Shalat Istikharah: Tata Cara Beserta Manfaat dan Doanya

Shalat Istikharah – Sebagai manusia, kadang kita menghadapi masalah yang membuat bingung, contohnya dalam masalah jodoh.

Karena sayangnya Allah kepada kita, Dia telah memberikan solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Solusi itu berupa istikharah.

Dalam artikel ini, akan kita bahas tentang shalat istikhoroh terkait hukumnya, fadilah, tata cara, manfaat, dan kapan waktu yang tepat bagi kita untuk melakukannya.

Apa Itu Shalat Istikharah?

Mengenai definisi shalat, saya kira tidak perlu dibahas karena kita telah memahaminya. Adapun yang akan saya bahas di sini adalah definisi istikharah.

Dalam bahasa Arab, istikharah disebut dengan إستخارة . Secara bahasa, istikharah adalah meminta pilihan dari sesuatu. Adapun secara istilah, istikharah adalah meminta yang terpilih. Maksudnya, meminta pengalihan keinginan kepada sesuatu yang terpilih di hadapan Allah dan yang terbaik, dengan shalat ataupun doa yang telah diajarkan pada istikharah. [Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, jz. 3, hlm. 241]

Jadi, shalat istikhoroh yang dimaksud dalam artikel ini adalah shalat untuk meminta petunjuk kepada Allah supaya diberikan pilihan yang terbaik menurut-Nya. Misalnya dilakukan dalam masalah jodoh, maka maksudnya adalah meminta jodoh terbaik.

Dalil Syariatnya

Dalil shalat istikharah adalah hadits yang disampaikan oleh Jabir bin ‘Abdullah radliyallahu ‘anhu. Dia berkata: 

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami istikharah dalam urusan-urusan semuanya sebagaimana beliau mengajari kami akan surat dari Al-Quran. Beliau bersabda: Apabila salah seorang dari kalian telah memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu, hendaknya dia melakukan shalat 2 rakaat yang tidak wajib kemudian berdoa:

‘Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan kepada Engkau demi ilmu-Mu, aku meminta ketetapan kepada Engkau demi kekuasaan-Mu, dan aku meminta kepada Engkau dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Mahamampu, sedangkan aku tidak mampu. Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu dan Engkau Mahatahu akan keghaiban-keghaiban.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik untukku pada duniaku, kehidupanku, dan akhir urusanku – atau beliau bersabda: urusanku yang segera dan yang tertunda – maka tetapkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia untukku kemudian berkahilah aku padanya. Akan tetapi, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini jelek bagiku pada duniaku, kehidupanku, dan akhir urusanku – atau beliau bersabda: urusanku yang segera dan yang tertunda – maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya dan tetapkanlah untukku kebaikan yang ada kemudian ridlailah aku dengannya. Beliau bersabda: Dan dia menyebutkan hajatnya.” [Hr. Al-Bukhari] 

Hukum Shalat Istikharah

Adapun secara fiqih, ulama bersepakat bahwa shalat ini adalah sunah. [Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, jz. 3, hlm. 242] 

Pada Hal Apa Kita Melakukan Shalat Istikharah?

Asy-Syaukani menjelaskan, “Sabda beliau (Dalam urusan-urusan semuanya) adalah dalil atas keumuman. Dan bahwasanya seseorang tidak boleh meremehkan suatu perkara karena kecilnya dan tidak ada perhatian dengannya sehingga dia meninggalkan istikharah padanya. Barangkali suatu perkara yang dia remehkan dengannya maka jadilah dalam pendahuluannya ada mudarat yang besar atau pada peninggalannya. Karena itulah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya seseorang dari kalian meminta Pemeliharanya hingga pada masalah tali sandalnya.” [Nailul Authar 3/88]

Manfaat Istikharah

Hikmah dari syariat shalat ini adalah supaya kita berserah diri kepada ketetapan Allah azza wa jalla dan supaya kita tidak merasa memiliki kemampuan atas segala sesuatu. Selain itu, supaya Allah mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat bagi pelakunya. 

Adapun manfaat shalat sunnah ini adalah dapat memberikan kemantapan hati karena kita telah meminta petunjuk dari Allah atas apa yang akan kita putuskan.

Tatacara Shalat Istikharah

Perlu diketahui bahwa shalat ini bertujuan untuk memohon petunjuk kepada Allah.

Oleh karena itu, ulama bersepakat bahwa shalat ini hanya boleh dilakukan untuk meminta pilihan dalam perkara-perkara yang diperbolehkan syariat, yaitu dalam perkara yang mubah dan mustahab. Misalnya adalah untuk mohon petunjuk dalam memilih sekolah, pekerjaan, jodoh, cita-cita, dan sebagainya.

Adapun untuk meminta pilihan dalam perkara yang memaksiati Allah seperti perkara haram dan makruh, maka shalat ini tidak boleh dilakukan. 

Ketika anda bingung memutuskan pilihan untuk keinginan anda, maka itulah waktu melakukan istikharah yang tepat. Sebelumnya, sangat disukai bahwa anda bermusyawarah atau meminta pendapat dan saran dari orang-orang yang paham akan masalah anda. Setelah itu, lakukanlah shalat ini.

Berikut ini adalah cara shalat istikharah : 

  1. Niat untuk shalat sunnah istikharah 2 rakaat dalam hati, tanpa dilafalkan. Hal ini dikarenakan niat adalah perbuatan hati.
  2. Lakukanlah shalat 2 rakaat seperti biasa. 
  3. Berdoa dengan doa sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Jabir bin ‘Abdullah di atas sebagai berikut: 

Doa Istikharah

Mari kita menghafal doanya berikut ini:

Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ ، وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ ، وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي ، أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي ، أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ : وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ. 

Latin

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIRUKA BI ‘ILMIK, WA ASTAQDIRUKA BI QUDRATIK, WA AS`ALUKA MIN FADLIKAL ADHIM, FAINNAKA TAQDIRU WALA AQDIR, WA TA’LAMU WALA A’LAM, WA ANTA ‘ALLAMUL GHUYUB. ALLAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HADZAL AMRA (Sebutkan keperluan untuk menggantikan AMRA) KHAIRUN LI FI DIINI WA MA’ASYI WA ‘AQIBATI AMRI, FAQDURHU LII WA YASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIH. WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HADZAL AMRA (Sebutkan keperluan untuk menggantikan AMRA) SYARRUN LII FII DIINI WA MA’ASYI WA ‘AQIBATI AMRI, FASHRIFHU ‘ANNI WASHRIFNI ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHAIRA HAITSU KANA, TSUMMA ARDLINI. 

Untuk artinya, anda dapat melihat pada hadits yang menjadi dalil untuk shalat sunnah ini di atas.

Demikianlah penjelasan tentang shalat istikharah, wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Wabillahit taufiq..


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.