Arti Muhasabah Diri, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Arti muhasabah diri – Selalu bermuhasabah sangat dianjurkan dalam Islam untuk dilakukan karena ia dapat mendatangkan manfaat dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

Seseorang yang selalu bermuhasabah akan mampu menghadirkan rasa khusyu dalam hatinya, sehingga dia akan lebih berhati-hati ketika beramal.

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahasnya seputar arti muhasabah, manfaat, dan cara melakukannya.

Tulisan dan Arti Muhasabah Diri dalam Bahasa Arab

kata mutiara tentang muhasabah diri

Muhasabah adalah perkara yang sudah sepantasnya untuk dijadikan sebagai kebutuhan pokok kita ketika mengaku sebagai seorang muslim.

Muhasabah adalah berasal dari bahasa Arab. Ia berasal dari kata hasaba – yuhasibu – muhasabatan (حاسب – يحاسب – محاسبة) yang artinya adalah menghitung.

Adapun pengertian yang dimaksud di sini adalah menghitung atau mengevaluasi setiap amal perbuatan yang telah kita lakukan. Dalam kata lain, ia adalah introspeksi diri.

Sebagaimana kita ketahui, manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari mengerjakan dosa. Dia juga makhluk yang sangat penuh dengan kekurangan.

Oleh karenanya, selalu introspeksi diri adalah jalan terbaik baginya agar dia selalu menyadari kelemahan dan dapat memperbaiki diri.

Dalam surat Al-Hasyr (59) ayat 18, Allah taala menyatakan:

“Wahai orang-orang yang mengaku beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap jiwa memperhatikan kepada apa-apa yang telah dia persiapkan untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Banyak Kabarnya dengan apa yang kalian kerjakan.”

Ayat inilah yang menjadi dalil bagi kita untuk selalu memperhatikan apa yang kita lakukan. Selalu mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan yang ada.

Cara dan Contoh Introspeksi Diri yang Benar

ayat tentang muhasabah

Sebenarnya, cara muhasabah bukanlah sesuatu yang rumit. Kita tinggal mengevaluasi apa yang kita lakukan, melanjutkan perbuatan yang baik, dan meninggalkan perbuatan yang buruk.

Mengevaluasi apa yang telah kita lakukan adalah dengan melihat setiap amalan yang telah kita kerjakan. Barangkali sebelum tidur di malam hari, kita mengingat-ingat apa yang telah kita lakukan seharian.

Ketika kita mendapati bahwa dalam hari itu kita telah melakukan perbuatan baik dalam pandangan agama Islam, maka di hari esok kita bisa melanjutkannya.

Sebaliknya, bila kita di hari itu telah melakukan perbuatan yang melanggar aturan Allah taala, maka kita beristigfar dan bertaubat kepada Allah. Berjanji bahwa kita tidak akan melakukannya lagi.

Namun, secara rinci dia bisa melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Koreksilah kewajiban-kewajiban yang harus anda tunaikan. Sama saja di sini kewajiban yang menyangkut hak Allah atau hak makhluk. Apakah anda telah sempurna dalam menunaikannya, atau justru terdapat kekurangan padanya? Bagaimana shalat kita, bagaimana tilawah kita, dan lain sebagainya.
  2. Lihatlah apakah anda masih mengamalkan sesuatu yang diharamkan Allah taala ataukah tidak. Apakah masih ada sesuatu yang haram dalam cara kita mencari rezeki? Dan sebagainya.
  3. Koreksilah apakah anda masih melakukan perbuatan sia-sia? Sesuatu disebut sia-sia ketika tidak mampu mendatangkan manfaat duniawi maupun ukhrawi.
  4. Koreksilah setiap anggota badan anda. Apa yang telah anda lakukan dengan mereka. Mata, mulut, tangan, kaki, dan setiap anggota badan yang kita miliki adalah karunia dari Allah dan akan dipertanggungjawabkan.
  5. Koreksilah niat anda dalam beramal. Apakah niat anda sudah benar, atau justru terdapat penyelewengan di sana. Sebesar apapun ibadah, ketika tidak diniatkan secara ikhlas, maka ia tidak akan diterima oleh Allah. Sebaliknya, sekecil apapun ibadah di mata manusia, jika dilakukan secara ikhlas, maka ibadah inilah yang dihargai oleh Allah.

Baca Juga: 7 Bacaan Istighfar yang Dapat Anda Baca Tulisan Arab, Latin, dan Artinya 

Dengan mengamalkan beberapa hal di atas, insya Allah kita bisa memaknai arti muhasabah yang sebenarnya.

Kita dapat menggunakan contoh seperti ini. Ketika anda hendak tidur di malam hari, luangkan waktu beberapa menit untuk mengingat apa yang telah anda lakukan seharian ini.

Evaluasi semuanya, apakah sudah mendatangkan ridla Allah atau justru mendatangkan murka-Nya?

Ketika sudah, maka silakan bersyukur dan istiqamahlah atas apa yang anda lakukan. Sebaliknya, jika tidak, maka beristighfarlah kepada Allah. Taubatlah saat itu juga dan berjanjilah bahwa anda tidak akan mengulanginya.

Bagaimanapun, setiap amalan, sekecil apapun, semua tetap akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah taala. Ketika ia adalah kebaikan, maka Allah pun akan membalasnya dengan kebaikan. Sebaliknya, jika ia adalah keburukan, maka Allah pun juga akan membalasnya dengan siksa.

Manfaat Muhasabah dan Memperbaiki Diri

manfaat muhasabah

Ada beberapa faedah atau keutamaan yang bisa didapatkan oleh orang beriman yang gemar bermuhasabah. Keutamaan-keutamaan tersebut adalah:

1. Dapat Meringankan Hisab

Umar Ra. berkata, “Koreksilah diri-diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah amalan kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk pertunjukan yang paling besar, “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Allah), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” [Qs. Al-Haqqah ayat 18]

Dengan muhasabah, kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir dan tentunya ini akan memberi efek yang bagus dibandingkan orang yang di dunia selalu lalai.

2. Terus Berada Pada Petunjuk

Orang yang gemar bermuhasabah akan selalu berhati-hati dalam bertindak. Ketika ia telah melakukan sebuah perbuatan dosa, ia berusaha untuk beristighfar dan bertaubat. Ketika ia telah melakukan kebaikan, ia berusaha untuk istiqomah padanya.

3. Mengobati Penyakit Hati

Ketika orang hasad atau iri terhadap orang lain misalnya, dengan muhasabah, ia bisa melihat kebaikan orang lain tersebut dan kekurangan dirinya. Ini dapat menghilangkan rasa dengki yang ada dalam hatinya.

Atau misalnya orang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri, maka dengan muhasabah juga akan menampakkan kekurangan-kekurangan yang ada padanya. Ini juga akan menghilangkan perasaan berbangga terhadap diri sendiri.

4. Mengatur Waktu dengan Baik

Ketika seseorang selalu mengevaluasi setiap apa yang berlalu darinya, tentu ia akan menyadari bahwa waktu yang ia miliki sangatlah penting. Dengan kesadaran ini, tentu dia akan berusaha mengatur dan memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.

Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai arti muhasabah berserta poin-poin yang berkaitan, wallahu a’lam.