Bacaan Istighfar dan Keutamaannya

Kali ini bahasan kita adalah mengenai bacaan istighfar dan doa sayyidul istighfar seputar keutamaan, macam bacaan, serta cara membacanya. Yuk baca artikel ini sampai selesai.

Istighfar adalah berasal dari bahasa Arab الإستغفار yang memiliki arti memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa. Adapun tata caranya yaitu dengan melafalkan salah satu dari kalimat-kalimat yang akan kita bahas nanti di bawah.

Seorang muslim dianjurkan untuk selalu membaca istighfar sebagai salah satu bentuk taubat. Hal ini karena kita adalah makhluk yang tidak pernah luput dari kesalahan.

Allah taala berkalam:

وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan beristighfarlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Qs. Al-Baqarah (2) ayat 199]

Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa lafal istighfar tidak hanya satu. Lafal yang diajarkan Rasulullah ada beberapa. Ada yang panjang dan ada yang pendek. Semuanya memiliki dasar dari hadits yang shahih, yaitu:

  1. Bacaan istighfar pendek
  2. Bacaan istighfar yang dibaca Nabi sebelum wafat
  3. Bacaan istighfar penghapus dosa besar
  4. Bacaan istighfar dalam majelis
  5. Bacaan istighfar dalam shalat sebelum salam
  6. Bacaan istighfar Nabi Adam
  7. Doa sayyidul istighfar

Berikut ini saya tuliskan bacaan istighfar lengkap dengan artinya.

1. Bacaan Istighfar Pendek

Setelah shalat, Nabi shallallahu alaihi wa sallam selalu membaca istighfar dengan lafal berikut:

أستغفر الله

Astaghfirullah

“Aku memohon ampun kepada Allah.”

2. Bacaan Istighfar Nabi Sebelum Wafat

Ini adalah dzikir yang selalu dibaca beliau setelah fathu Makka sebagai wujud dari pengamalan surat An-Nasr.

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Subhanallahi wabihamdih, astaghfirullaha wa atuubu ilaih

“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

3. Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Besar

Sebesar apapun dosa, bahkan dosa berpaling dari peperangan sekalipun, insya Allah akan diampuni dengan membaca:

أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم و أتوب إليه

Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

“Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

4. Bacaan Istighfar dalam Majelis

Sebelum beranjak dari tempat duduk beliau, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selalu membaca ini 100 kali:

رب اغفر لي و تب علي إنك أنت التوب الرحيم

Rabbighfirli wa tub ‘alaiya, innaka antat tawwabur rahiim

“Wahai Pemeliharaku, ampunilah aku dan berilah taubat kepadaku. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

5. Bacaan Istighfar Dalam Shalat Sebelum Salam

Hafalkan agar anda dapat membacanya pada saat tahiyat akhir:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allahumma inni dhalamtu nafsi dhulman katsira, wala yaghfirudz dzunuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min indik, warhamnii innaka antal ghafurur rahiim.

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah dhalim kepada diriku dengan kedhaliman yang banyak dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

6. Bacaan Istighfar Nabi Adam

Ketika beliau melanggar perintah Allah, beliau memohon ampun dengan membaca:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbana dhalamna anfusana, wa illam taghfir lana wa tarhamna, lanakuunanna minal khasirin

Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami telah berbuat dhalim terhadap diri-diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, sungguh kami termasuk golongan orang-orang yang rugi.

7. Doa Sayyidul Istighfar

Sayyidul istighfar artinya adalah tokohnya istighfar.

Wirid ini merupakan bacaan istighfar terbaik dan paling utama yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bahkan, ia juga memiliki keutamaan khusus yang sangat besar.

Berikut ini lafal arab, latin dan artinya:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta Rabbi, La Ilaha illa anta, Khalaqtani wa ana abduka, wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika, mas tatha’tu, audzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bi ni’matika wa abu’u laka bi dzanbi, faghfir li , fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa anta,

“Ya Allah, Engkaulah Pemeliharaku. Tiada sesembahan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Dan aku berada pada kesepakatan dan perjanjian dengan-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan yang aku perbuat. Aku bertaubat kepada-Mu dengan karunia-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu dengan dosaku. Maka, ampunilah aku karena tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau. ”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan hadits riwayat Al-Bukhari di atas. Isinya adalah keutamaan membaca doa ini sebagai berikut:

وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ

“Barang siapa mengucapkannya dari sebagian waktu siang dalam keadaan yakin dengannya, lalu dia meninggal di hari itu sebelum sore, maka dia termasuk dari ahli surga. Dan barang siapa mengucapkannya dari sebagian waktu malam dalam keadaan yakin dengannya, lalu dia meninggal sebelum pagi, maka dia termasuk dari ahli surga.” [Hr. Al-Bukhari]

Ada sebagian ulama yang menganjurkan untuk memperbanyak dalam membaca doa ini di bulan Rajab. Wallahu a’lam, akan tetapi sebenarnya tidak ada kekhususan waktu padanya.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang dimudahkan untuk selalu membaca wirid ini, amin.

Dahsyatnya Keutamaan Istighfar

Sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, tentu istighfar memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai penghapus dosa, manfaat istighfar secara umum adalah sebagai berikut:

Dapat Menghindarkan dari Bala

Dalam surat Al-Anfal (8) ayat 33, Allah taala berkalam:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Tidaklah Allah mengadzab mereka sedang engkau berada di tengah-tengah mereka. Dan tidaklah Allah mengadzab mereka, sedangkan mereka dalam keadaan beristighfar.”

Sarana Penambah Nikmat.

Allah taala berkalam:

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat). [Hud (11) : 3]

Menambah Kekuatan

Hal ini sebagaimana nasihat Nabi Hud alaihis salam kepada kaum beliau:

وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ

Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” [Hud (11) : 52]

Sarana Penghapus Dosa dan Pembuka Rezeki

Istighfar juga merupakan doa pembuka rezeki dan kekayaan. Ketika Nabi Nuh alaihis salam menasehati kaum beliau, beliau berkata:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ # يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ # وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun # niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, # dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” [Nuh 10-12]

Ada sebuah kisah yang menarik berkaitan dengan ayat ini.

Pernah ada seseorang meminta solusi kepada Hasan Al Bashri rahimahullah tentang musim paceklik yang terjadi saat itu. Hasan Al Bashri hanya mengatakan, “Bacalah istighfar.”

Selain orang itu, ada juga yang mengadu kepada beliau tentang kemiskinan yang dia jalani. Imam Hasan juga menjawab, “Perbanyaklah membaca istighfar.”

Ada lagi yang mendatangi beliau perihal sulitnya dia memiliki anak. Sudah lama menikah tapi tidak kunjung dikaruniai momongan. Dia meminta solusi agar cepat hamil. Dan Imam Hasan juga menjawab untuk selalu memperbanyak istighfar.

Selain tiga orang itu, ada orang lain yang mengadu tentang keringnya kebun miliknya. Dan Imam Hasan tetap sama solusinya, selalu memperbanyak istighfar.

Melihat semua itu, Rabii’ bin Subaih penasaran. Akhirnya, untuk mengobati rasa penasarannya, ia pun bertanya kepada beliau, ‘Beberapa waktu yang lalu ada orang-orang yang berdatangan kepada engkau untuk mengadukan beberapa masalah yang berbeda, dan engkau menasehati orang-orang itu supaya membaca istighfar. Kenapa demikian?’

Mendengar pertanyaan dari Rabi’, Imam Hasan al-Bashri rahimahullah menjawab, ‘Jawaban-jawaban seperti itu tidak berasal dari diriku pribadi, akan tetapi karena kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana Dia mengatakan dalam Al Quran:

Artinya:

Maka aku berkata: ‘Kalian mohonlah ampunan kepada Pemelihara kalian, sesungguhnya Dia Mahamengampuni. Niscaya Dia akan mengirimkan langit (hujan) atas kalian dalam keadaan lebat. Dan Dia akan memperbanyak kalian dengan harta-harta dan anak-anak, dan mengadakan untuk kalian akan kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian akan sungai-sungai.’” (QS. Nuh [71]: 10-12)

Diberi Jalan Keluar dari Masalah

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa melazimi istighfar, maka Allah pasti menjadikan baginya dari setiap kesempitan akan jalan keluar, dan dari setiap kesusahan akan kemudahan, dan Dia akan memberi rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia sangka.” [Hr. Abu Dawud]

Menjadi Orang yang Beruntung

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

Beruntung orang yang mendapati dalam kitab catatan amalnya akan istighfar yang banyak. [Hr. Ibnu Majah]

Demikianlah keutamaan istighfar. Semoga dapat memotivasi kita untuk selalu mengucapkan bacaan istighfar sebanyak-banyaknya. Sangat bagus jika 1000 kali lebih.

Demikianlah macam-macam bacaan istighfar dan doa sayyidul istighfar yang benar dengan teks arab, latin, beserta artinya serta manfaat dan keutamaan dari membaca istighfar, wallahu a’lam. Semoga Allah menjadikan lisan kita senang untuk berdzikir.

Wabillahit taufiq. Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan