Hotman Paris Ungkap Alasan Mundur Dari Peradi Versi Otto Hasibuan, Sudah Pengin Sejak Lama

Hotman Paris angkat bicara soal pengunduran dirinya di kubu Perradi milik Otto Hasibuan.

Pengacara terkenal itu menegaskan bahwa ia sudah lama ingin keluar dari organisasi profesi pengacara itu.

Hotman Paris dikutip dalam Intense Investigation (19 April 2022) mengatakan “Sebenarnya sudah lama berlalu.

Hotman Paris mengungkapkan bahwa Otto Hasibuan tidak setuju kembali menjadi ketua Peradi.

Posisi ini menjadi yang ketiga bagi pengacara berusia 62 tahun itu.

Penolakan tersebut tak lain karena bertentangan dengan peraturan daerah Peradi.

Hotman Paris mengatakan, “Dari awal, Otto tidak setuju untuk menjabat untuk ketiga kalinya.”

“Karena Anggaran Dasar, Majelis Nasional hanya dapat meratifikasinya dua kali.”

“Segala cara dibenarkan melalui sidang paripurna, bukan konferensi nasional,” katanya.

Hotman Paris mengatakan, Otto Hasibuan sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua MPR sebanyak dua kali.

Kemudian dia menunjuk seseorang untuk memimpin Majelis Umum ketika konstitusi baru terbentuk.

Baru setelah itu Otto Hasibuan kembali menjadi ketua untuk ketiga kalinya.

“Dengan kebijakan baru, Anda dapat memperkirakan lebih dari dua kali lipat yang asli secara tidak berurutan.”

Seperti yang dikatakan Hotman Paris, “Dia adalah teman saya dari masa lalu, dan tidak ada argumen.”

Hotman Paris menjelaskan, sudah ada masalah dengan konstitusi.

Seperti yang dikatakan Hotman Paris, “Perubahan Anggaran Dasar sebenarnya sudah terbukti, dan kasusnya sudah berjalan.”

“Pengacara menggugat keabsahan anggaran dasar Otto di pengadilan Lubuk Pakam.”

“Pengadilan menyatakan Otto versi Peradi melakukan perbuatan melawan hukum” tambah.

Otto Hashibuan dituduh dengan sengaja mengubah Anggaran Dasar menjadi tiga kali.

“Dia mengubah konstitusi untuk menjabat untuk ketiga kalinya” jelas Hotman Paris.

“Putusan Pengadilan Lubuk Pakham dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Medan.”

“Pada 18 April 2022, Mahkamah Agung menolak kasasi Peradi Otto”, imbuhnya.

Terkait hal itu, Hotman Paris menilai manajemen Peradi atas kubu Otto Hasibuan dinyatakan tidak sah.

Tidak berhenti sampai di situ, saya juga mengetahui bahwa kedua menantu Oto Hashibuan menjadi pengasuh.

Hotman Paris mengatakan “Apa yang dimaksud dengan Perda Peradi yang sekarang batal demi hukum?”.

“Ini berarti bahwa semua pengurus yang diangkat atas dasar itu akan batal.”

“Ribuan pengacara yang memperoleh kartu yang ditandatangani oleh Auto tidak valid.”

“Ini akan menimbulkan gelombang protes yang besar di seluruh Indonesia”, lanjutnya.

Alasan lain berkaitan dengan Pendidikan Profesi Advokat Khusus (PKPA).

Ketua DPN Indonesia Faizal Hafied mengelola PKPA versi Peradi versi Otto Hasibuan.

Namun, Otto Hashbuan memecat Faisal dan menggantikan menantunya.

Alasan kedua saya mengundurkan diri karena alasan bisnis, kata Hotman Paris.

“Sebelum DPN diangkat, Faisal bertanggung jawab atas pelatihan PKPA.”

“Saya selalu diundang jadi guru. Setiap kelompok yang mendaftar ada nama saya”, ujarnya.

Apalagi, Hotman Paris meragukan kelayakan pendekatan Otto Hasibuan mengelola Perradi.

Ia berulang kali meminta SK Menteri Kehakiman terkait pengelolaan.

Hotman Paris mengatakan, “Sejauh yang Anda tahu bahwa asosiasi telah mengubah konstitusi, Anda harus melaporkannya.”

“Harus mendapat persetujuan SK dan dimuat dalam berita negara.”

“Saya menantangnya dalam dua hari terakhir, dan saya menantang Otto beberapa kali di Instagram.”

“Itu masalah besar jauh sebelum ada keputusan Mahkamah Agung”, katanya.

Terakhir, Hotman Paris tampak tersinggung dengan komentar Otto Hasibuan.

“Selama dua bulan terakhir, dia memberikan kuliah yang tidak mempercayai saya,” kata Hotman Paris.

“Tidak ada komentar segera, tetapi mengatakan ‘Pengacara sedang mencari harta karun’.”

“Pada pelantikan pengacara terakhir, kami hanya punya waktu satu jam untuk membicarakan gaya Hotman”

“Dia menyebut Lamborghini lagi dan terus memamerkan wanita yang bukan istrinya,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar