Sholat Tahajud: Keutamaan, Bacaan, dan Waktunya

Al-Fikry.com – Sholat tahajud merupakan amalan sunah yang perlu kita perhatikan. Dalam Al Quran surat Al-Isra ayat 46 Allah taala memberi perintah untuk mendirikan sholat ini:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan dari sebagian waktu malam, maka bertahajudlah dengannya sebagai tambahan bagimu. Pasti Pemeliharamu akan membangkitkanmu pada kedudukan yang terpuji.”

Artikel ini akan membahas hadits seputar shalat ini dan keutamaannya.

Keutamaan Sholat Tahajud

Berikut ini keutamaan-keutamaan melakukan tahajud:

Empat yang Menggiurkan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنْ الْجَسَدِ

“Lazimilah oleh kalian akan sholat malam, karena sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya sholat malam itu mendekatkan kepada Allah, menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” [Hr. At-Tirmidzi, shahih kecuali lafal “mengusir penyakit dari badan]

Melepas 3 Ikatan Setan

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

“Setan memberi ikatan pada tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan. Pada tiap ikatan dia berkata: Kamu memiliki malam yang panjang maka tidurlah. Jika dia (seseorang) bangun lalu mengingat Allah, maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu, maka lepaslah satu tali yang lain. Dan bila dia mendirikan sholat, maka lepaslah satu tali yang lain. (Jika demikian) Maka dia berpagi-pagi dalam keadaan semangat dan jiwanya baik. Namun bila tidak, maka dia berpagi-pagi dalam keadaan jiwanya buruk dan malas.” [Hr. Al-Bukhari 1074]

Meninggikan Kemuliaan di Hadapan Allah

Terdapat hadits shahih dan hadits dha’if, yaitu:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، قَالَ : جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ثُمَّ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ.

Dari Sahl bin Sa’d, dia berkata: Jibril ‘alaihissalam datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: ‘Wahai Muhammad, hiduplah engkau semaumu sebab engkau akan mati. Cintailah siapapun yang engkau cintai karena engkau akan meninggalkannya. Kerjakanlah apapun yang engkau mau sebab engkau akan dibalas dengannya.’ Kemudian dia (Jibril) melanjutkan: ‘Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mu’min adalah sholat malam dan ‘izzahnya (gagah) adalah menahan diri dari meminta kepada orang.’ [Hr. Hakim 7921, shahih]

Adapun hadits yang dha’if bahkan palsu adalah:

أَشْرَافُ أُمَّتِي حَمَلَةُ الْقُرْآنِ وَأَصْحَابُ اللَّيْلِ

“Orang-orang mulia dari ummatku adalah para penghafal Al-Quran dan ahli ibadah malam hari.” [Hr. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2447 & 2977, DHA’IF/PALSU]

Hadits ini disebutkan dalam Dha’ifut Targhib 366, dan dinilai dha’if. Namun juga disebutkan dalam Shahihut Targhib 628, dan dinilai shahih. Yang benar adalah dha’if, atau maudhu’ sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Albani dalam ad-Dha’ifah 2416: dalam sanadnya terdapat Sa’d bin Sa’id, orang shalih yang ghafil (lalai) dalam periwayatan hadits, juga terdapat Nasyhal yang halik (rawi dha’if) yang dinilai kadzdzab (pendusta) oleh Abu Dawud at-Thayalisi & Ibnu Rahuyah, dan dikatakan Abu Sa’id: “Dia meriwayatkan hadits-hadits palsu dari Dhahhak”, dan dikatakan oleh Ibnu Hibban: “Tidak halal menulis haditsnya kecuali untuk ta’ajjub (menunjukkan keheranan)”. Wallahu A’lam.

