Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Tulisan Arab, Artinya, dan Penjelasan Lengkap

Sapaan adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang manusia dalam kehidupan bersosial dengan orang lain, salah satunya untuk menunjukkan perhatian yang dimiliki kepada orang yang diajak bicara.

Dalam Islam, kita juga diajarkan untuk saling menyapa dengan ucapan yang sangat baik. Bahkan tidak hanya sekedar sapaan, ia juga mengandung doa yaitu ucapan salam atau wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan jadi saling mencintai?” Beliau lalu bersabda:

أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Sebarkanlah salam di antara kalian (orang-orang beriman).” [Hr. Muslim]

Berikut ini Al-Fikry akan membahasnya seputar tulisan Arab, arti, dan penjelasan yang berkaitan dengannya, semoga bermanfaat.

Tulisan Arab Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Artinya

Ucapan ini digunakan untuk memulai salam, namun tempatnya di akhir ceramah atau tulisan. Jika digunakan untuk memulai salam pada selain tempat ini, kalimatnya tanpa menggunakan huruf wawu, langsung assalamualaikum.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh adalah berasal dari tulisan Arab والسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ yang artinya, “Semoga keselamatan atas kalian dan rahmat Allah, serta berkahNya.” Ia merupakan bacaan salam yang dianjurkan dalam Islam agar diucapkan oleh seorang muslim ketika bertemu dengan muslim yang lain.

Ibnu Abdil Barr rahimahullah dalam kitab At-Tamhid berkata:

الِابْتِدَاءَ بِالسَّلَامِ سُنَّةٌ وَأَنَّ الرَّدَّ فَرْضٌ

“Memulai ucapan salam adalah sunnah dan menjawabnya adalah wajib.” [At-Tamhid 5/292]

Meski hukumnya adalah sunnah, tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk meninggalkannya karena banyaknya keutamaan / fadilah yang ada padanya.

Salam ini sendiri terdiri dari 3 tingkatan, ucapan assalamualaikum saja, ucapan assalamualaikum warahmatullah, dan ucapan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Masing-masing memiliki pahala yang berbeda-beda juga.

Sahabat Imran bin Hushain radliyallahu anhu berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ، ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَشْرٌ» ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، فَرَدَّ عَلَيْهِ، فَجَلَسَ، فَقَالَ: «عِشْرُونَ» ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، فَرَدَّ عَلَيْهِ، فَجَلَسَ، فَقَالَ: «ثَلَاثُونَ

“Seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu dia mengucapkan: Assalamualaikum. Maka beliau menjawab salam itu kepadanya, kemudian orang itu duduk. Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda: Sepuluh pahala.

Kemudian datang orang lain, lalu mengucapkan: Assalamualaikum warahmatullah. Maka beliau menjawabnya, lalu orang itu duduk. Beliau bersabda: Dua puluh pahala.

Kemudian orang lain datang, lalu mengucapkan: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Maka beliau menjawabnya, lalu dia duduk. Beliau bersabda: Tiga puluh pahala.” [Hr. Abu Dawud, shahih]

Manfaat / Keutamaan / Fadhilah Mengucapkan Salam

Islam memberikan keutamaan suatu amalan agar orang bersemangat untuk melakukan amalan tersebut, termasuk di sini mengucapkan salam.

Ada 2 fadhilah yang telah kami sebutkan di atas, yaitu bisa menjadikan kita saling mencintai dan mendapat pahala dari 10 hingga 30 pahala, silakan untuk mengulang bacaan ini jika berkehendak.

Adapun fadhilah lainnya adalah sebagai berikut:

1. Salah Satu Sarana Masuk Syurga dengan Mudah

Tatkal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tiba di kota Madinah, ucapan pertama yang beliau ucapkan adalah:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Wahai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan (kepada orang yang membutuhkan), dan shalatlah kalian tatkala manusia tidur, niscaya kalian masuk syurga dengan selamat.” [Hr. Tirmidzi, shahih]

2. Tanda Baiknya Islam Seseorang

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam: Amalan Islam apakah yang paling baik? Beliau menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Engkau memberi makan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.” [Hr. Bukhari]

Kepada Siapa Kita Mengucap Salam / Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ?

Kita dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada seorang muslim siapapun dia, entah orang itu kita kenal, atau tidak kita kenal. Bahkan meskipun berbeda organisasi, berbeda masjid, dan berbeda tempat pengajian. Hal ini karena setiap muslim adalah bersaudara.

Ketika kita kenal bahwa dia adalah seorang muslim, maka mudah bagi kita untuk mengucapkan salam kepadanya. Namun, jika kita belum mengenalnya, maka yang terpenting adalah dalam dirinya ada tanda keislaman, seperti misalnya dia menggunakan baju koko, sarung, kopiah, dan tanda-tanda seorang muslim yang lain.

Tidak hanya kepada orang dewasa saja, tetapi kita juga diajari oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk mengucap salam kepada anak-anak, bahkan orang yang sudah berada di dalam kubur.

Adapun kepada orang kafir, maka kita dilarang untuk memulai ucapan salam kepada mereka. Rasulullah shallallahuh alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ، فَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي طَرِيقٍ، فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقِهِ

“Janganlah kalian memulai kepada orang Yahudi dan Nashara dengan ucapan salam. Apabila kalian bertemu salah satu dari mereka di jalan, maka desaklah ia ke jalan yang sempit.” [Hr. Muslim]

Lalu, bagaimana jika ada suatu kelompok yang berisi campuran atas orang Islam dan orang Kafir? Apakah kita boleh mengucapkan salam kepada mereka?

Dalam kondisi ini, kita boleh mengucapkan salam dengan lafal yang sama, akan tetapi dengan niat ditujukan kepada orang-orang Islam saja.

Usamah bin Zaid radliyallahu anhu bercerita:

أنَّ النَّبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَرَّ عَلَى مَجْلسٍ فِيهِ أخلاطٌ مِنَ المُسلِمِينَ والمُشرِكِين عَبَدةِ الأوثَانِ واليَهُودِ فَسَّلمَ عَلَيْهِمْ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم

“Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam lewat pada suatu majlis yang berisi campuran orang-orang Islam, orang-orang musyrik para penyembah berhala, dan orang-orang Yahudi, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan salam atas mereka.” [Lafal ini dari kitab Riyadhus Shalihin, adapun haditsnya Muttafaqun alaihi dengan lafal yang panjang]

Bagaimana Menjawab Ucapan Salamnya Orang Kafir?

Terkadang, ada kejadian dimana orang kafir mengucapkan salam kepada kita. Dalam kondisi ini, kita tidak diperbolehkan menjawab balik ucapan salam itu sebagaimana cara kita menjawab salamnya seorang muslim.

Adapun yang harus kita lakukan adalah menjawab dengan ucapan, “Waalaikum.” Cukup satu kata ini saja tanpa ada tambahan lain.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

“Apabila ahli kitab mengucapkan salam atas kalian, maka jawablah: Waalaikum (dan atas kalian).” [Muttafaqun alaih]

Dengan ucapan ini, kita hanya mengembalikan salam kepada mereka sesuai dengan niat mereka dalam mengucapkannya.

Demikianlah penjelasan seputar ucapan salam wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh tulisan Arab, artinya, dan hal-hal yang berkaitan dengannya, wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Apabila masih ada pertanyaan, silakan komentar di bawah ya.

Tinggalkan komentar