Wama Indallahi Khoir Artinya, Tulisan Arab, dan Penjelasan

Wama indallahi khoir adalah sebuah kalimat yang merupakan bagian dari al-Quran dan terdapat dalam surat Ali Imran ayat 198, surat Al Qashash ayat 60, dan surat Asy Syura ayat 36.

Barangkali anda sering mendapatinya pada artikel tentang kata-kata bijak atau motivasi. Isinya memang tentang targhib dari Allah taala kepada kita semua agar lebih menginginkan kenikmatan akhirat.

Wama Indallahi Khoir Artinya

tulisan arab wama indallahi khoir

Kalimat ini adalah berasal dari bahasa Arab وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ yang artinya dan apa-apa yang ada di hadapan Allah adalah lebih baik.

Sebagian orang mengartikan indallah dengan apa yang ada di sisi Allah. Saya tidak setuju dengan terjemahan seperti ini karena dapat memberi kesan bahwa ada sesuatu yang sejajar dengan Allah taala. Oleh karenanya, saya lebih suka mengartikan dengan di hadapan Allah.

Seperti yang telah saya sampaikan di muka, tulisan ini asalnya adalah dalam Al-Quran. Ia dapat kita temukan dalam surat-surat berikut:

  1. Surat Ali Imran (3) ayat 198. Dalam ayat ini, lafalnya adalah wama indallahi khairul lil abrar.
  2. Surat Al Qashash (28) ayat 60. Di sini lafalnya adalah wama indallahi khairuw wa abqa.
  3. Surat Asy Syura (42) ayat 36. Lafal dalam ayat ini serupa dengan ayat yang ada di surat Al Qashash, yaitu menggunakan lafal khairuw wa abqa.

Adapun lafal lengkapnya adalah sebagaimana dapat anda baca berikut ini:

Surat Ali Imran (3) ayat 198

Dalam ayat ini, Allah taala berkalam:

لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ

Lakinilladzinat taqaw rabbahum lahum jannatun tajrii min tahtihal anhar, khalidina fiiha, nuzulam min indillah, wama indallahi khairul lil abrar

“Akan tetapi, orang-orang yang bertaqwa kepada Pemelihara mereka, bagi mereka ada kebun-kebun yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya sebagai hidangan dari hadapan Allah. Dan apa-apa yang ada di hadapan Allah itu lebih baik bagi orang-orang yang suka berbuat baik.”

Surat Al Qashash (28) ayat 60

Dalam ayat ini, Allah taala berkalam:

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Wama uutiitum min syai’in famata’ul hayatid dunya wa ziinatuha, wama indallahi khairuw wa abqa, afala ta’qilun

“Apa-apa yang kalian diberikan dari sesuatu, maka ia adalah kesenangan hidup di dunia dan perhiasannya. Adapun apa yang ada di hadapan Allah itu lebih baik dan lebih kekal. Apakah kalian tidak mampu merenunginya?”

Surat Asy Syura (42) ayat 36

Dalam ayat ini, Allah taala berkalam:

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Fama utiitum min syai’in famata’ul hayatid dunya, wama indallahi khairuw wa abqa lilladzina aamanu wa ala rabbihim yatawakkalun

“Apa-apa yang kalian diberikan dari sesuatu, maka ia adalah kesenangan hidup di dunia. Adapun yang ada di hadapan Allah itu lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang mereka mengaku beriman dan kepada Pemelihara mereka, mereka bertawakkal.”

Maksud Wama Indallahi Khair

apa yang ada di hadapan allah itu lebih baik

Dalam surat Ali Imran, Allah taala menyebutkan kalimat ini setelah sebelumnya menyebutkan keadaan orang-orang kafir. Allah taala mengingatkan kita agar tidak iri ketika melihat orang kafir, meskipun mereka sering berbolak-balik di muka bumi ini dengan kekayaan dan kemewahan.

Kemewahan  yang mereka miliki itu, adakalanya hanya sebentar kemudian Allah taala hilangkan, atau adakalanya Allah taala berikan hingga kematian mereka, kemudian Allah taala masukkan mereka ke dalam neraka.

Itu semua adalah kesenangan yang sedikit, adapun orang-orang yang beriman mereka akan mendapatkan kenikmatan yang kekal berupa syurga di akhirat. Kenikmatan inilah yang lebih baik.

Adapun dalam surat Al-Qashash, Allah taala menyebutkannya ketika menjelaskan tentang remehnya kesenangan hidup yang ada di dunia. Meskipun dunia ini terlihat hijau dengan gemerlapnya yang indah, kenikmatan yang telah Allah taala siapkan di akhirat tetap yang lebih baik.

Dalam surat Asy Syura, Allah taala kembali mengingatkan tentang hinanya kehidupan dunia. Segala kenikmatan yang ada padanya, meskipun terlihat menggiurkan, semua itu adalah fana dan suatu saat akan hilang.

Adapun kenikmatan akhirat, semuanya akan kekal sehingga seharusnya kita lebih menginginkannya daripada apa yang ada di dunia.

Penjelasan ini saya sarikan dari kita Tafsirubnu Katsir. Setelah membaca ketiganya, kita dapat menarik poin yang sama dari ketiganya, yaitu bahwasanya Allah ingin mengingatkan kita semua agar jangan tertipu dengan kehidupan dunia.

Sebanyak apapun, senikmat apapun, semua yang kita miliki di dunia akan kita tinggalkan. Karena itulah, sifat orang beriman yang percaya dengan akhirat adalah mereka lebih menginginkan kenikmatan surga dan mempersiapkan diri untuknya.

Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai kalimat wama indallahi khoir artinya, tulisan bahasa Arab, dan makna ayat ini, wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply