Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Artinya

Doa menerima zakat fitrah adalah salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk diucapkan oleh penerima zakat.

Semoga adanya artikel ini dapat membantu saudara-saudara kita yang belum tahu, agar menjadi tahu dan dapat beramal sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

8 Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Berbeda dengan sedekah yang boleh diberikan kepada siapa saja, zakat fitrah hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu. Orang-orang itu berjumlah 8.

Dalam surat At Taubah, surat yang ke-9 dari urutan Mushshaf al quran ayat 60, Allah taala berkalam:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ

“Sesungguhnya tiada lain zakat itu adalah bagi orang-orang faqir, orang-orang miskin, para amil atasnya, orang-orang yang hatinya terlunakkan, budak-budak, orang-orang yang terlilit hutang, yang di jalan Allah, dan musafir.”

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa delapan golongan itu adalah fakir, miskin, amil zakat, muallaf (orang yang baru masuk islam), budak atau hamba sahaya, orang yang terkena hutang, orang yang berjihad fisabillah, dan ibnu sabil atau musafir (orang yang sedang safar).

1. Orang Fakir

Seseorang disebut fakir jika dia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya karena tidak adanya harta dan usaha yang dapat dia manfaatkan.

Dari 8 golongan ini, orang fakir adalah orang yang hidupnya paling kesusahan dan berada dalam kesulitan.

2. Orang Miskin

Orang miskin pada hakikatnya adalah orang yang telah memiliki harta. Akan tetapi, harta yang mereka miliki belum mampu untuk mencukupi kebutuhan pokok mereka sehari-hari.

3. Amil Zakat

Amil zakat secara syar’i yang dimaksud dalam ayat ini bukan orang yang mengangkat dirinya sendiri untuk pekerjaan mendistribusikan zakat.

Maksud amil zakat adalah orang yang diangkat oleh seorang imam atau pemimpin muslim untuk urusan zakat.

4. Mualaf

Mualaf artinya adalah orang-orang yang hatinya dilembutkan. Mereka adalah orang-orang yang masih dalam kondisi baru masuk Islam.

Mualaf diberikan zakat dengan tujuan agar iman dia dapat tumbuh dan menjadi kuat.

5. Budak

Sebagaimana telah kita ketahui, seorang budak adalah orang yang tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Mereka diberikan bagian dari zakat agar mampu membebaskan dirinya dari perbudakan.

6. Orang yang Terlilit Hutang

Islam adalah agama yang menginginkan kemudahan bagi pemeluk-pemeluk-Nya. Bagi orang-orang yang terlilit hutang dan sangat kesulitan untuk melunasinya, maka mereka mendapatkan bagian dari zakat.

Harta dari zakat ini agar mereka gunakan untuk membayar hutang yang mereka tanggung.

7. Orang yang Fi Sabilillah

Orang fi sabilillah adalah pejuang-pejuang muslim yang berjuang demi tegaknya Islam, entah yang berjuang dalam bidang keilmuan atau dengan mengangkat senjata.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah orang yang sedang melakukan safar dan kehabisan bekal di tengah-tengah perjalanannya.

Ibnu sabil berhak untuk mendapatkan bagian dari zakat fitrah dengan syarat safar yang mereka lakukan bukanlah safar untuk bermaksiat.

Perintah dan Manfaat Membaca Doa Terima Zakat Fitrah

Perlu diketahui, bacaan doa yang kita ucapkan adalah dengan niat supaya Allah memberikan kebaikan kepada seorang pemberi zakat atau muzakki.

Dasar dari doa ini adalah kalam Allah taala pada surat At-Taubah ayat 103:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah dari harta-harta mereka akan zakat yang engkau membersihkan dan mensucikan mereka dengannya dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa engkau adalah penenang bagi mereka. Dan Allah itu Mahamendengar lagi Mahamengetahui.”