Sholat Sunnah Paling Utama

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Paling utamanya puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan paling utamanya sholat sesudah sholat fardu adalah sholat malam.” [Hr. Muslim 1982]

Bacaan Sholat Tahajud

Terdapat hadits-hadits terkait apa yang dibaca dalam shalat malam ini sebagai berikut:

Membaca Surat Panjang

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُولُ الْقُنُوتِ

Sholat yang paling afdhal (utama) adalah sholat yang berdirinya lama.” [Hr. Muslim 1257]

Membaca 10, 100, atau 1000 Ayat

مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنْ الْغَافِلِينَ وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كُتِبَ مِنْ الْقَانِتِينَ وَمَنْ قَامَ بِأَلْفِ آيَةٍ كُتِبَ مِنْ الْمُقَنْطِرِينَ

Barangsiapa berdiri (sholat malam) dengan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan dicatat sebagai orang-orang yang lalai. Barangsiapa berdiri (sholat malam) dengan membaca seratus ayat, maka dia akan dicatat sebagai orang-orang yang tunduk, dan barangsiapa berdiri (sholat malam) dengan membaca seribu ayat, maka dia akan dicatat sebagai muqanthirin (orang-orang yang mendapat pahala berlipat-lipat tidak terhingga).” [Hr. Abu Dawud 1190, shahih]

Waktu Sholat Tahajud

Ada beberapa dalil yang menjelaskan waktu yang utama untuk melakukan shalat malam sebagai berikut:

Sepertiga Malam Terakhir

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنْ الْعَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخِرِ فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

Waktu yang paling dekat antara Rabb dengan seorang hamba adalah pada tengah malam terakhir. Apabila kamu mampu menjadi golongan orang-orang yang berdzikir kepada Allah (sholat) pada waktu itu, maka lakukanlah!”. [Hr. At-Tirmidzi 3503, shahih].

Tengah Malam

اعْبُدُوا الرَّحْمَنَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَأَفْشُوا السَّلَامَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Beribadahlah kalian kepada Ar-Rahman (salah satu nama Allah taala dalam Asmaul Husna), berilah makanan, dan tebarkanlah salam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” [Hr. At-Tirmidzi 1778, shahih]

Pada lafadz yang lain disebutkan:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Maka berdirilah seorang Arab badui sambil berkata, “Bagi siapakah ia (kamar-kamar) itu wahai Rasululullah?” Nabi menjawab: “Untuk orang yang membaguskan pembicaraan, memberi makan, melazimi puasa, dan sholat untuk Allah pada malam hari sedangkan orang-orang tidur.” [Hr. At-Tirmidzi 1907, shahih]

Doa Mustajab Setelah Shalat

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

Dari Abu Umamah ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar? Beliau menjawab: “Doa di tengah malam terakhir dan setelah sholat-sholat wajib.” [Hr. At-Tirmidzi 3421, shahih]

Dalam riwayat lain beliau bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu waktu, tidaklah seorang muslim mendapati waktu itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wa jalla dari perkara dunia dan akhirat, kecuali Allah pasti memberikannya kepadanya. Dan itu terjadi pada setiap malam.” [Hr. Muslim 1259]

Tata Cara Tahajud yang Pasti Diterima Allah

Ubadah bin Ash-Shamit bercerita bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي أَوْ دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ

“Barang siapa bangun di waktu malam lalu membaca ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Alhamdulillahi wa subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar wa laa jaula wa laa quwwata illa billah‘ (Tidak ada sesembahan kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahamampu atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tidak ada sesembahan kecuali Allah, Allah Mahabesar, serta tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah) Kemudian dia membaca ‘Allahummaghfirlii‘ (Ya Allah ampunilah aku) atau berdoa, maka pasti dikabulkan baginya. Jika dia berwudhu lalu sholat, maka sholatnya diterima”. [Hr. Al-Bukhari 1154]

Keutamaan yang Lain

Pasutri Saling Membangunkan

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ، نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى، نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam lalu sholat (tahajud) dan membangunkan isterinya. Apabila isterinya enggan, dia memercikkan air ke muka istrinya. Dan semoga Allâh merahmati seorang isteri yang bangun malam, lalu sholat dan membangunkan suaminya. Apabila suaminya enggan, maka dia memercikkan air ke muka suaminya.” [Hr. Abu Dawud 1113, shahih]

Keutamaan Tahajud Bareng Istri

مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

Barangsiapa bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka melaksanakan sholat dua rakaat bersama-sama, maka keduanya dicatat sebagai laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah.” [Hr. Abu Dawud 1239, shahih]

Sholat Secara Istiqomah

مَا مِنْ امْرِئٍ تَكُونُ لَهُ صَلَاةٌ بِاللَّيْلِ فَيَغْلِبُهُ عَلَيْهَا نَوْمٌ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ أَجْرَ صَلَاتِهِ وَكَانَ نَوْمُهُ ذَلِكَ صَدَقَةً

Tidaklah ada seorang yang membiasakan diri sholat malam, lalu tidur (saat yang lain) mengalahkannya, kecuali Allah azza wa jalla menetapkan untuknya akan pahala sholatnya. Dan tidurnya itu adalah sebagai shadaqah.” [Hr. Ahmad 233303, shahih]

Tahajud Nabi Daud

أَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Sholat yang paling Allah cintai adalah sholatnya Nabi Daud ‘alaihis salam dan shaum (puasa) yang paling Allah cintai adalah shaumnya Nabi Daud ‘alaihissalam. Beliau tidur hingga pertengahan malam lalu sholat pada sepertiganya kemudian tidur kembali pada seperenam akhir malamnya. Dan Nabi Daud alaihissalam shaum sehari dan berbuka sehari.” [Hr. Al-Bukhari 1063]

Perkiraan: Tidur jam 19.30-00.00, tahajjud jam 00.00-03.00, dan istirahat lagi jam 03.00-04.30. * Jika 1 jam bisa membaca 1 juz, berarti mendapatkan 3 juz/malam.

Shalat Tarawih

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتْ السَّادِسَةُ لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتْ الْخَامِسَةُ قَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا قِيَامَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ قَالَ فَلَمَّا كَانَتْ الرَّابِعَةُ لَمْ يَقُمْ فَلَمَّا كَانَتْ الثَّالِثَةُ جَمَعَ أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ وَالنَّاسَ فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِقِيَّةَ الشَّهْرِ

Dari Abu Dzar dia berkata: Kami pernah berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak mengerjakan sholat malam bersama kami sedikitpun dari bulan itu hingga tersisa 7 hari. Lalu beliau sholat bersama kami sampai berlalu sepertiga malam. Maka tatkala malam keenam (urutan dari akhir bulan) beliau tidak sholat bersama kami. Lalu ketika malam kelima, beliau sholat bersama kami hingga lewat pertengahan malam. Maka aku berkata: Wahai Rasulullah, alangkah baiknya anda menambah sholat sunnah malam ini untuk kami! Abu Dzar berkata: Maka beliau bersabda: “Sungguh seseorang bila sholat (malam) bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya seperti sholat semalam suntuk.” Abu Dzar berkata: Maka tatkala malam keempat, beliau tidak sholat malam (bersama kami). Lalu ketika malam ketiga, beliau mengumpulkan keluarga dan istri-istri beliau serta orang-orang. Lalu beliau sholat bersama kami, hingga kami khawatir kehilangan ‘Al Falah’. Jabir bertanya: Apakah al falah itu? Abu Dzar menjawab: (Yaitu) sahur. Kemudian beliau tidak sholat malam bersama kami di sisa-sisa bulan itu. [Hr. Abu Dawud 1167, shahih]

Niat Sholat Tahajud Sebelum Tidur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَل

“Barangsiapa mendatangi tempat tidurnya dan dia berniat bangun untuk sholat malam, lalu ternyata matanya mengalahkan dia hingga datang waktu subuh maka ditetapkan baginya apa yang ia niatkan. Dan tidurnya adalah sedekah baginya dari Pemeliharanya ‘Azza wa Jalla.” [Hr. An-Nasai 1765, shahih]

Demikianlah hadits-hadits tentang sholat tahajud. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang bisa konsisten untuk mengerjakannya, amin.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage: Mutiara Dakwah.

Artikel : Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.