Arti Tahniah, Barakallah wa Innalillah Dalam Islam

Tahniah Artinya Apa? – Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tahun 2017, sempat menjadi viral tentang kata tahniah di facebook yang bisa mengeluarkan balon.

Saya sendiri pernah ikut-ikutan menuliskan kata ini. Iseng-iseng saja. Soalnya banyak yang bilang bahwa keluarnya balon di facebook ketika menulis ucapan selamat ini menunjukkan canggihnya smartphone kita. Padahal sebenarnya tidak, hehe… .

Karena kejadian ini, banyak teman-teman yang bertanya, apa sih sebenarnya arti tahniah? What is really meaning of it?

Nah, disini admin akan membahas tentang apa arti dari ucapan ini, kenapa menulis kata ini di facebook bisa memunculkan balon, dan hukum mengucapkan bacaan ini dalam Islam.

Tahniah Artinya Apa?

Tahniah ya, bukan tahniyah .

Kata ini sendiri sebenarnya adalah berasal dari bahasa Arab هنأ – يهنأ yang artinya mengucapkan selamat. So, meaning of tahniah adalah ucapan selamat.

Simpelnya, ketika anda mengucapkan assalamualaikum, selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam, maka itu juga bisa disebut dengan tahniah.

Adapun dalam Islam, kata ini merupakan antonim dari kata takziah. Tahniah artinya ungkapan yang mengandung doa karena bahagia. Sedangkan arti takziah adalah ungkapan duka yang disertai do’a dan ajakan untuk bersabar. 

Mengapa di Facebook Bisa Memunculkan Balon?

Jawaban tepatnya, admin belum tahu, hehe… Hanya saja, ada kemungkinan di tempat Mark Zuckerberg sebagai bos facebook saat itu mengalami musim pengucapan tahniah. Jadi, mereka memberi fitur baru untuk ucapan selamat ini.

Saya katakan, bahwa kemunculan balon saat kata ini di tulis di facebook tidak bisa menjadi bukti canggih atau tidaknya smartphone yang kamu gunakan. Karena ketika kamu menulis kata ini dengan berbagai bahasa pun juga akan tetap keluar balon.

Entah kamu mau menulisnya dengan tahniah (Malaysia), タヒア (Jepang), 타니아 (Korea), congratulation (Inggris), dan lain-lain pun tetap akan mengeluarkan balon. Hanya saja, fitur ini belum tersedia untuk kata selamat dalam bahasa indonesia.

Apa Hukum Mengucapkan Tahniah dalam Islam?

Nah, jawaban untuk pertanyaan ini juga sangat penting karena sebagai orang Islam, kita sering juga mengucapkan kata ini.

Contoh saja ketika hari raya, kita mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum karena ini merupakan sunnah idul fitri, ketika teman nikah kita mengucapkan barakallah lakuma, dan lain-lain.

Jadi, apa hukum ucapan ini?

Perlu kita ketahui, hukum asal dalam memberikan ucapan selamat pada moment-moment bahagia adalah diperbolehkan. 

Dalam kitab Al-Ibanah, Ibnu Baththah rahimahullah menjelaskan bahwa tradisi saling memberi ucapan selamat telah ada sejak zaman para sahabat. Beliau berkata:

لم يزل الناس على تهنئة بعضهم ببعض في حج أو عمرة أو غيرها بقولهم : تقبل الله ننا ومنكم

“Manusia (para sahabat) tidak henti-hentinya memberikan ucapan selamat sebagiannya kepada sebagian yang lain ketika haji, umrah, atau selainnya, dengan ucapan mereka : Taqabbalallahu minna wa minkum.”

Jadi, bagi anda yang suka memberi ucapan selamat kepada rekan-rekan saat moment bahagia, silakan dilanjutkan 🙂

Tahniah, Barakallah wa Innalillah Artinya Apa?

Ketika tahniah artinya adalah ucapan selamat, maka barakallah adalah termasuk salah satu darinya. Ia juga diucapkan di saat-saat yang berbahagia.

Barakallah artinya adalah semoga Allah memberikan berkah kepadamu. Ucapan ini ditujukan kepada orang yang sedang mendapatkan nikmat dan kita ikut senang melihatnya. Biasanya diucapkan dengan barakallah lak atau barakallah fik.

Membaca ucapan ini juga diniatkan agar orang yang kita lihat terhindar dari penyakit ain.

Adapun innalillah adalah ucapan yang diberikan ketika sedang suasana sedih. Ketika kita mendapat musibah atau mendengar orang lain mendapat musibah.

Innalillahi atau lebih baik diucapkan dengan bacaan lengkap innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Artinya adalah sesungguhnya kita adalah miliki Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita akan kembali.

Sekian mungkin penjelasan yang bisa admin sampaikan. Semoga bermanfaat. Tetap semangat untuk menebar kebaikan meski sedikit ya.

Apakah artikel ini membantu?


Oleh: Zain Al-Fikry. Ikuti kami di fanspage Mutiara Dakwah.

Artikel: Al-Fikry.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.