Wallahualam Artinya Apa? Pengertian dan Anjuran Penggunaannya

Wallahualam artinya apa? Mengapa banyak pembicaraan atau tulisan yang diakhiri dengan ucapan ini?

Dua pertanyaan di atas termasuk pertanyaan yang jawabannya banyak dicari. Maklum, kalimat ini memang familier di telinga kita, namun banyak orang yang belum tahu arti dari kalimat ini karena ia memang tidak berasal dari bahasa Indonesia.

Wallahualam Artinya Apa?

gambar wallahu alam

Sebenarnya, tulisan yang benar dari kalimat ini bukan wallahualam. Saya menulis demikian karena kalimat inilah yang sering diketik oleh teman-teman ketika mencarinya.

Adapun penulisan yang benar adalah Wallahu a’lam. Dengan spasi antara ‘u’ dan ‘a’ serta penggunaan koma di atas (‘) sebelum huruf el.

Catatan:

Sebenarnya, istilah koma di atas sebagai tanda baca tidak ada dalam bahasa Indonesia. Namun, jika kita menggunakan istilah tanda petik tunggal juga tidak tepat karena yang disebut tanda petik tunggal adalah begini ‘…’.

Di sini juga tidak bisa disebut apostrof karena apostrof digunakan untuk penyingkat sebagai tanda bahwa ada bagian kalimat yang dihilangkan sedangkan di sini tidak ada bagian yang dihilangkan.

Dengan demikian, kita sepakati saja ya, istilah koma di atas 🙂 .

Kalimat wallahu a’lam adalah berasal dari bahasa Arab yang artinya: “Allah yang lebih tahu.” Tulisan Arab dari kalimat ini adalah وَاللهُ أَعْلَمُ .

Baca Juga: Lillahi Ta’ala Artinya Apa?

Biasanya kalimat ini juga diberi tambahan dengan bishawab atau bis shawab sehingga menjadi wallahualam bishawab. Wallahu a’lam bishawab artinya: “Allah yang lebih tahu dengan yang benar.”

wallahualam bishawab bahasa arab

Atau ditambah dengan bil murodi sehingga menjadi wallahualam bil murodi. Arti dari kalimat ini adalah: “Allah yang lebih tahu dengan maksudnya.”

Orang yang sangat akrab dengan kalimat ini biasanya adalah orang yang sering mengikuti kajian-kajian keislaman.

Anjuran Menggunakan Wallahu A’lam

Seorang penulis artikel yang membahas tentang agama seringkali menutup artikelnya dengan kalimat ini. Seseorang yang ditanya masalah agama juga sering mengucapkan kalimat ini. Pertanyaannya adalah, kenapa?

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, Allah taala adalah Dzat yang Mahaluas Pengetahuan-Nya. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.

Adapun manusia adalah makhluk yang serba kekurangan. Pengetahuan yang mereka miliki adalah serba terbatas. Ilmu yang mereka miliki pun sebenarnya juga merupakan pemberian dari Allah taala.

Oleh karena itulah, ketika sedang membahas sesuatu atau ketika mereka tidak mengetahui suatu ilmu, sudah sepantasnya manusia mengembalikan kebenarannya kepada Allah taala dan itu dilakukan dengan mengucapkan kalimat ini.

Jadi, bisa dikatakan bahwa kalimat ini bukan merupakan jargon semata. Akan tetapi lebih dari itu, ini merupakan akhlak ketika kita berbicara masalah agama, terlebih jika kita tidak mengetahui kebenarannya.

Dalam kitab Shahihul Bukhari, disebutkan bahwasanya Abdullah bin Mas’ud radliyallahu anhu berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ العِلْمِ أَنْ يَقُولَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ المُتَكَلِّفِينَ}

Wahai sekalian manusia! Barang siapa mengetahui sesuatu, hendaknya dia berkalimat dengan pengetahuannya. Dan barang siapa yang tidak mengetahui, hendaknya dia mengucapkan Allahu a’lam. Karena sesungguhnya termasuk dari ilmu adalah ucapan untuk apa yang tidak dia ketahui: Allahu a’lam.

Allah azza wa jalla memerintahkan Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam: {Kalimatkanlah! Tidaklah aku meminta kepada kalian atasnya dari upah dan aku bukan termasuk dari orang-orang yang takalluf (merasa mampu, tetapi sebenarnya tidak).” [Qs. Shad (38) ayat 86]

Demikianlah penjelasan mengenai wallahualam artinya apa dan dalil yang menunjukkan tentang anjuran untuk mengucapkan kalimat ini, wallahu a’lam.