Breaking News

XL Axiata Belum Minat Masuk Bisnis Konten Digital

PT XL Axiata Tbk (EXCL) berlatar belakang hitam hitam putih dengan data digital. Direktur PT XL Axiata Tbk, David Arcelus Oses mengatakan, keterlibatan dalam bisnis konten digital saat ini hanya terbatas sebagai penyedia konektivitas atau layanan data.

“Jadi jika pertanyaannya adalah apakah kita akan membuat konten kami sendiri, saya tidak berpikir itu akan menjadi arah perusahaan dalam jangka pendek,” kata dia dalam paparan publik XL Axiata (XL Axiata).

Namun demikian, XL Axiatasenantiasa melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra penyedia konten digital. Sala Satunya Dengan video. Yaitu salah satu aplikasi penyedia layanan over-top video streaming terkemuka di Indonesia.

“Kami baru saja mengumumkan video dan kemitraan strategis” tambahnya.

Kolaborasi ini memberikan kesempatan dan kemudahan bagi seluruh keluarga Indonesia, khususnya pelanggan XL Axiata dan Vidio untuk menikmati berbagai bonus konten premium, termasuk tayangan olahraga dan anak-anak.

“Kerjasama ini merupakan langkah strategis dimana perusahaan memberikan nilai tambah pada sektor keluarga dengan berbagai tayangan ramah anak yang dapat ditonton bersama oleh semua pelanggan, terutama di rumah,” kata David sebelumnya.

Kemitraan dengan Vidio ini semakin menggarisbawahi peran penting XL Axiata sebagai kekuatan pendorong di industri telekomunikasi, membantu mempercepat permintaan masyarakat akan konten digital.

* Apakah itu benar atau scam? Jika ingin mengetahui keaslian informasi yang disebarluaskan, kunjungi WhatsApp di Liputan6.com Cek Fakta nomor 0811 9787 670 cukup dengan memasukkan kata kunci yang diinginkan.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 552,75 miliar.

Budi Pramantika, Direktur PT XL Axiata Tbk, mengatakan dividen tersebut akan mewakili 50% dari laba bersih perusahaan pada 2021.

“Tahun ini perseroan akan membagikan dividen sebesar 50%. Dan itu akan dibayarkan paling lambat 30 hari setelah ringkasan ringkasan RUPST perseroan dirilis,” kata Budi kepada publik. XL Axiata, Jumat 22 April 2022.

Budi mengatakan, besaran dividen yang akan dibagikan pada 2022 itu berarti persetujuan direksi pada 28 Januari. Jumlah dividen tunai adalah 30% atau lebih dari laba bersih tahun sebelumnya yang dinormalisasi untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen di masa depan.

“Pendistribusiannya tergantung pertimbangan direksi sesuai dengan kepentingan perseroan, tingkat kecukupan modal perseroan, posisi keuangan perseroan dan hal-hal lain. Undang-undang” ujarnya.

Laba bersih normalisasi XL Axiata 2021 meningkat 63% menjadi Rp1,1 triliun. Selain dividen, perusahaan mengalokasikan sisa laba bersih yang dinormalisasi ke laba ditahan dan cadangan umum.

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengakuisisi saham pada 22 Maret 2022 senilai Rp 321,3 miliar atau mengakuisisi PT Hipernet Indodata.

Hal itu disampaikan PT XL Axiata Tbk dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilakukan pada Rabu, 23 Maret 2022. PTXL AxiataTbk telah menandatangani perjanjian pembelian saham kontinjensi dengan Bridgefield Prime Investments Pte Ltd, Ameisys Global Technologies Pte Ltd, PT Mitra Indo Asia dan PT Magna Karya Archipelago sebagai pemegang saham PT Hipernet Indodata pada tanggal 22 Maret 2022.

Perusahaan menulis, “Dengan mengadakan perjanjian jual beli saham bersyarat, perusahaan akan memiliki 51% saham PT Hipernet Indodata atau 2.805 saham dengan nilai transaksi Rp 321,3 miliar”.

Akuisisi saham bertujuan untuk meningkatkan jangkauan produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya.

Perusahaan menulis bahwa “rencana akuisisi akan memperluas jangkauan produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan korporat.”

Mengutip halaman Hypernet, Hypernet adalah penyedia layanan terkelola dengan kemampuan layanan informasi dan teknis yang sepenuhnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Sebagai Managed Service Provider, Hypernet menyediakan layanan untuk menyampaikan dan mengelola informasi dan sumber daya teknis dalam bentuk perangkat lunak dan perangkat keras, serta sumber daya manusia yang dibutuhkan atau dimiliki pelanggan.

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjual 859 menara telekomunikasi kepada PT Edotco Infrastructure Indonesia (EII) senilai Rp 750 miliar. XL Axiata kemudian menyewa kembali 791 menara telekomunikasi milik perseroan dari EII senilai Rp 1,19 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilakukan pada Minggu, 27 Februari 2022, XL Axiata menyewa kembali 791 menara telekomunikasi dari EII dengan nilai sewa 12 tahun.

Penjualan 859 tower senilai Rp 750 miliar dalam transaksi ini akan dibayarkan secara bertahap oleh Edotco. Pada tahap pertama, Rp 500 miliar akan dibayarkan pada saat jatuh tempo. Pada Tahap 2, Rp 250 miliar akan dibayarkan 3 tahun setelah tanggal jatuh tempo.

PT XL Axiata Tbk menandatangani perjanjian jual beli aset dan perjanjian sewa induk antara perusahaan dengan EII pada 25 Februari 2022 untuk sewa menara.

Perusahaan mengatakan kesepakatan itu sejalan dengan kegiatan bisnis perusahaan, sehingga fokus utama perusahaan adalah mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan bisnis utamanya, khususnya layanan seluler dan Internet seluler.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.