Taqwa Kepada Allah yang Sebenarnya

Tebar kebaikan yuk dengan share tulisan ini!

Berkali-kali seorang khatib mengingatkan jamaahnya dalam khutbah untuk selalu menjaga taqwa kepada Allah. Seorang da’i juga mengawali kajiannya untuk meningkatkan takwa.

Semua ini karena begitu pentingnya memperhatikan takwa, sebagaimana kalam Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang mengaku beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaqwaan. Dan janganlah benar-benar kalian mati kecuali kalian dalam keadaan berserah diri (kepada Allah).” [Qs. Ali Imran (3) : 102]

Pengertian Taqwa

Kata taqwa dalam bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Arab التقوى yang memiliki asal kata dari وقى – يقي – وقاية (Waqa – Yaqi – Wiqayatan).

Secara bahasa artinya adalah menjaga diri, menghindari, menjauhi. Adapun secara istilah, taqwa adalah takut kepada Allah dan menjauhkan diri dari api neraka dengan cara menjalankan perintah Allah sekuat kemampuan dan menjauhi larangan-Nya tanpa terkecuali.

Taqwa letaknya berada di hati. Seseorang tidak dapat dikatakan sebagai orang yang bertaqwa hanya karena berpenampilan islami. Memakai pakaian gamis, memakai sorban, dan sebagainya (meskipun ini sunnah).

Sahabat Abu Hurairah radliyallahu anhu bercerita bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

التَّقْوَى هَاهُنَا. وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Taqwa itu adalah di sini.” Dan beliau berisyarat ke dada beliau tiga kali.” [Hadits tentang ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya]

Maksud hadits ini adalah bahwasanya perbuatan yang tampak itu tidak menunjukkan ketaqwaan. Sesungguhnya taqwa hanya dapat ditunjukkan dari hati yang selalu mengagungkan Allah, khusyu’, dan merasa selalu diawasi oleh-Nya. [Syarh An Nawawi ala Muslim 16/121]

Ciri-ciri atau tanda-tanda orang yang memiliki ketaqwaan dalam hatinya adalah orang yang selalu berhati-hati dalam bersikap. Ulama menjelaskan:

خَلِّ الذُّنُوبَ صَغِيرَهَا … وَكَبِيرَهَا ذَاكَ التُّقَى
وَاصْنَعْ كماش فوق أرض … الشَّوْكِ يَحْذَرُ مَا يَرَى

“Tinggalkanlah dosa-dosa yang kecil. Dan yang besar. Itulah ketaqwaan. Jadilah seperti orang yang berjalan di atas tanah berduri, sehingga dia berhati-hati dari apa yang dia lihat.” [Tafsir Ibnu Katsir 1/75]

Manfaat Taqwa Kepada Allah

Beberapa manfaat taqwa sebagaimana telah disebutkan dalam al quran dan hadits-hadits Nabis shallallahu alaihi wa sallam di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menjadi syarat turunnya berkah dari langit dan bumi. Sebagaimana kalam Allah taala yang artinya: “Dan kalaulah penduduk suatu negri mereka beriman dan bertaqwa, sungguh pasti kami bukakan atas mereka itu keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi.” [Qs. Al A’raf (7) ayat 96]

Berkah adalah banyaknya kebaikan. Ketika suatu tempat mampu mendatangkan banyak kebaikan, masyarakat adil makmur, kehidupan nyaman dan tentram, maka itulah yang disebut tempat yang berkah.

Sebaliknya, jika suatu tempat memiliki banyak masalah, bencana datang bertubi-tubi, masyarakat saling bermusuhan, dan kehidupan penuh kekacauan dan ketidaktentraman, maka inilah yang disebut dengan tempat yang tidak berkah.

2. Allah berikan jalan keluar dari masalah. Allah taala berkalam: “Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, Dia akan berikan baginya jalan keluar (dari masalahnya). Dan Dia akan berikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia sangka.” [Qs. Ath Thalaq (65) ayat 2-3]

Banyak orang keliru, ketika dia mendapat masalah, dia justru lari dari Allah. Padahal, Allah adalah satu-satunya Dzat yang mampu menghilangkan masalah tersebut. Oleh karenanya, ketika anda mendapat masalah, mendekatlah kepada Allah, banyak-banyaklah membaca doa agar masalah cepat selesai.

3. Jaminan bahwa perbuatannya akan menjadi baik. Dalam surat Al Ahzab Allah taala menyatakan: “Wahai orang-orang yang mengaku beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan ucapkanlah ucapan yang lurus. Niscaya Dia akan perbaiki amalan-amalan kalian untuk kalian dan Dia ampuni dosa-dosa kalian untuk kalian.” [Qs. Al-Ahzab (33) ayat 70-71]

4. Kunci dari Ilmu. Allah taala menyatakan: “Dan bertaqwalah kalian kepada Allah dan Allah akan memberikan ilmu kepada kalian.” [Qs. Al Baqarah (2) : 282]

Belajar adalah sangat penting. Tetapi, yang lebih penting dari itu adalah mendekat kepada Allah taala. Meninggalkan apa yang Dia larang. Mengerjakan apa yang Dia perintahkan.

5. Orang yang Bertaqwa adalah Wali Allah. Dalam surat Yunus disebutkan: “Ketahuilah! Sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran atas mereka dan mereka tidak akan bersedih. Yaitu orang-orang yang mereka beriman dan mereka juga bertaqwa.” [Qs. Yunus (10) : 62-63]

Banyak orang mengaku bahwa mereka adalah wali Allah, padahal mereka melakukan maksiat kepada Allah. Ini semua merupakan kebohongan yang besar, nas’alullahal afiyah.

6. Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. Allah menyatakan: “Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah! Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” [Qs Al Baqarah (2) ayat 164]

Ketika Allah telah bersama seseorang, maka siapakah yang mampu mencelakakan orang itu?

8. Orang yang Bertaqwa akan mampu membedakan kebenaran dari kebatilan. Allah berkalam: “Jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan untuk kalian itu sebuah furqan (petunjuk untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah).” [Qs Al Anfal (8) ayat 29]

Di zaman kita sekarang dimana fitnah sedang tersebar di mana-mana. Kebaikan dan keburukan tercampur sehingga sulit bagi kita untuk membedakan, taqwa kepada Allah adalah jalan keluar bagi kita semua.

9. Dosa-dosa akan Diampuni. Allah taala telah memberi jaminan: “Dan barang siapa takwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya darinya dan melipatgandakan pahala untuknya.” [Qs Ath Thalaq (65) ayat 5]

10. Mendapatkan Cinta dari Allah. Allah berkalam: “Benar! Barang siapa menyempurnakan dengan janjinya dan dia bertaqwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa.” [Qs Ali Imran (3) ayat 76]

Ini adalah tujuan dari taqwa yang paling tinggi. Setiap orang menginginkan agar dia mendapat cinta dari Allah. Dan Allah menjelaskan bahwa cinta-Nya hanya diberikan kepada orang-orang yang bertakwa.

11. Takwa adalah syarat diterimanya suatu amalan. Allah taala menyebutkan: “Sesungguhnya tiada lain Allah menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.” [Qs Al Maidah (5) ayat 27]

Berapa banyak orang berbuat kebaikan, tetapi kebaikannya tidak diterima oleh Allah karena tidak adanya ikhlas dalam hatinya?

Perbedaan antara Iman dan Taqwa

Sebagian orang menganggap bahwa iman dan taqwa adalah satu. Ketika seseorang beriman, maka dia telah bertaqwa. Orang yang bertaqwa adalah orang yang beriman. Padahal, anggapan seperti ini adalah keliru.

Dalam beberapa ayat yang ada dalam al quran, Allah taala menyandingkan keimanan dengan ketaqwaan. Iman adalah sesuatu dan taqwa adalah sesuatu yang lain.

Iman adalah keyakinan atas hal-hal yang ghaib dan kejadian-kejadian yang telah disebutkan dalam Al Quran. Contohnya adalah iman kepada Allah, Iman kepada malaikat, iman kepada kitab Allah, rasul-Nya, dan hari akhir.

Iman memiliki tingkatan-tingkatan. Sebagaimana Allah taala berkalam: “Dan apabila dibacakan ayat-ayatNya atas mereka, ia pasti menambahi kepada mereka akan keimanan.” [Qs Al Anfal ayat 1]

Seseorang yang telah memenuhi 3 syarat dalam beriman, maka dia akan mampu merasakan manisnya iman.

Adapun taqwa adalah mengikuti jalan keselamatan di dunia dan di akhirat dengan menjalankan perintah Allah sekuat kemampuan dan menjauhi larangan-Nya tanpa terkecuali.

Demikianlah artikel yang dapat kami tuliskan mengenai taqwa kepada Allah, wallahu a’lam. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang memiliki taqwa yang sebenarnya, amin.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq.

Tebar kebaikan yuk dengan share tulisan ini!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.