Doa Lailatul Qadar Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul Afwa Fa’fu Anni : Arti Bacaan dan Penjelasan Lengkap

Salah satu bacaan doa atau dzikir yang dapat kita lafalkan di malam lailatul qadar adalah allahumma innaka afuwwun.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, malam lailatul qodar adalah satu malam yang sangat utama. Di malam ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajari kita untuk memperbanyak dalam berdoa.

Tidak perlu berlama-lama, berikut ini penjelasan lengkap mengenai doa ini seputar arti, manfaat, dan keterangan lain yang berkaitan.

Allahumma Innaka Afuwwun Artinya Apa?

Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni adalah doa latin dari tulisan Arab lengkap اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي yang artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemaaf. Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah aku.” Ia bagus kita baca di bulan Ramadhan, terkhusus pada lailatul qadar.

Meaning In English

Arti dari kalimat ini dalam bahasa Inggris kira-kira adalah seperti ini:

“O Allah, You are Pardoning and love to pardon, so pardon me.”

Atau seperti ini:

“O Allah, You are Forgiving and love forgiveness, so forgive me.”

Anda tidak perlu mengganti kata allahumma pada kalimat di atas menjadi rabbana untuk menjaga keaslian doa yang diajarkan oleh Rasulullah.

Dalil dari bacaan doa di atas adalah sebuah hadits. Ibunda Ummul Mukminin Aisyah radliyallahu anha bercerita:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Aku berkata: Wahai Rasulullah, apa pendapat engkau jika aku mengetahui malam apa yang disebut lailatul qadar itu, apa yang aku baca padanya? Beliau bersabda: Katakan, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fu ‘anni.” [Hr. At-Tirmidzi]

Benarkah Lafal ‘Afuwwun Karim Tuhibbul Afwa Fa’fu Anni ?

Sering kita dengar orang yang membaca doa ini dengan tambahan lafal karim sebelum kata tuhibbu. Benarkah tambahan ini?

Syaikh Al-Albani telah menjawab pertanyaan tersebut saat menjelaskan hadits ini dalam kitab beliau:

“Tertulis dalam Sunan At-Tirmidzi setelah sabda beliau “afuwwun” ada tambahan “kariim“! Padahal ia tidak memiliki dasar pada cetakan-cetakan terdahulu dan tidak pula pada selainnya yang menukil darinya. Tampaknya, ia adalah tambahan dari para pentraskrip atau para penerbit.

Ia tidak ditemukan pada cetakan Al-Hindiyah dari Sunan At-Tirmidzi yang ada syarah Tuhfatul Ahwadzi milik Al-Mubarakfuri dan tidak pula pada selainnya.

Termasuk dari yang menguatkan hal itu, bahwasanya An-Nasa’i dalam sebagian riwayatnya mengeluarkan hadits ini dari jalur yang dikeluarkan oleh At-Tirmidzi, keduanya dari syaikh mereka (Qutaibah bin Said) dengan sanadnya tanpa ada tambahan.” [Silsilatul Ahaditsish Shahihah, catatan untuk hadits 3337]

Dua jalur sanad yang dimaksud oleh Syaikh Al-Albani yakni dua sanad berikut, maka perhatikanlah:

a. Sanad (jalur periwayatan) Imam at-Tirmidzi rahimahullah:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ , حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ عَنْ كَهْمَسِ بْنِ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عَائِشَةَ [3513]

b. Sanad (jalur periwayatan) Imam an-Nasai rahimahullah:

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ , قَالَ : حَدَّثَنَا جَعْفَرُ _ وَهُوَ ابْنُ سُلَيْمَانَ _ عَنْ كَهْمَسِ , عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عَائِشَةَ [10642]

Kedua jalur sanad ini sama. Imam At-Tirmidzi dan Imam An-Nasa’i meriwayatkan doa ini dengan sanad (jalur perawi) yang sama, guru yang sama dan orang yang sama.

Anehnya, pada sebagian naskah Sunan at-Tirmidzi ada tambahan Kariim. Sedangkan pada sebagian yang lainnya tidak ada. Adapun pada kitab Sunan An-Nasa’i tidak ada sama sekali tambahan tersebut.

Inilah bukti yang disebutkan oleh Syaikh Al-Albani, bahwa tambahan “Kariim” itu sisipan dari pentranskrip (penulis naskah) atau penerbit. Dengan demikian, jelas bahwa yang selamat adalah tidak menambah lafaz “kariim” didalam doa tersebut.

