Amalan yang Harus Disegerakan Dalam Islam

Tebar kebaikan yuk dengan share tulisan ini!

Hal-Hal yang Harus Disegerakan Dalam Islam– Hidup di zaman sekarang, semuanya serba tergesa-gesa. Sholat cepat-cepat, makan tidak tenang, berangkat ke kantor terburu-buru, dan sebagainya.

Padahal, dalam Islam kita dilarang untuk melakukannya. Hanya ada beberapa hal yang kita boleh tergesa-gesa ketika melakukannya.

Baca Juga: Sunnah Shalat Jumat yang Harus Kamu Tahu

Tergesa-Gesa yang itu Dilarang

Melakukan perbuatan secara tergesa-gesa sangat dilarang karena itu merupakan perbuatan syaithan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

التأني من الله والعجلة من الشيطان

Sikap tenang itu adalah berasal dari Allah dan sikap tergesa-gesa itu adalah berasal dari setan. [Hr. At Tirmidzi, shahih, lihat Shahihul Jami, h. 3011]

Hanya saja, larangan dari tergesa-gesa bukanlah larangan yang mutlak. Justru, ada amalan yang harus disegerakan dalam islam. Syaikh Al-Mubarakfuri ketika menjelaskan hadits ini, beliau mengatakan:

ثُمَّ الْعَجَلَةُ الْمَذْمُومَةُ مَا كَانَ فِي غَيْرِ طَاعَةٍ وَمَعَ عَدَمِ التَّثَبُّتِ وَعَدَمِ خَوْفِ الْفَوْتِ

“Kemudian sikap tergesa-gesa yang tercela adalah apa yang tidak dalam ketaatan, tidak ada pemastian, tidak khawatir kehilangan.” [Tuhfatul Ahwadzi, 6/129]

Hal-Hal yang Harus Disegerakan Dalam Islam

Seorang tabi’in bernama Hatim Al-Ashom, seperti yang dinukil oleh Abu Nuaim Al-Ashbahani dalam kitab Hilyatul Auliya pernah berkata:

الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلاَّ فِي خَمْسٍ إِطْعَامُ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَّيْفُ وَتَجْهِيْزِ الْمَيِّتِ إِذَا مَاتَ وَتَزْوِيْجِ الْبِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إِذَا وَجَبَ وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ إِذَا أَذْنَبَ.

Artinya:

“Tergesa-gesa itu datang dari syaithan kecuali pada lima hal: menghidangkan jamuan ketika tamu telah datang, mengurus mayit tatkala telah mati, menikahkan seorang gadis jika telah bertemu (jodohnya), membayar hutang jika telah jatuh tempo, dan taubat dari dosa ketika berbuat dosa.”

Lima Perkara yang Harus Disegerakan

Ada 5 hal yang harus disegerakan dalam Islam. Mari kita bahas satu per satu.

1. Menghidangkan jamuan ketika tamu telah datang

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir (Kiamat), maka hendaknya dia memuliakan tamunya.” [Muttafaqun ‘alaih]

Untuk mengamalkan hadits ini, kita bisa melihat apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika menerima tamu. Allah mengabadikan cerita beliau salah satunya dalam surat Adz-Dzariyat ayat 26:

فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

“Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, lalu datang dengan membawa daging anak sapi gemuk.”

Ketika menjelaskan tafsiran ayat ini, Dr. Wahbah Az-Zuhaili mengatakan: “Ayat ini mengandung adab-adab menerima tamu. Beliau (Ibrahim ‘alaihis salam) membawakan makanan dari arah yang tidak mereka sadari dengan cepat, tanpa menawarkan terlebih dahulu.” [At-Tafsirul Munir 27/27]

2. Mengurus mayit tatkala telah mati

Ketika ada saudara muslim kita meninggal dunia, maka perintah dari Nabi saw adalah menyegerakan pengurusannya. Mulai dari bersegera memandikan, mengkafani, melakukan sholat jenazah, dan menguburkan.

Dalam sebuah hadits yang shahih dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ، فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا، وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ، فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

“Bersegeralah dengan (pengurusan) jenazah. Jika dia jenazah yang baik,, maka itu adalah kebaikan yang kalian segerakan untuknya. Namun, apabila dia selain itu (jenazah yang buruk), maka itu adalah kejelekan yang kalian letakkan dari pundak-pundak kalian.” [Muttafaqun ‘alaih]

Al-‘Aini menjelaskan bahwa ada 2 makna untuk perintah bersegera ini. Selengkapnya dapat anda baca pada kitab ‘Umdatul Qari 8/113. Ringkasnya adalah sebagai berikut:

  1. Bersegera dalam berjalan ketika membawa jenazah menuju kuburan. Namun, bersegera di sini maksudnya bukan dengan berlari, tapi berjalan sedikit lebih cepat.
  2. Bersegera dalam mengurusi dan menguburkan jenazah, apabila diyakini sudah benar-benar meninggal.

Akan tetapi, ketika memasuki kuburan kita jangan melupakan doa ziarah kubur.

3. Menikahkan seorang gadis jika telah bertemu jodohnya

Tentu saja setelah mempersilakan gadis tersebut agar melakukan shalat istikharah.

Ketika kita memiliki anak gadis dan dia terlihat telah berumur dan bertemu jodohnya, maka kewajiban kita adalah menyegerakan pernikahannya.

Bukan seperti kebanyakan orang tua jaman sekarang yang justru menunda-nunda pernikahan, tetapi malah membolehkan pacaran. Akhirnya, yang terjadi adalah maraknya perzinahan dan hamil diluar nikah.

4. Membayar hutang jika telah mampu

Hutang wajib dibayar.

Menyegerakan pembayaran ketika telah memiliki harta atau ketika telah jatuh tempo juga merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَطْلُ الغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Menunda-nunda pembayaran oleh orang yang mampu adalah kezaliman.” [Muttafaqun ‘alaih]

Maka, berhati-hatilah wahai saudaraku. Apabila anda memiliki hutang dan telah mampu untuk membayar, maka bayarlah segera. Agar Allah memudahkan anda dalam membayar hutang, bacalah doa pada artikel saya tentang doa melunasi hutang.

5. Taubat dari dosa ketika melakukan dosa

Dosa besar ataupun kecil, wajib untuk ditaubati dan dimintaampunkan kepada Allah ta’ala. Jangan sampai, kita meremehkan dosa, meski kecil sekalipun.

Segera ucapkanlah istighfar dan menyesal ketika telah melakukan maksiat. Jangan sampai kita malah lupa. Karena dosa, jika dianggap kecil dan diremehkan, maka ia akan menumpuk dan menjadi besar.

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Taubat itu wajib seketika – maksudnya: tanpa ditunda. Karena berterus-terusan atas suatu dosa merupakan perbuatan dosa. Dan karena seorang manusia tidak mengetahui kapan ajal itu datang kepadanya secara tiba-tiba, maka dia sudah tertutup dari pintu taubat.” [Asy-Syarhul Mumti’ 14/381]

Baca Juga: Amalan Bulan Muharram

Kebaikan Lain yang Harus Disegerakan

Selain perkara-perkara di atas, Rasulullah juga memerintahkan kita untuk bersegera dalam melakukan amalan-amalan berikut ini:

1. Pulang dari Safar

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ نَوْمَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ، فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ وَجْهِهِ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Safar adalah satu potongan dari azab. Salah seorang dari kalian menahan dari tidur, makan, dan minumnya. Maka bila seseorang dari kalian telah menyelesaikan keperluan dari wajahnya, hendaknya dia bersegera kepada keluarganya.” [Hr. Muslim]

Selengkapnya bisa anda baca pada artikel tentang adab safar.

2. Berbuka

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ

“Tidak henti-hentinya manusia dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka.” [Muttafaqun alaih]

Ibnu Hajar menjelaskan:

لِأَنَّهُ أَرْفَقُ بِالصَّائِمِ وَأَقْوَى لَهُ عَلَى الْعِبَادَةِ وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ مَحَلَّ ذَلِكَ إِذَا تَحَقَّقَ غُرُوبُ الشَّمْسِ بِالرُّؤْيَةِ أَوْ بِإِخْبَارِ عَدْلَيْنِ وَكَذَا عدل وَاحِد فِي الارجح

Karena hal itu lebih baik untuk orang yang berpuasa dan lebih kuat baginya atas ibadah. Ulama bersepakat bahwa konteks hadits ini adalah apabila telah dipastikan tenggelamnya matahari dengan penglihatan atau dengan pemberitahuan 2 orang yang adl, dan begitu pula 1 orang yang adl menurut pendapat yang kuat. [Fathul Bari 4/199]

Nah, demikianlah 7 hal yang harus disegerakan dalam Islam. Semoga bermanfaat.


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Tebar kebaikan yuk dengan share tulisan ini!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.