Bismillahirrahmanirrahim Arab, Artinya, dan Gambar Kaligrafi

Bismillahirrahmanirrahim Arab ( tulisan : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ) merupakan kalimat zikir pembuka dalam Islam untuk sebuah pembicaraan lisan maupun tulisan.

Kalimat ini termasuk dzikir yang sangat utama. Ia memiliki kandungan dan fadhilah / keutamaan yang sangat luar biasa.

Pada kesempatan ini kita akan membahasnya secara lengkap seputar tulisan Arab, artinya, kandungan, dan keutamaan agar kita bisa mengenalnya lebih dalam untuk kemudian mengamalkannya.

Tulisan Bismillahirrahmanirrahim Arab dan Artinya

Bismillahirrahmanirrahim berasal dari bahasa Arab بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم yang artinya, “Dengan menyebut nama Allah, Dzat yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang.” Jika kita menulisnya tanpa harakat, ia menjadi بسم الله الرحمن الرحيم .

Dalam kitab suci Al-Qur`an, kalimat basmalah ini dapat kita temukan sebanyak 114 kali, yaitu setiap awal surat selain surat At-Taubah, plus satu pada pertengahan surat An-Naml ayat 30, yaitu lafal innahu min sulaimana wa innahu bismillahirrahmanirrahim.

Surat An-Naml ayat 30 menyebutkan tentang surat Nabi Sulaiman alaihis salam yang dikirim kepada ratu Bilqis, bahwa surat itu dimulai dengan basmalah. Berikut artinya:

“Sesungguhnya surat itu berasal dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: ‘Dengan menyebut nama Allah, Dzat yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang.'” [Qs. An-Naml (27) ayat 30]

Keterangan:

Perlu kita ketahui bahwa basmalah berbeda dengan tasmiyah. Basmalah adalah membacanya secara lengkap, yaitu dengan kalimat ar-Rahmanir Rahim. Adapun tasmiyah hanya mengucapkan bismillah saja.

Basmalah dapat kita gunakan untuk mengawali pembicaraan, sebagaimana telah kita bahas di atas. Adapun tasmiyah letaknya adalah untuk memulai sebuah aktifitas, misalnya shalat, makan, dan masuk kamar mandi.

Sebelum makan, kita cukup mengucapkan bismillah saja. Begitu juga dalam memulai kegiatan-kegiatan lain. Hal ini lebih sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Meskipun jika kita menambah, maka itu tidak apa-apa.

Memahami Kandungan Makna dari Lafadz Bismillahirrahmanirrahim Arab

Bismillahir rahmanir rahim terdiri dari 4 kata, yaitu huruf ba`, kata ismun, kata Allah, kata Ar-Rahman, dan kata Ar-Rahiim.

Ba` dalam kalimat ini disebut dengan ba` isti’anah, yaitu ba yang digunakan untuk meminta pertolongan. Objek yang disebutkan setelah ba` adalah objek yang akan diminta pertolongan kepadanya.

Setelah huruf ba` ada ismullah, artinya adalah nama Allah. Ini adalah objek yang ingin kita minta pertolongan, yaitu meminta pertolongan dengan nama Allah. Alasan tidak menyebut Allah secara langsung adalah untuk memuliakan dan mengagungkan-Nya.

Adapun Ar-Rahman dan Ar-Rahim termasuk dari Asmaul Husna milik Allah, yang merupakan sifat-Nya, bahwa Dia Maha Mengasihi dan Menyayangi, termasuk akan memberi pertolongan kepada hamba-hamba-Nya.

Kesimpulannya, memulai aktifitas dengan ucapan bismillahirohmanirohim adalah dengan niatan agar Allah menolong kita dan membuat aktifitas yang kita lakukan menjadi sukses dan berkah.

Letak dan Keutamaan Membaca Tasmiyah Atau Ucapan Bismillah

Bahasan kita kali ini adalah tasmiyah, yaitu mengucap kalimat bismillah saja. Sebagaimana telah kita bahas di atas, ucapan inilah yang dibaca sebelum memulai aktifitas.