Dari keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa untuk membaca doa ini, tidak perlu menggunakan tambahan lafal karim.

Kenapa sih, kita harus membahas hal ini?

Saudaraku, jika kita membaca doa dengan keyakinan bahwa doa ini terdapat tuntunannya dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, hendaknya kita membacanya persis dengan lafal yang diajarkan oleh beliau.

Namun, jika kita akan membaca doa dengan tanpa keyakinan bahwa ia ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka selama lafal dan maknanya benar, boleh untuk kita baca, wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq.

Kapan dan Berapa Kali Kita Membaca Doa Ini ?

Kita dapat membaca doa ini pada malam yang kita yakini bahwa ia merupakan lailatul qadar. Kita dapat membaca mengenai ciri-cirinya untuk membedakannya dari malam-malam biasa.

Anda dapat membacanya setelah melakukan shalat tarawih jika di awal malam atau di akhir malam, bebas. Anda bisa membacanya setelah membaca subhanal malikil quddus seusai dari shalat witir.

Mengenai jumlahnya, sependek yang saya tahu, tidak ada ketentuan untuk hal ini. Artinya, semakin banyak kita baca, maka itu semakin bagus.

Lailatul qadar adalah waktu yang sangat bagus untuk berdoa karena doa mustajab padanya. Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk mencarinya dan memperbanyak doa padanya.

Bacaan Doa Lailatul Qadar Lainnya

Selain bacaan di atas, kita juga dapat membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَة

Allahumma inni as`alukal afwa wal afiyah

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pemaafan dariMu dan al-afiyah.”

Dalil dari doa di atas adalah ucapan Aisyah radliyallahu anha:

لَوْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَكَانَ أَكْثَرَ دُعَائِي فِيهَا أَنْ أَسْأَلَ اللهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ

“Kalau saja aku mengetahui malam mana yang disebut lailatul qadar, sungguh doaku yang paling banyak padanya adalah meminta kepada Allah akan pemaafan dan afiyah.” [Hr. An-Nasa`i]

Demikianlah penjelasan mengenai bacaan doa allahumma innaka afuwwun tulisan Arab, artinya, dan keterangan yang berkaitan, wallahu a’lam.

Allahumma Afini Fi Badani Artinya, Tulisan Arab, dan Penjelasan

Penjelasan mengenai bacaan doa allahumma afini fi badani artinya, tulisan bahasa arab, dan keterangan yang berkaitan dengannya.

Selengkapnya 

Allahumma Ajirna Minannar Artinya, Tulisan Arab, dan Penjelasan

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai doa allahumma ajirna minannar artinya, tulisan Arab dan hukum membacanya sesuai sunnah.

Selengkapnya 

Tulisan Innalillahiwainnailaihirojiun Arab yang Benar dan Artinya

Berikut ini penjelasan mengenai tulisan Arab innalillahiwainnailaihirojiun dan artinya yang benar dari kalimat ucapan ini. Semoga bermanfaat.

Selengkapnya 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Comments

  1. Riwayat yang menyebutkan bahwa nabi mengajarkan doa Allahumma Innaka Afuwwun Karim kepada Sayyidah Aisyah salah satunya bisa ditemukan di dalam Kitab Syu’abul Iman karya Imam Al Baihaqi.

    يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab: Ucapkanlah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIM TUHIBBUL AFWA FA’FU ANNI. (HR. Al-Baihaqi)
    “bersikaplah bijak…jangan hanya mengutip satu kitab saja.

    1. Akhil habib, sebelumnya jazakallah khairan atas perhatian Anda.

      Namun, sebagaimana yang Anda sebutkan, pada lafal itu tidak ada tambahan karim. Ma’adzallah kalau kami berusaha menyembunyikan ilmu. Wabillahit taufiq.

  2. Saya tidak tahu yang mana yang benar.tapi secara pengucapan saya lebih suka yg afuwun karim.karena lebih enak di dengar dan di lafadzkan.Wallahualam…

    1. Akhil habib, untuk doa yang kita yakini datangnya benar dari Rasul, hendaknya kita baca persis sesuai teks yang datang dari beliau. Adapun jika kita ingin berdoa bebas tanpa keyakinan bahwa ia diajarkan oleh Rasul, maka selagi lafal dan maksudnya baik, boleh kita baca.

      Mengenai bacaan lailatul qadar yang benar dari Rasul, telah kami sampaikan di atas, wabillahit taufiq.