Breaking News

Cara Kerja Shockbreaker Depan Motor Beserta Jenisnya

Shockbreaker depan ialah salah satu komponen yang sangat penting. Secara umum fungsi shockbreaker sebagai alat peredam kejut yang dapat menahan hentakan ketika motor melewati medan berat atau Jalan rusak. Material yang digunakan untuk membuat shockbreaker adalah plastis karena dinilai mampu membantu cara kerja shockbreaker depan motor dengan maksimal.

Cara Kerja Shockbreaker Depan Motor

Konstruksi komponen shockbreaker terdiri dari selongsong tabung, piston dan piston rod. Cara kerja shockbreaker depan motor cukup sederhana. Selongsong tabung bertugas untuk bergerak naik dan turun memberikan hambatan pada fluida. Sedangkan selongsong berguna sebagai wadah minyak dan ruang kerja piston. Terakhir, piston rod menghubungkan seluruh bagian shockbreaker. Berikut rinciannya:

1. Siklus Kompresi

Pertama, cara kerja shockbreaker depan motor adalah siklus kompresi. Shockbreaker ditekan oleh gaya osilasi, sehingga suspensi mengalami pemendekan ukuran. Siklus ini terjadi ketika piston menekan pangkal bagian bawah selongsong tabung, sehingga menekan fluida hidrolik ke ruang bawah hidrolik. Setelah itu, minyak shockbreaker akan naik ke bagian atas ruang piston.

Orifice di piston tertutup sebab katup satu arah menutup orifice. Hal ini karena membran diletakkan di bawah piston, sehingga saat minyak naik, katup membran terdorong dan saluran orifice menutup. Jadi oli shock naik melalui lubang besar di bagian tengah piston dan tidak terjadi peredaman pada gaya osilasi dari pegas suspensi.

2. Siklus Ekstensi

Cara kerja shockbreaker depan motor yang kedua adalah siklus ekstensi. Piston akan bergerak dari bawah menuju atas seperti posisi awal ketika memanjang. Gerakan ini berimbas pada minyak yang sudah di atas tertekan, sehingga berusaha keluar agar tidak ditekan piston. Hal ini menyebabkan katup orifice terbuka dan minyak akan turun.

Katup lubang besar piston tertutup karena terletak di atas piston. Minyak akan menekan sehingga piston turun ke bawah. Tetapi, katup orifice terbuka dan ketika minyak turun, maka katup secara otomatis terbuka. Sebab saluran orifice kecil, maka oli shock akan turun secara perlahan. Pada saat ini shockbreaker mengalami peredaman.

Jenis Shockbreaker Depan Motor

Setelah pembahasan cara kerja shockbreaker depan motor, maka pengendara motor perlu mengetahui jenis-jenis shockbreaker depan motor. Pada penggunaannya terdapat 3 jenis shockbreaker depan motor, yaitu parallel fork, telescopic fork dan telescopic upside down. Berikut akan dijelaskan tentang apa saja jenis shockbreaker depan motor dengan lengkap:

1. Parallel Fork

Shockbreaker jenis parallel fork dipakai oleh motor-motor yang dirilis pada saat perang dunia kesatu. Jenis shockbreaker motor ini sering ditemukan pada motor jenis vespa classic. Namun, parallel fork sudah tidak digunakan karena konstruksi sulit serta model suspensi yang tidak sejajar dengan tungkai penahan roda, sehingga akan terjadi out of away.

Tungkai pertama berada di bagian belakang yang bersifat solid karena fungsinya untuk menyangga rangkaian roda depan. Poros roda yang dilengkapi dengan pegas terhubung dengan tungkai depan. Pegas ini mengelilingi tangkai depan yang memiliki fungsi untuk menyerap seluruh getaran waktu di Jalan.

2. Telescopic Fork

Shockbreaker jenis telescopic fork merupakan jenis yang paling sering ditemukan pada semua motor. Ciri Khas shockbreaker jenis ini adalah kemampuan dalam mekanisme terjadinya peredaman dalam tungkai penahan roda. Pada salah satu sisi roda depan motor hanya terdapat satu tungkai berisi 2 tabung yang memiliki fungsi berbeda.

Tabung yang posisinya berada di bawah bernama slider dan bagian atas sering disebut dengan fork tube. Fungsi utama slider adalah menjadi tabung suspensi yang berisi per serta fluida shock absorber. Sedangkan fork tube yang memiliki warna mengkilap berfungsi untuk menghubungkan dengan kemudi pada motor.

3. Telescopic Up Side Down

Jenis shockbreaker depan motor yang terakhir adalah telescopic upside down atau sering disebut suspensi USD. Shockbreaker jenis USD masih masuk ke dalam jenis telescopic suspension. Namun, harga yang ditawarkan oleh shockbreaker telescopic up side down lebih tinggi dibandingkan dengan jenis shockbreaker jenis biasa.

Perbedaan antara telescopic up side down dengan telescopic adalah pada susunan tabungnya terbalik. Slider yang terletak di atas dan fork tube di bawah pada telescopic biasa menjadi sebaliknya di telescopic up side down. Akan tetapi, shockbreaker jenis telescopic up side down handling lebih baik daripada telescopic biasa.

Demikian penjelasan cara kerja shockbreaker depan motor beserta jenisnya. Shockbreaker tidak hanya ada pada roda depan motor tetapi roda belakang juga ada shockbreaker. Hal ini dibutuhkan demi menunjang kenyamanan pengguna saat berkendara. Jika motor tidak memiliki shockbreaker, maka pengendara akan merasakan kesakitan pada bagian tubuh tertentu ketika melewati jalan rusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.