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan, “Dan doakanlah mereka.“

Madzhab Dzahiri (orang yang melihat dzahir dari suatu dalil) berpendapat tentang wajibnya mendoakan muzakki (orang yang memberi zakat). Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa hukumnya mendoakan muzakki ini adalah mustahab.

Lalu, bagaimana pengamalan ayat ini sesuai sunnah yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Pilihan Doa Menerima Zakat Fitrah Lengkap yang Shahih

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (6332) dan Muslim (1078) disebutkan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ، قَالَ: «اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ فُلاَنٍ»، فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى

Dari ‘Abdullah bin Abu Aufa, dia berkata: Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila datang kepada beliau suatu kaum membawa zakat mereka, beliau berdoa, “Allahumma Shalli ‘ala ali fulaan (Ya Allah, berilah shalawat kepada keluarga fulan).” Lalu bapakku datang kepada beliau dengan zakatnya, maka beliau berdoa, “Allahumma Shalli ‘ala ali Abu Aufa.”

Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disukainya seorang yang menerima zakat untuk mendoakan pemberinya. [Fathul Bari 3/362]

Dalil di atas adalah umum, yaitu doa yang diberikan kepada orang yang menunaikan zakat mal (harta) ataupun fitrah.

Ringkasnya, ketika kita terima zakat dari seseorang, hendaknya kita mengucapkan bacaan doa kepadanya sebagai berikut:

Doa Khusus untuk Menerima Zakat Fitrah Pertama

Setelah anda menerima barang sebagai zakat fitrah dari pemberi zakat, bacakanlah doa berikut ini kepadanya:

doa menerima zakat fitrah

Bacaan Bahasa Arab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى ال

Lafal Latin

Allahumma Shalli ‘ala Ali … . [sebutkan nama pemberi zakat]

Teks Artinya

Ya Allah, berilah shalawat kepada keluarga … .

Doa di atas adalah doa yang dipakai oleh mayoritas ulama. Adapun Imam Asy-Syafi’i, beliau memilih untuk memberi doa dengan ucapan latin:

Doa Ketika Menerima Zakat Fitrah Kedua

doa ketika menerima zakat

Bacaan Bahasa Arab

آجَرَكَ اللَّهُ فما أعطيت، وجعله لك طهور و بارك لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ

Lafal Latin

Ajarakallahu fima a’thaita, wa ja’alahu laka thahuuran, wa baaraka laka fiima abqaita.

Teks Artinya

Semoga Allah memberimu pahala pada apa yang engkau berikan dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu. Dan semoga Dia memberkati pada apa yang engkau sisihkan.

Dalam kitab Al-Hawi Al-Kabir, Al-Mawardi mengatakan:

وَيَجِبُ أَنْ يَكُونَ دُعَاءُ الْوَالِي لِأَرْبَابِ الْأَمْوَالِ مَا ذَكَرَهُ الشَّافِعِيُّ وَهُوَ أَنْ يَقُولَ آجَرَكَ اللَّهُ فما أعطيت، وجعله لك طهور و بارك لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ، وَلَوْ قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عليهم لَمْ يَكُنْ بِهِ بَأْسٌ لِأَنَّ ذَلِكَ ظَاهِرُ الْكِتَابِ، وَنَصُّ السُّنَّةِ،

Dan seharusnya doa seorang pemimpin kepada para pemilik harta adalah sebagaimana disebutkan oleh Asy-Syafi’i. Yaitu dia mengatakan: Ajarakallahu fima a’thaita, wa ja’alahu laka thahuuran, wa baaraka laka fiima abqaita. Dan kalaupun dia mengatakan Allahumma shalli alaihim, maka tidak mengapa dengannya. Karena hal itu sesuai dengan zahir al-kitab (al-quran) dan nash as-sunnah (hadits). [Al-Hawi 3/346-347]

Demikianlah doa menerima zakat fitrah lengkap Arab dan Latin beserta Artinya yang dapat anda ucapkan ketika menerima dari muzakki, wallahu a’lam.