Mengenai keutamaannya ada beragam, sebagaimana akan kita bahas berikut ini:

  • Menjadi Penghalang dari Pandangan Jin

Manusia tidak dapat melihat jin, adapun jin dapat melihat manusia. Termasuk ketika seseorang membuka baju, maka jin dapat melihat auratnya. Kecuali jika orang tersebut membaca bismillah, maka pandangan jin akan terhalang dari aurat orang tersebut.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ

“Merupakan penghalang antara pandangan jin dan aurat-aurat anak Adam apabila salah seorang dari mereka akan masuk ke kakus, yaitu ucapan: Bismillah.” [Hr. At-Tirmidzi]

  • Menjadi Keberkahan agar Anak yang Allah Karuniakan Menjadi Anak yang Shalih

Berdoa kepada Allah dapat kita lakukan dalam semua kondisi, bahkan dalam kondisi ketika seorang suami mendatangi istrinya. Dengan membaca tasmiyah, maka ini dapat membawa keberkahan jika Allah mengaruniakan anak dari sebab itu.

Ibnu Abbas radliyallahu anhu bercerita dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرُّهُ

“Kalaulah salah seorang dari kalian apabila mendatangi istrinya dia mengucapkan: Bismillah, allahumma jannibnasy syaithan wa jannibisy syaithana ma razaqtana, lalu ditetapkan diantara keduanya seorang anak, maka setan tidak akan memadharatinya.” [Hr. Al-Bukhari]

  • Mencegah Setan dari Bermalam di Rumah Manusia

Rumah nyaman dengan penghuni yang saling mengasihi karena tidak adanya setan di dalam rumah tersebut. Sebaliknya, bila penghuni rumah saling curiga dan saling memusuhi, bisa jadi karena terdapat setan yang tinggal di dalam rumah tersebut.

Membaca bismillah dapat menghalangi setan dari masuk ke dalam rumah kita. Sebuah hadits yang shahih menyebutkan:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Apabila seseorang akan masuk ke dalam rumahnya, lalu dia menyebut nama Allah (membaca tasmiyah) ketika masuknya dan ketika akan makan, setan berkata (kepada sesamanya): Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.

Bila dia masuk lalu tidak menyebut Allah ketika masuknya, setan berkata: Kalian mendapati tempat tinggal. Apabila orang itu tidak menyebut Allah ketika makan, dia (setan) berkata: Kalian mendapati tempat bermalam dan makan malam.” [Hr. Muslim]

  • Membuat Setan Mengkeret Sekecil Lalat

Setan itu dapat menjadi kecil sekecil lalat, tetapi juga dapat menjadi besar seperti genderuwo, hehe. Tergantung dari ucapan yang dikeluarkan oleh manusia dari mulutnya.

Seorang sahabat pernah membonceng Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tatkala tiba-tiba hewan kendaraan mereka tergelincir. Sahabat tersebut berkata: Celaka setan!

Mendengar ucapannya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ، فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ، وَيَقُولُ: بِقُوَّتِي، وَلَكِنْ قُلْ: بِسْمِ اللَّهِ، فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

“Jangan engkau ucapkan celaka setan karena sesungguhnya ketika engkau mengucapkan itu, setan akan menjadi besar hingga semisal rumah dan dia mengatakan: Dengan kekuatanku. Akan tetapi, ucapkanlah: Bismillah. Karena sesungguhnya ketika engkau mengucapkan itu, dia akan menjadi kecil hingga semisal lalat.” [Hr. Abu Dawud]

Secara umum, mengucap bismillah dapat kita lakukan sebelum memulai aktifitas dan keutamaannya adalah agar kita mendapat penjagaan dari gangguan setan saat melakukan aktifitas itu.

Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar bacaan bismillahirrahmanirrahim tulisan arab, artinya, keutamaan, dan maknanya, semoga bermanfaat.

Apa Komentar Anda?