/ /

Lakum Dinukum Waliyadin Artinya dan Penjelasannya

Lakum dinukum waliyadin adalah bunyi surat al Kafirun ayat 6. Ia berisi tentang syariat berlepas diri terhadap apa-apa yang dilakukan oleh orang-orang Kafir.

Ayat ini menjelaskan tentang prinsip akidah Islam yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap orang yang mengaku muslim. Hanya saja, ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang belum memahami maksud yang benar darinya.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya agar kesalahpahaman yang selama ini ada dapat dihilangkan. Simak artikel ini hingga selesai.

Lakum Dinukum Waliyadin Artinya Apa?

Kalimat ini berasal dari bahasa Arab. Kita dapat menemukannya dalam surat Al-Kafirun (109) ayat 6.

Lakum dinukum waliyadin adalah berasal dari tulisan Arab لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ yang artinya adalah bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku.

Tulisan Arab

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Bacaan Latin

Lakum diinukum waliyadiin

Teks Arti / Terjemahan

Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku.

Sekilas Tentang Surah Al Kafirun dan Sebab Turun

Surat Al-Kafirun adalah surat yang ke-109 dalam urutan mushhaf Al-Quran yang ada saat ini. Ia terdiri dari 6 ayat. Penamaan surat ini diambil dari salah satu kata yang ada pada salah satu ayatnya, yaitu ayat 1.

Mengenai waktu turunnya, surat ini tergolong sebagai surat Makiyyah, yaitu surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebelum beliau hijrah ke kota Madinah.

Syaikh Al-Qurthubi [20/225] menjelaskan sebab turunnya ayat ini, yaitu orang-orang Musyrik menawarkan kepada Nabi agar berkenan menyembah berhala dalam satu waktu, maka dengan itu orang Musyrik juga akan mengikuti beliau dalam waktu yang lain. Menanggapi penawaran ini, Jibril alaihis salam turun dengan membawa surat ini.

Baca Juga: Ayat Kursi Lengkap Bacaan Arab, Latin, Artinya, dan Makna

Tafsir Isi Kandungan Surat Al-Kafirun Ayat 6

Dalam menafsirkan ayat ini, Syaikh Ath-Thabari menjelaskan:

لكم دينكم فلا تتركونه أبدا، لأنه قد ختم عليكم، وقضي أن لا تنفكوا عنه، وأنكم تموتون عليه، ولي دين الذي أنا عليه، لا أتركه أبدا، لأنه قد مضى في سابق علم الله أني لا أنتقل عنه إلى غيره

“Bagi kalian agama kalian, maka janganlah kalian meninggalkannya selama-lamanya karena ia telah disegel atas kalian. Dan telah ditetapkan bahwa kalian tidak akan berpisah darinya dan bahwasanya kalian akan mati di atasnya.

Bagiku agama yang aku berada di atasnya. Aku tidak akan meninggalkannya selama-lamanya karena telah ada pada ilmu Allah bahwasanya aku tidak akan berpindah darinya kepada selainnya.” [Tafsir Ath-Thabari 24/662]

Perlu diketahui bahwa ayat di atas tidak mengandung pengertian bahwa kita rela terhadap agamanya orang-orang kafir. Akan tetapi, ayat ini lebih cenderung disebut sebagai peringatan keras.

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang muslim berlepas diri dari segala bentuk ibadah orang-orang kafir. Seorang muslim tidak akan ikut-ikutan dengan ritual maupun perayaan yang mereka lakukan.

Contoh Pengamalan Ayat

Ada dua contoh pengamalan yang dapat kita lakukan, yaitu:

1. Tidak Menyerupai Orang Kafir

Menyerupai orang kafir atau dalam Islam dikenal sebagai tasyabbuh adalah perbuatan yang terlarang. Seorang muslim tidak diperbolehkan meniru gaya hidup maupun cara beribadahnya orang diluar Islam.

2. Tidak Ikut Andil dalam Perayaan Mereka

Seorang muslim tidak diperbolehkan mengikuti perayaan orang-orang kafir dalam bentuk apapun. Sebagai contoh, kita tidak diperbolehkan juga untuk mengucapkan selamat natal.

Demikianlah penjelasan seputar surat Al Kafirun ayat 6 lakum dinukum waliyadin tulisan Arab, arti, makna, dan penjelasan yang terkait, wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *