Breaking News

XL Axiata Bagikan Dividen Rp 552,7 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp552,75 miliar.

Budi Pramantika, Direktur PT XL Axiata Tbk, mengatakan dividen tersebut akan mewakili 50% dari laba bersih perusahaan pada 2021.

Di XL Axiata, Budi mengatakan “tahun ini perusahaan akan membagikan dividen 50%, yang akan dibagikan paling lambat 30 hari setelah ringkasan risalah rapat pemegang saham perusahaan” dirilis. Paparan Publik, Jumat (22 April 2022).

Budi mengatakan besaran dividen yang akan dibagikan pada 2022 berarti persetujuan direksi pada 28 Januari. Jumlah dividen tunai adalah 30% atau lebih dari laba bersih tahun sebelumnya yang dinormalisasi untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen di masa depan.

“Pendistribusiannya tergantung pertimbangan direksi sesuai dengan kepentingan perseroan, tingkat kecukupan modal perseroan, posisi keuangan perseroan dan hal-hal lain. Undang-undang” ujarnya.

Laba bersih normalisasi XL Axiata 2021 meningkat 63% menjadi Rp1,1 triliun. Selain dividen, perusahaan mengalokasikan sisa laba bersih yang dinormalisasi ke laba ditahan dan cadangan umum.

* Apakah itu benar atau scam? Jika ingin mengetahui keaslian informasi yang disebarluaskan, kunjungi WhatsApp di Liputan6.com Cek Fakta nomor 0811 9787 670 cukup dengan memasukkan kata kunci yang diinginkan.

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengakuisisi saham pada 22 Maret 2022 senilai Rp 321,3 miliar atau mengakuisisi PT Hipernet Indodata.

Hal itu disampaikan PT XL Axiata Tbk dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilakukan pada Rabu, 23 Maret 2022. PTXL AxiataTbk telah menandatangani perjanjian pembelian saham kontinjensi dengan Bridgefield Prime Investments Pte Ltd, Ameisys Global Technologies Pte Ltd, PT Mitra Indo Asia dan PT Magna Karya Archipelago sebagai pemegang saham PT Hipernet Indodata pada tanggal 22 Maret 2022.

Perusahaan menulis, “Dengan mengadakan perjanjian jual beli saham bersyarat, perusahaan akan memiliki 51% saham PT Hipernet Indodata atau 2.805 saham dengan nilai transaksi Rp 321,3 miliar”.

Akuisisi saham bertujuan untuk meningkatkan jangkauan produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya.

Perusahaan menulis bahwa “rencana akuisisi akan memperluas jangkauan produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan korporat.”

Mengutip laman Hypernet, Hypernet adalah penyedia layanan terkelola dengan kemampuan layanan informasi dan teknis yang dapat sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Sebagai Managed Service Provider, Hypernet menyediakan layanan untuk menyampaikan dan mengelola informasi dan sumber daya teknis dalam bentuk perangkat lunak dan perangkat keras, serta sumber daya manusia yang dibutuhkan atau dimiliki pelanggan.

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjual 859 menara telekomunikasi kepada PT Edotco Infrastructure Indonesia (EII) senilai Rp 750 miliar. XL Axiata kemudian menyewa kembali 791 menara telekomunikasi milik perseroan dari EII senilai Rp 1,19 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilakukan pada Minggu, 27 Februari 2022, XL Axiata menyewa kembali 791 menara telekomunikasi dari EII dengan nilai sewa 12 tahun.

Penjualan 859 tower senilai Rp 750 miliar dalam transaksi ini akan dibayarkan secara bertahap oleh Edotco. Pada tahap pertama, Rp 500 miliar akan dibayarkan pada saat jatuh tempo. Pada Tahap 2, Rp 250 miliar akan dibayarkan 3 tahun setelah tanggal jatuh tempo.

PT XL Axiata Tbk mengadakan perjanjian jual beli aset dan perjanjian sewa induk untuk sewa menara antara perusahaan dengan EII pada tanggal 25 Februari 2022.

Perusahaan mengatakan kesepakatan itu sejalan dengan kegiatan bisnis perusahaan, sehingga fokus utama perusahaan adalah mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan bisnis utamanya, khususnya layanan seluler dan Internet seluler.

Perusahaan menulis, “Diputuskan untuk melakukan transaksi ini untuk meningkatkan fokus perusahaan pada bisnis inti dan untuk mengoptimalkan biaya yang terkait dengan pengelolaan dan pemeliharaan menara telekomunikasi dan infrastruktur pendukung operasional lainnya.” .

Perusahaan akan diuntungkan dari transaksi ini. Pertama, dengan meningkatkan fokus perusahaan pada core business khususnya mobile internet dan selular, dapat mempengaruhi optimalisasi dan efisiensi biaya operasional serta meningkatkan kualitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Biaya sarana dan prasarana pendukung.

Kedua, transaksi ini meningkatkan nilai tambah perusahaan dalam jangka panjang karena memperbaiki struktur permodalan. Kami juga mengamankan persyaratan sewa paling kompetitif untuk menara melalui mekanisme penjualan dan penyewaan kembali kami.

Perusahaan dan EII adalah afiliasi. Keduanya secara tidak langsung dikendalikan oleh pihak yang sama, termasuk Axiata Group Berhad (AGB). Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd adalah pemegang saham pengendali dari perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki oleh AGB.

Sementara itu, AGB juga merupakan pemegang saham utama EII secara tidak langsung melalui Edotco Group Sdn Bhd.