Doa Menerima Zakat Fitrah Arab dan Latin Beserta Artinya

Doa Menerima Zakat fitrah – Zakat merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang mengaku muslim. Ibadah ini dilakukan setiap tahun. Karena itulah, setiap muslim wajib mengetahui perihal zakat ini.

Dalam kesempatan ini kita akan membahas doa zakat fitrah. Doa ini diucapkan oleh orang yang berhak menerima zakat yang berjumlah 8.

Mereka adalah fakir, miskin, amil zakat, muallaf (orang yang baru masuk islam), budak atau hamba sahaya, orang yang terkena hutang, orang yang berjihad fisabillah, dan ibnu sabil atau musafir (orang yang sedang safar).

Doa ini diucapkan saat terima zakat.

Doa Menerima Zakat Fitrah

Perlu diketahui, bacaan doa yang kita ucapkan adalah dengan niat supaya Allah memberikan kebaikan kepada seorang pemberi zakat atau muzakki.

Dasar dari doa ini adalah kalam Allah taala pada surat At-Taubah ayat 103:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah dari harta-harta mereka akan zakat yang engkau membersihkan dan mensucikan mereka dengannya dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa engkau adalah penenang bagi mereka. Dan Allah itu Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” 

Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan, “Dan doakanlah mereka.

Madzhab Dzahiri (orang yang melihat dzahir dari suatu dalil) berpendapat tentang wajibnya mendoakan muzakki (orang yang memberi zakat). Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa hukumnya mendoakan muzakki ini adalah mustahab.

Lalu, bagaimana pengamalan ayat ini sesuai sunnah yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (6332) dan Muslim (1078) disebutkan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ، قَالَ: «اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ فُلاَنٍ»، فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى

Dari ‘Abdullah bin Abu Aufa, dia berkata: Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila datang kepada beliau suatu kaum membawa zakat mereka, beliau berdoa, “Allahumma Shalli ‘ala ali fulaan (Ya Allah, berilah shalawat kepada keluarga fulan).” Lalu bapakku datang kepada beliau dengan zakatnya, maka beliau berdoa, “Allahumma Shalli ‘ala ali Abu Aufa.”

Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disukainya seorang yang menerima zakat untuk mendoakan pemberinya. [Fathul Bari 3/362]

Dalil di atas adalah umum, yaitu doa yang diberikan kepada orang yang menunaikan zakat mal (harta) ataupun fitrah.

Ringkasnya, ketika kita terima zakat dari seseorang, hendaknya kita mengucapkan bacaan doa kepadanya sebagai berikut:

doa menerima zakat fitrah
doa menerima zakat fitrah

Lafadz Arab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى

Lafadz Latin

Allahumma Shalli ‘ala Ali … . [sebutkan nama pemberi zakat]

Lafadz Artinya

 Ya Allah, berilah shalawat kepada … .

Doa di atas adalah doa yang dipakai oleh mayoritas ulama. Adapun Imam Asy-Syafi’i, beliau memilih untuk memberi doa dengan ucapan latin:

Ajarakallahu fima a’thaita, wa ja’alahu laka thahuuran, wa baaraka laka fiima abqaita.

Artinya:

Semoga Allah memberimu pahala pada apa yang engkau berikan dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu. Dan semoga Dia memberkati pada apa yang engkau sisihkan.

Dalam kitab Al-Hawi Al-Kabir, Al-Mawardi mengatakan:

وَيَجِبُ أَنْ يَكُونَ دُعَاءُ الْوَالِي لِأَرْبَابِ الْأَمْوَالِ مَا ذَكَرَهُ الشَّافِعِيُّ وَهُوَ أَنْ يَقُولَ آجَرَكَ اللَّهُ فما أعطيت، وجعله لك طهور و بارك لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ، وَلَوْ قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عليهم لَمْ يَكُنْ بِهِ بَأْسٌ لِأَنَّ ذَلِكَ ظَاهِرُ الْكِتَابِ، وَنَصُّ السُّنَّةِ،

Dan seharusnya doa seorang pemimpin kepada para pemilik harta adalah sebagaimana disebutkan oleh Asy-Syafi’i. Yaitu dia mengatakan: Ajarakallahu fima a’thaita, wa ja’alahu laka thahuuran, wa baaraka laka fiima abqaita. Dan kalaupun dia mengatakan Allahumma shalli alaihim, maka tidak mengapa dengannya. Karena hal itu sesuai dengan zahir al-kitab (al-quran) dan nash as-sunnah (hadits). [Al-Hawi 3/346-347]

Demikianlah doa menerima zakat fitrah yang dapat anda ucapkan ketika menerima dari muzakki, wallahu a’lam.

Wabillahit taufiq, semoga bermanfaat.

Barangkali anda juga ingin membaca tentang adab berdoa. (baca: adab berdoa)


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage: Mutiara Dakwah.

Artikel : Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.