Sunnah Idul Fitri dan Idul Adha Lengkap

Sunnah Idul Fitri dan Adha – Saya menulis artikel ini pertama kali pada malam hari raya Idul Fitri 2019 / 1440 H. Kebahagiaan tiada tara diiringi rasa syukur kepada Allah atas limpahan nikmat yang sangat besar ini.

Berhubung momennya sedang pas, penulis akan berbagi tentang sunnah yang dapat kita amalkan di hari bahagia ini.

Sunnah Idul Fitri

Ada beberapa sunnah yang dapat kita amalkan. Waktunya ada yang sebelum melaksanakan shalat idul fitri dan ada yang sesudah melaksanakannya. Berikut ini saya ulas satu per satu.

Kalau anda merasa bahwa masih ada yang kurang, silakan tambah pada komentar di bawah ya ๐Ÿ™‚

1. Mandi Besar Sebelum Berangkat Shalat

Biasanya, saat disebut “mandi besar”, maka pikiran kita otomatis tertuju pada junub. Hal itu memang benar karena mandi ini biasa dilakukan setelah junub. Namun, ternyata mandi ini juga termasuk amalan yang dianjurkan sebelum melakukan shalat idul fitri.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Imam An-Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan sunnah mandi untuk shalat โ€˜ied.

Dikatakan dianjurkan karena idul fitri adalah waktu berkumpulnya orang banyak sama halnya dengan waktu shalat Jumโ€™at. Kalau shalat Jumโ€™at dianjurkan mandi, maka shalat โ€˜ied pun sama.

Adapun tatacaranya adalah sama dengan tatacara mandi junub. Bagi anda yang belum tahu tatacara mandi junub sesuai sunah, silakan anda baca pada artikel tentang mandi wajib.

2. Makan Sebelum Shalat

Setiap orang pasti menyukai aktifitas yang satu ini. Ternyata, selain menyenangkan, makan juga bisa menjadi sarana kita mengamalkan sunah nabi karena ia termasuk sunnah idul fitri.

Dari sahabat Buraidah radliyallahu ‘anhu, dia berkata:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: ” ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ุฏููˆ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽ ููŽูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุชูู‡ู

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat di hari idul fitri hingga beliau makan dan beliau tidak makan di hari idul adha hingga beliau pulang, lalu beliau makan dari sembelihan beliau.” [Hr. Ahmad]

Ada beberapa hikmah yang diterangkan oleh para ulama terkait mengapa disunnahkan makan sebelum shalat idul fitri. Salah satunya adalah sebagaimana diterangkan oleh Al-Muhallab rahimahullah.

Al-Muhallab rahimahullah menerangkan, bahwa hikmah dari perbuatan ini adalah supaya tidak ada orang yang menyangka bahwa hari itu masih wajib puasa.

Selengkapnya bisa anda baca pada kitab Fathul Bari susunan Ibnu Hajar pada ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูุฑููˆุฌู (Bab Makan di Hari Idul Fitri Sebelum Keluar). Di dalamnya disebutkan hikmah-hikmah lain terkait makan sebelum shalat ini.

Lalu, adakah makanan yang disunnahkan?

Biasanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih buah kurma dengan bilangan ganjil. Sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ุฏููˆ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ููุทู’ุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ุชูŽู…ูŽุฑูŽุงุชูยป … ยซูˆูŽูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูุชู’ุฑู‹ุงยป

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat di hari idul fitri hingga memakan beberapa kurma … dan beliau memakannya dengan bilangan ganjil.” [Hr. Al-Bukhari]

Hanya saja, buah kurma di sini bukanlah merupakan suatu keharusan. Sehingga, menurut ulama, apabila kita tidak mendapati kurma, boleh memakan makanan halal lainnya.

3. Berangkat dan Pulang dengan Melewati Jalan yang Berbeda

Banyak dari saudara kita yang belum mengetahui hal ini. Sahabat Jabir bin ‘Abdullah radliyallahu ‘anhu berkata:

ยซูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนููŠุฏู ุฎูŽุงู„ูŽููŽ ุงู„ุทูŽู‘ุฑููŠู‚ูŽยป

“Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila di hari ied, beliau membedakan jalan (antara berangkat dan pulang).” [Hr. Al-Bukhari]

Hikmah membedakan jalan ini telah disampaikan oleh Ibnu Hajar. Beliau menjelaskan bahwa salah satu faidah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan jalan adalah supaya 2 jalan itu menjadi saksi perbuatan baik beliau. [Fathul Bari 2/473]

4. Memakai Pakaian Terbaik

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Abdullah bin ‘Umar pernah memberikan sebuah kain sutra kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya adalah supaya beliau menggunakannya di hari raya dan ketika menerima tamu. Setelah menerima kain tersebut, maka beliau bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูุจูŽุงุณู ู…ูŽู†ู’ ู„ุง ุฎูŽู„ุงู‚ูŽ ู„ูŽู‡ู

“Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak ada bagian baginya (di akhirat).” [Hr. Al-Bukhari 948 dan Muslim 2068]

Apa kaitannya dengan pembahasan kita kali ini?

Dalam hadits tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari tentang berhias di hari raya. Akan tetapi, beliau hanya memberitahukan bahwa memakai jubah ini diharamkan karena ia terbuat dari sutera. As-Sindi dalam hasyiyah (penjelasan) Sunan Nasaโ€™i, 3/181 berkata,

“Dengan demikian dapat diketahui diketahui bahwa berhias pada hari raya adalah termasuk budaya yang telah dikenal di tengah mereka. Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mengingkarinya, maka berarti diketahui bahwa itu merupakan ketetapannya.”

5. Bertakbir dari Rumah Menuju Tempat Shalat

Memperbanyak bertakbir merupakan perintah Allah ketika kita telah menyelesaikan puasa ramadan. Allah taala berkalam sebagaimana dalam surat Al-Baqarah ayat 185: 

ูˆูŽู„ูุชููƒู’ู…ูู„ููˆุง ุงู„ู’ุนูุฏูŽู‘ุฉูŽ ูˆูŽู„ูุชููƒูŽุจูู‘ุฑููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ

โ€œDan supaya kalian menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas apa yang telah Dia beri petunjuk kalian serta agar kalian bersyukur.โ€ [QS. Al Baqarah: 185].

Mengenai keterkaitan bertakbir dengan sunnah idul fitri, dalam sebuah riwayat disebutkan:

ุนูŽู†ู ุงู„ุฒูู‘ู‡ู’ุฑููŠูู‘ุŒ ยซุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑูุŒ ููŽูŠููƒูŽุจูู‘ุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุงู„ู’ู…ูุตูŽู„ูŽู‘ู‰ุŒ ูˆูŽุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽู‚ู’ุถููŠูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽุŒ ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูƒู’ุจููŠุฑูŽยป

“Dari Az-Zuhri, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di hari idul fitri, lalu beliau bertakbir hingga mendatangi tempat shalat dan hingga selesai shalat. Apabila beliau telah menyelesaikan shalat, beliau berhenti dari takbir.” [Hr. Ibnu Syaibah dalam Al-Mushannaf. Shahih. Silsilah Ash-Shahihah 1/329]

Bagaimanakah lafadz takbir hari raya yang benar?

Lafadz Takbiran Idul Fitri

Lafadz takbiran sesuai sunnah yang benar adalah sebagaimana diajarkan oleh sahabat Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu. Dalam sebuah riwayat oleh Saโ€™id bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah, sahabat Ibnu Masโ€™ud mengucapkan:

ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽู„ู„ู‡ู ุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.

(artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).”

Lafadz takbir hari raya berapa kali?

Dalam riwayat ini lafazh takbir โ€œAllahu Akbarโ€ yang pertama ditemukan sebanyak dua kali. Akan tetapi, dalam hadits lain yang juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah – dan dengan sanad yang sama – disebutkan dengan penyebutan tiga kali takbir.

Artinya, dua atau tiga kali takbir sama-sama boleh.

6. Saling Memberi Tahniah Setelah Shalat

Tahniah artinya apa?

Tahniah adalah ucapan selamat.

Tidak ada riwayat yang shahih tentang perbuatan ini yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tradisi saling memberi tahniah atau ucapan selamat ini mengikuti perbuatan para sahabat sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Hajar:

ูˆูŽุฑูŽูˆูŽูŠู’ู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุญูŽุงู…ูู„ููŠูŽู‘ุงุชู ุจูุฅูุณู’ู†ูŽุงุฏู ุญูŽุณูŽู†ู ุนูŽู†ู’ ุฌูุจูŽูŠู’ุฑู ุจู’ู†ู ู†ูููŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงู„ู’ุชูŽู‚ูŽูˆู’ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุนููŠุฏู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ู„ูุจูŽุนู’ุถู ุชูŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽู‘ุง ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูŽ

“Dan kami telah meriwayatkan dalam kitab Al-Muhamiliyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, dia berkata: Adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mereka saling bertemu di hari ied, berkatalah sebagian mereka kepada sebagian yang lain: Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan kalian).” [Fathul Bari 2/446]

Sunnah Idul Adha

Secara garis besar, amalan yang dapat kita lakukan di hari raya idul adha sama dengan apa yang kita lakukan pada idul fitri. Perbedaannya hanya terletak pada makan.

Apabila di hari idul fitri kita disunnahkan makan sebelum shalat, maka di hari idul adha adalah sebaliknya. Tidak ada sunnahnya makan sebelum shalat idul adha.

Sunnah makan di hari raya Idul Adha dilakukan setelah shalat. Dalilnya adalah hadits dari sahabat Buraidah radliyallahu ‘anhu yang telah kita bahas di atas. Silakan anda lihat kembali.

Demikianlah beberapa sunnah idul fitri dan adha yang dapat anda lakukan sebelum dan sesudah shalat.

Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk istiqomah dalam mengamalkan sunnah-sunnah Nabi. Amin.

Wabillahit taufiq.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah

Artikel: Al-Fikry.com.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.