجِنَازَةِ مِثْلُ التَّسْلِيمِ فِي الصَّلَاةِ

Ada 3 hal yang dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukannya, tetapi telah ditinggalkan oleh manusia. Salah satunya: salam pada shalat jenazah seperti salam pada shalat biasa. [Hr. Al Baihaqi]

Shalat Ghaib

Ketika Najasyi (Raja Etiopia saat itu) meninggal, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَاتَ اليَوْمَ رَجُلٌ صَالِحٌ، فَقُومُوا فَصَلُّوا عَلَى أَخِيكُمْ أَصْحَمَةَ

Telah meninggal hari ini seorang lelaki yang shalih, maka berdirilah kalian lalu shalatlah atas saudara kalian, yaitu Ash-hamah. [Hr. Al-Bukhari]

Shalat ghaib tidak dilakukan untuk setiap jenazah. Akan tetapi, hanya dilakukan untuk jenazah yang belum dishalati, atau jenazah muslim yang memiliki jasa besar untuk umat Islam. Demikian dijelaskan oleh muhaqqiqin.

Demikianlah penjelasan tentang sholat mayit atau shalat jenazah, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.